Menu

Dark Mode
Threshold SLIK Rp1 Juta Perluas Akses Rumah Subsidi Pemerintah Perluas Akses Rumah Subsidi bagi Pekerja Informal dan Mitra Ojol Ojol, Rumah Subsidi, dan Pengakuan atas Kerja Sektor Informal Reformasi SLIK sebagai Dukungan Nyata untuk Program Rumah Subsidi   Spam Judol di Media Sosial Ditindak, Pemerintah Perkuat Resiliensi Media Digital Resiliensi Media Diperkuat, Kemkomdigi Gandeng Meta Atasi Spam Judi Daring

Berita

Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Jadi Strategi Nasional Kejar Ketertinggalan Teknologi

badge-check


					Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Jadi Strategi Nasional Kejar Ketertinggalan Teknologi Perbesar

Jakarta — Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto terus memperkuat agenda pembangunan sumber daya manusia melalui kebijakan pendidikan yang berorientasi pada penguasaan teknologi. Program Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda dinilai sebagai strategi nasional yang visioner untuk mempercepat ketertinggalan Indonesia di bidang teknologi sekaligus menyiapkan generasi unggul yang mampu bersaing di tingkat global.

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih menegaskan bahwa kedua program tersebut bukan kebijakan biasa, melainkan langkah terukur untuk mengubah arah pendidikan nasional agar lebih relevan dengan tantangan masa depan. “Ini visi yang sangat spesifik dari Presiden Prabowo, yaitu mengejar ketertinggalan bangsa dan mendorong pendidikan teknologi sebagai fondasi kemajuan,” ujarnya.

Menurut Abdul, pengalaman negara-negara maju menunjukkan bahwa investasi serius pada pendidikan teknologi dan engineering menjadi kunci dominasi di sektor industri modern. Ia menilai Indonesia kini berada di jalur yang tepat dengan menyiapkan sistem pendidikan yang lebih aplikatif dan berbasis inovasi. “Negara-negara seperti Amerika Serikat dan China sudah lama menjadikan teknologi sebagai kekuatan utama. Indonesia harus berani melompat agar tidak tertinggal,” katanya.

Ia menambahkan, kebijakan ini menegaskan bahwa pembangunan manusia tetap menjadi prioritas utama pemerintahan Presiden Prabowo. “Pengembangan SDM tetap menjadi agenda besar negara. Hanya saja, pendekatannya sekarang lebih fokus pada penguasaan teknologi terapan yang dibutuhkan industri dan masa depan bangsa,” ucap Abdul.

Terkait Sekolah Rakyat, Abdul menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk menjamin akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat prasejahtera dengan pendekatan yang menyeluruh dan berkeadilan. “Sekolah Rakyat leading sector-nya bukan Kemendikdasmen, tetapi Kementerian Sosial. Kenapa? Karena pendekatannya kemiskinan. Pendidikan dijadikan alat strategis untuk memutus rantai kemiskinan,” jelasnya.

Sementara itu, Sekolah Garuda diproyeksikan sebagai pusat pembinaan talenta unggul nasional. Program ini dirancang untuk menjaring siswa-siswa berprestasi dan mempersiapkan mereka agar mampu menembus perguruan tinggi kelas dunia, khususnya di bidang sains, teknologi, engineering, dan matematika (STEM). “Sekolah Garuda setingkat SLTA, SMA, atau SMK, terhubung dengan perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri, agar anak-anak pintar bisa tersambung langsung dengan pendidikan tinggi,” ujar Abdul.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda membutuhkan dukungan seluruh elemen bangsa. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia pendidikan diyakini akan mempercepat terwujudnya Indonesia yang berdaulat secara teknologi, mandiri dalam inovasi, dan berdaya saing tinggi di kancah global.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Threshold SLIK Rp1 Juta Perluas Akses Rumah Subsidi

12 July 2026 - 13:05

Pemerintah Perluas Akses Rumah Subsidi bagi Pekerja Informal dan Mitra Ojol

12 July 2026 - 13:05

Resiliensi Media Diperkuat, Kemkomdigi Gandeng Meta Atasi Spam Judi Daring

12 July 2026 - 13:05

Spam Judol di Media Sosial Ditindak, Pemerintah Perkuat Resiliensi Media Digital

12 July 2026 - 13:05

Sekolah Rakyat Hadir Menyambut Tahun Ajaran Baru bagi Peserta Didik

12 July 2026 - 13:04

Trending on Berita