Menu ✖

Dark Mode
Perpres Perkuat Tata Kelola, Koperasi Merah Putih Bersiap Jadi Simpul Ekonomi Desa Pemerintah Perkuat Kopdes Jadi Simpul Distribusi Barang Subsidi di Desa Pemerintah Percepat Operasional Kopdes di Papua, Produk Lokal Didorong Naik Kelas Kopdes Merah Putih Buka Jalan Ekspor, Komoditas Desa Tembus Pasar Dunia Pemerintah Dorong Penguatan KDMP, KADIN Libatkan Dunia Usaha 23 Ribu Bangunan Rampung, Kopdes Merah Putih Bersiap Gerakkan Ekonomi Desa

Berita

Spam Judol di Media Sosial Ditindak, Pemerintah Perkuat Resiliensi Media Digital

badge-check


					Spam Judol di Media Sosial Ditindak, Pemerintah Perkuat Resiliensi Media Digital Perbesar

JAKARTA — Pemerintah memperkuat langkah penindakan terhadap serangan spam komentar judi online (judol) di media sosial, seiring temuan bahwa modus tersebut kini menyasar akun-akun berinteraksi tinggi, termasuk influencer daerah.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan target serangan telah bergeser dari akun resmi pemerintah ke akun dengan tingkat keterlibatan (engagement) tinggi.

Target utama bergeser. Distribusi sasaran menunjukkan bahwa akun yang paling banyak di-spam itu menyasar mereka yang memiliki engagement tinggi, ujarnya.

Menurut Meutya, influencer daerah dinilai pelaku sebagai target strategis karena kedekatan mereka dengan audiens sekaligus rendahnya moderasi komentar.

Influencer daerah dinilai lebih efektif karena memiliki audiens yang sesuai dengan target dari pasar operator judi online, katanya.

Meutya menambahkan, operasi spam kini berjalan lebih sistematis. Berdasarkan laporan yang diterima kementeriannya, pelaku memanfaatkan sistem otomatis yang memantau lonjakan interaksi di media sosial secara real-time, sebelum secara serentak mengirimkan komentar promosi ke akun yang tengah viral tersebut.

Temuan Meutya diperkuat Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Alexander Sabar, yang menyebut operasi ini kini merambah lima platform sekaligus, yakni Instagram, TikTok, Facebook, X, dan YouTube.

Ia mengungkap jaringan di balik operasi ini melibatkan bot lintas negara yang dikendalikan agen lokal.

Seluruh operasi ini dijalankan menggunakan mesin otomatis berbasis bot dari India dan Brazil, dikendalikan oleh jaringan agen WNI yang merupakan bagian dari ekosistem white-label dengan lebih dari 138 agen aktif, ujarnya.

Sebagai respons atas temuan tersebut, Komdigi mendorong seluruh penyelenggara platform digital memperkuat moderasi konten secara proaktif, mempercepat deteksi akun tidak autentik, serta menindak konten bermuatan promosi judi online.

Chairman Lembaga Riset Keamanan Siber dan Komunikasi (CISSReC) Pratama Persadha menilai maraknya spam ini justru mengindikasikan tekanan pemerintah terhadap ekosistem judol mulai membuahkan hasil.

Langkah yang selama ini dilakukan pemerintah telah memberikan tekanan terhadap ekosistem judi online, katanya.

Menurutnya, pelaku beralih ke media sosial karena akses ke situs utama semakin banyak diputus, sehingga metode promosi terus berubah untuk menghindari pengawasan.

Pratama mendorong kolaborasi lebih erat antara regulator, platform digital, dan masyarakat, termasuk optimalisasi fitur filter kata kunci yang sudah tersedia di hampir semua platform besar untuk mempersempit ruang gerak pelaku sekaligus menjaga ruang digital Indonesia tetap aman dan sehat.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pemerintah Dorong Penguatan KDMP, KADIN Libatkan Dunia Usaha

27 September 2026 - 12:15

23 Ribu Bangunan Rampung, Kopdes Merah Putih Bersiap Gerakkan Ekonomi Desa

27 September 2026 - 12:15

Pemerintah Siapkan Anggaran Koperasi Merah Putih, Pembayaran Dijamin Transparan

27 September 2026 - 12:15

Pemerintah Optimistis Penempatan Manajer Kopdes Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Desa

27 September 2026 - 12:15

KDMP Diperluas Bertahap di Papua Tengah, Kesiapan Wilayah Jadi Prioritas

27 September 2026 - 12:15

Trending on Berita