Menu

Dark Mode
Threshold SLIK Rp1 Juta Perluas Akses Rumah Subsidi Pemerintah Perluas Akses Rumah Subsidi bagi Pekerja Informal dan Mitra Ojol Ojol, Rumah Subsidi, dan Pengakuan atas Kerja Sektor Informal Reformasi SLIK sebagai Dukungan Nyata untuk Program Rumah Subsidi   Spam Judol di Media Sosial Ditindak, Pemerintah Perkuat Resiliensi Media Digital Resiliensi Media Diperkuat, Kemkomdigi Gandeng Meta Atasi Spam Judi Daring

Berita

Pemerintah Optimistis Swasembada Beras Jadi Fondasi Kemandirian Pangan Nasional

badge-check


					Pemerintah Optimistis Swasembada Beras Jadi Fondasi Kemandirian Pangan Nasional Perbesar

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat komitmennya menjadikan swasembada pangan sebagai prioritas utama pembangunan nasional.

Keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras pada 2026 menjadi pijakan penting untuk mewujudkan kemandirian pangan yang lebih luas, mencakup komoditas strategis lain seperti jagung dan gula.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan optimisme tinggi terhadap kondisi ketahanan pangan nasional. Stok beras nasional pada awal 2026 tercatat mencapai sekitar 12,5 juta ton, angka tertinggi sepanjang sejarah.

Capaian tersebut mencerminkan keberhasilan peningkatan produksi dalam negeri serta efektivitas pengelolaan pasokan pangan nasional.

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menegaskan bahwa Indonesia telah berada pada posisi aman dan mandiri dalam pemenuhan kebutuhan beras.

“Pemerintah optimistis ketersediaan beras sangat kuat. Indonesia sudah mencapai swasembada beras,” ujarnya.

Ketut Astawa menjelaskan, stok beras tidak hanya tersimpan dalam cadangan pemerintah, tetapi juga tersebar di masyarakat, penggilingan padi, pedagang, hingga sektor hotel, restoran, dan katering.

“Kondisi tersebut menunjukkan rantai pasok pangan nasional berjalan dengan baik dan mampu menopang kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan,” terangnya.

Optimisme terhadap kemandirian pangan juga disampaikan Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai keberhasilan swasembada beras merupakan fondasi kuat untuk memperluas swasembada ke komoditas lain.

Prabowo meyakini Indonesia memiliki kapasitas besar untuk mencapai swasembada jagung dan gula dalam beberapa tahun ke depan seiring peningkatan produktivitas pertanian dan dukungan kebijakan yang konsisten.

“Produksi beras kita adalah yang tertinggi dalam sejarah Indonesia. Saya yakin dalam beberapa tahun ke depan kita akan swasembada produk pangan lainnya seperti jagung dan gula,” kata Presiden Prabowo.

Pemerintah menilai langkah menuju swasembada pangan tidak hanya penting untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga, tetapi juga sebagai strategi memperkuat kedaulatan nasional dan mengurangi ketergantungan impor.

Dengan produksi yang terus meningkat dan stok yang terjaga, Indonesia diyakini semakin siap menghadapi tantangan global sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Ke depan, pemerintah berkomitmen melanjutkan berbagai program penguatan sektor pertanian agar swasembada pangan tidak hanya menjadi capaian sesaat, tetapi fondasi jangka panjang bagi Indonesia untuk benar-benar berdiri di atas kaki sendiri dalam memenuhi kebutuhan pangannya.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Threshold SLIK Rp1 Juta Perluas Akses Rumah Subsidi

12 July 2026 - 13:05

Pemerintah Perluas Akses Rumah Subsidi bagi Pekerja Informal dan Mitra Ojol

12 July 2026 - 13:05

Resiliensi Media Diperkuat, Kemkomdigi Gandeng Meta Atasi Spam Judi Daring

12 July 2026 - 13:05

Spam Judol di Media Sosial Ditindak, Pemerintah Perkuat Resiliensi Media Digital

12 July 2026 - 13:05

Sekolah Rakyat Hadir Menyambut Tahun Ajaran Baru bagi Peserta Didik

12 July 2026 - 13:04

Trending on Berita