Menu

Dark Mode
Perkuat Ekosistem Media Digital Hasilkan Internet Sehat dan Berkualitas   Perkuat Ekosistem Media, Pemerintah Dorong Masyarakat Cakap Bermedia Digital Tangkal Hoaks dan Disinformasi, Pemerintah Perkuat Ekosistem Media Digital Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Membangun Ekosistem Media Digital yang Sehat Perkuat Ekosistem Media Digital, Pemerintah Dorong Internet Sehat dan Berkualitas Pemerintah Berkomitmen Lindungi Anak di Dunia Digital Dengan Internet Sehat

Opini

Pemerintah Akselerasi Pembangunan Sekolah Rakyat Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah

badge-check


					Pemerintah Akselerasi Pembangunan Sekolah Rakyat Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah Perbesar

Jakarta – Pemerintah mulai mengakselerasi pembangunan Sekolah Rakyat sebagai bentuk komitmen nyata menghadirkan keadilan pendidikan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Tahap pertama, pembangunan dilakukan di 65 lokasi, dengan target menyasar anak-anak dari keluarga termiskin.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo memastikan kesiapan proyek tersebut dengan berbagai langkah, termasuk pengawasan pembangunan infrastruktur di 65 sekolah yang masuk tahap pertama dan peninjauan lokasi usulan. Kesiapan infrastruktur ini meliputi gedung, asrama, sanitasi dan fasilitas pendukung lainnya.

“Sekolah Rakyat Tahap 1 telah siap dilaksanakan di 65 lokasi. Dokumen perencanaan teknis rampung pada minggu keempat April, dan saat ini tengah disiapkan pengadaan penyedia jasa konstruksi dan konsultansi,” ujar Dody.

Dody menambahkan bahwa ini tidak berhenti di 65 lokasi, pemerintah kini menyurvei 200 titik tambahan, dengan prioritas wilayah miskin dan kesiapan lahan.

“Keputusan menteri terkait penetapan 65 lokasi sudah terbit. Kami bekerja cepat, efisien, dan tepat sasaran,” tegas Dody.

Di tempat terpisah, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjelaskan bahwa biaya per siswa Sekolah Rakyat mencapai Rp 48,25 juta per tahun. Anggaran total program ini diperkirakan mencapai Rp 2,3 triliun untuk 100 lokasi pada tahun ajaran 2025–2026.

“Kami juga sudah melapor kemarin kepada Presiden, indeks pembiayaan per siswa itu sekitar Rp 48,25 juta per tahun. Ini masih berupa asumsi, karena nanti kemungkinannya bisa lebih dari 10.000 siswa,” jelas Gus Ipul.

Presiden Prabowo Subianto secara langsung memberi arahan dalam rapat terbatas di Istana Merdeka agar seleksi siswa dilakukan dengan ketat dan tepat sasaran. Pemerintah juga terus berkoordinasi lintas kementerian, termasuk dengan Kementerian Sosial, agar program berjalan cepat dan efisien.

Sekolah Rakyat menggunakan Model 1, yakni merehabilitasi bangunan eksisting milik kementerian, pemda, BUMN, hingga swasta. Pendekatan ini mempercepat pelaksanaan sambil memaksimalkan aset negara yang belum digunakan secara optimal. Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah membangun masa depan bangsa melalui jalur pendidikan yang adil dan merata.***

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Perkuat Ekosistem Media Digital Hasilkan Internet Sehat dan Berkualitas  

23 August 2026 - 11:54

Pemerintah Perkuat Operasi Terpadu Cegah Karhutla Meluas

23 August 2026 - 11:54

Dari Hotspot hingga Water Bombing, Strategi Pemerintah Tekan Ancaman Karhutla

23 August 2026 - 11:54

Hilirisasi Tembaga di Smelter Freeport Gresik, RI Makin Kuat dan Berdaya

23 August 2026 - 11:54

Hilirisasi Tembaga di Gresik Menjadi Jalan Indonesia Menguasai Nilai Tambah SDA

23 August 2026 - 11:54

Trending on Opini