Menu ✖

Dark Mode
KPR Subsidi Dipercepat, Peluang Pekerja Muda Punya Rumah Diperluas Bank Swasta dan Daerah Didorong Perluas Pembiayaan Rumah Subsidi Pemerintah Respons Kritik, Tata Kelola Koperasi Merah Putih Dibenahi Koperasi Merah Putih Dievaluasi, Pemerintah Terbuka terhadap Masukan Publik Pemerintah Proyeksikan Defisit APBN 2026 Tetap di Bawah 3 Persen Pemerintah Antisipasi Tekanan Global, Defisit APBN Dijaga di Bawah Batas

Berita

Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Membangun Ekosistem Media Digital yang Sehat

badge-check


					Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Membangun Ekosistem Media Digital yang Sehat Perbesar

JAKARTA – Penguatan ekosistem media digital membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar perkembangan teknologi dapat memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.

Direktur Ekosistem Media pada Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Farida Dewi Maharani, mengatakan perkembangan teknologi telah membuka ruang komunikasi yang semakin luas. Masyarakat kini tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga memiliki kemampuan untuk memproduksi dan mendistribusikan informasi secara mandiri.

“Kalau dulu kita mendapatkan konten itu sangat terbatas dengan media-media konvensional yang memang sudah ada ruang redaksi, prosedur, sampai akhirnya konten ini keluar. Nah, dengan berkembangnya media sosial saat ini, semua orang bisa memiliki kesempatan untuk membuat konten,” ujar Farida.

Menurut Farida, perubahan tersebut memberikan manfaat besar karena masyarakat memiliki kesempatan yang lebih luas untuk menyampaikan gagasan dan memperoleh informasi. Namun, kondisi tersebut juga menghadirkan tantangan karena tidak semua konten yang diproduksi masyarakat telah melalui proses verifikasi dan kurasi.

“Semakin banyak orang yang bisa membuat konten, maka secara otomatis kontennya pun juga lebih banyak. Tetapi yang menjadi kelemahannya adalah apakah konten yang keluar ini memang sudah terkurasi dan sudah terverifikasi. Ini yang kita tidak bisa memastikan,” jelasnya.

Farida menekankan bahwa edukasi publik harus menjadi agenda bersama. Pemerintah dapat menyediakan regulasi dan mekanisme pengawasan, sedangkan media, lembaga pendidikan, akademisi, komunitas, platform digital, dan masyarakat memiliki peran masing-masing dalam memperkuat budaya digital yang bertanggung jawab.

“Untuk edukasi ini tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri, tapi bagaimana edukasi ini dilakukan secara bersama-sama. Karena ketika kita bicara bangsa, maka semua komponen bangsa ini harus bekerja sama, bersinergi, dan juga berkolaborasi,” katanya.

Selain kolaborasi, peningkatan literasi digital juga diperlukan agar masyarakat mampu menggunakan teknologi secara lebih produktif. Media sosial dapat dimanfaatkan bukan hanya sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran, pengembangan ekonomi, penyebaran informasi publik, dan penguatan kreativitas.

Kolaborasi yang berkelanjutan diharapkan dapat memperkuat ketahanan masyarakat terhadap hoaks, disinformasi, serta berbagai bentuk penyalahgunaan teknologi sekaligus mendorong pemanfaatan ruang digital untuk kepentingan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

KPR Subsidi Dipercepat, Peluang Pekerja Muda Punya Rumah Diperluas

25 October 2026 - 00:04

Bank Swasta dan Daerah Didorong Perluas Pembiayaan Rumah Subsidi

25 October 2026 - 00:04

Pemerintah Respons Kritik, Tata Kelola Koperasi Merah Putih Dibenahi

25 October 2026 - 00:04

Koperasi Merah Putih Dievaluasi, Pemerintah Terbuka terhadap Masukan Publik

25 October 2026 - 00:04

Pemerintah Proyeksikan Defisit APBN 2026 Tetap di Bawah 3 Persen

25 October 2026 - 00:04

Trending on Berita