Menu

Dark Mode
Threshold SLIK Rp1 Juta Perluas Akses Rumah Subsidi Pemerintah Perluas Akses Rumah Subsidi bagi Pekerja Informal dan Mitra Ojol Ojol, Rumah Subsidi, dan Pengakuan atas Kerja Sektor Informal Reformasi SLIK sebagai Dukungan Nyata untuk Program Rumah Subsidi   Spam Judol di Media Sosial Ditindak, Pemerintah Perkuat Resiliensi Media Digital Resiliensi Media Diperkuat, Kemkomdigi Gandeng Meta Atasi Spam Judi Daring

Berita

Pakar Apresiasi MBG Terintegrasi Pangan Lokal, Dinilai Jamin Keberlanjutan Fiskal

badge-check


					Pakar Apresiasi MBG Terintegrasi Pangan Lokal, Dinilai Jamin Keberlanjutan Fiskal Perbesar

Jakarta – Pakar Ekonomi Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin mengapresiasi langkah pemerintah dalam mengintegrasikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan potensi pangan lokal serta inisiatif strategis seperti Program Peternakan Ayam Merah Putih dari Kementerian Pertanian.

Integrasi tersebut dinilai sebagai langkah penting untuk menjamin keberlanjutan fiskal MBG sekaligus memperkuat ketahanan rantai pasok pangan nasional.

Menurut Wijayanto, pemanfaatan pangan lokal melalui peternakan rakyat dan komoditas daerah tidak hanya mendukung pemenuhan standar gizi nasional, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas.

Skema ini memungkinkan MBG berfungsi sebagai instrumen kebijakan yang mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat secara inklusif dan bertahap.

“Dengan memanfaatkan bahan pangan lokal yang lebih mudah diakses, segar, dan harganya relatif stabil akan menjamin keberlanjutan jalannya program ini,” ujarnya.

Ia menilai program MBG menghadirkan pendekatan baru dalam perumusan dan implementasi kebijakan.

“Menurut saya, MBG ini suatu ide yang revolusioner,” tambahnya.

Wijayanto juga menegaskan bahwa MBG memiliki potensi besar sebagai penggerak perekonomian nasional, terutama melalui implementasi yang terukur dan konsisten di tingkat daerah.

Penguatan tata kelola program secara berkelanjutan dipandang mampu memastikan integrasi kebijakan pemenuhan gizi dan pengembangan ekonomi lokal berjalan optimal.

Analis Kebijakan Ahli Muda Kementerian Kesehatan, Agus Triwinarto menilai pemanfaatan pangan lokal menjadi faktor kunci dalam menjamin keberlangsungan pasokan harian MBG. Keragaman pangan lokal, menurutnya, dapat memastikan menu MBG sesuai dengan kecukupan gizi sekaligus tetap aman dan higienis.

“Dengan peningkatan keragaman pangan lokal, dan penjaminan keamanan pangan dan makanan higienis, MBG yang diberikan memang akan sesuai dengan kecukupan gizi,” katanya.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Gizi Kementerian Kesehatan, Yuni Zahraini menyatakan MBG merupakan bentuk intervensi strategis pemerintah untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat secara berkelanjutan.

Program ini dirancang untuk menjangkau puluhan juta penerima manfaat setiap hari, termasuk kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan bayi di bawah dua tahun.

“Harapannya melalui MBG ini, intervensi gizinya akan menggantikan satu kali porsi makan yang berkualitas. Didukung dengan MBG yang kaya protein hewani, program intervensi gizi ini bisa saling melengkapi,” pungkasnya.

Integrasi MBG dengan pangan lokal dinilai menjadi fondasi penting agar program ini tidak hanya berkelanjutan secara fiskal, tetapi juga mampu memperkuat ekonomi daerah dan kualitas gizi masyarakat secara simultan. #

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Threshold SLIK Rp1 Juta Perluas Akses Rumah Subsidi

12 July 2026 - 13:05

Pemerintah Perluas Akses Rumah Subsidi bagi Pekerja Informal dan Mitra Ojol

12 July 2026 - 13:05

Resiliensi Media Diperkuat, Kemkomdigi Gandeng Meta Atasi Spam Judi Daring

12 July 2026 - 13:05

Spam Judol di Media Sosial Ditindak, Pemerintah Perkuat Resiliensi Media Digital

12 July 2026 - 13:05

Sekolah Rakyat Hadir Menyambut Tahun Ajaran Baru bagi Peserta Didik

12 July 2026 - 13:04

Trending on Berita