Menu

Dark Mode
Sekolah Rakyat Dibangun di Seluruh Daerah, Target Satu Per Kabupaten atau Kota Sekolah Rakyat Ditargetkan Jangkau 100 Ribu Siswa pada 2027 Sekolah Rakyat: Dari Akses Pendidikan ke Lompatan Masa Depan Beyond Schooling: Sekolah Rakyat dan Transformasi Sosial Berkelanjutan Kasus Air Keras Diusut, Semua Pihak Diminta Hormati Proses Hukum Hormati Proses Hukum, Kasus Air Keras Ditangani Sesuai Mekanisme

Berita

Kopdes Merah Putih Disiapkan Jadi Hub Ekonomi Desa, Topang Usaha Lokal

badge-check


					Kopdes Merah Putih Disiapkan Jadi Hub Ekonomi Desa, Topang Usaha Lokal Perbesar

Jakarta – Pemerintah menempatkan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sebagai pusat penggerak ekonomi rakyat di tingkat desa. Perannya tidak hanya mendukung distribusi kebutuhan pokok, tetapi juga menjadi simpul utama perputaran usaha lokal, termasuk menopang pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan Kopdes Merah Putih dirancang sebagai hub distribusi yang menghubungkan produsen, warung, pedagang kaki lima (PKL), hingga pelaku UMKM dalam satu ekosistem terpadu.

“Ada beberapa hal kami bicarakan. Yang pertama adalah membangun ekosistem bersama pedagang kaki lima di seluruh Indonesia dengan kaitannya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang nanti akan menjadi hub untuk menjual barang-barang ke warung-warung, ke anggota-anggota asosiasi pedagang kaki lima dengan harga yang relatif lebih murah dan terjangkau,” kata Ferry.

Menurutnya, Kopdes akan berperan sebagai agen distribusi yang memastikan barang kebutuhan pokok dan produk lokal dapat beredar lebih efisien di desa. Skema ini diharapkan memangkas rantai pasok dan memperkuat daya saing pelaku usaha kecil.

“Kita akan promosikan produk-produk UMKM lokal untuk dijual di gerai-gerai milik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih,” kata Menkop.

Ia menambahkan, koperasi desa sejak awal dirancang terintegrasi dengan BUMDes, pasar tradisional, warung, dan UMKM agar tercipta sirkulasi ekonomi yang saling menguatkan di tingkat lokal.

Dukungan politik terhadap penguatan Kopdes Merah Putih juga datang dari Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun. Ia menyebut koperasi sebagai instrumen utama stabilisasi ekonomi desa di tengah tekanan global.

“Koperasi Desa Merah Putih ini kita harapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi desa,” kata Misbakhun.

Program ini turut melibatkan bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) seperti BRI, Mandiri, dan BTN untuk memperluas akses pembiayaan hingga pelosok.

“Jadi, kebutuhan pokok, sarana produksi pertanian, hingga produk UMKM bisa berputar di desa sendiri. Kalau ekonomi desa bergerak, pertumbuhan nasional ikut terdorong,” ujarnya.

Selain memperkuat ekonomi desa, Kopdes juga diproyeksikan menjadi mitra strategis dalam mendukung MBG, terutama dalam penyediaan dan distribusi bahan pangan berbasis produksi lokal. Dengan model tersebut, pemerintah berharap desa tidak hanya menjadi pasar, tetapi pusat pertumbuhan ekonomi baru. ***

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Sekolah Rakyat Dibangun di Seluruh Daerah, Target Satu Per Kabupaten atau Kota

21 April 2026 - 08:37

Sekolah Rakyat Ditargetkan Jangkau 100 Ribu Siswa pada 2027

21 April 2026 - 08:37

Hormati Proses Hukum, Kasus Air Keras Ditangani Sesuai Mekanisme

21 April 2026 - 08:37

Kasus Air Keras Diusut, Semua Pihak Diminta Hormati Proses Hukum

21 April 2026 - 08:37

Pemerintah Siapkan Tim Optimalisasi MBG Fokus ke Anak Kurang Gizi

21 April 2026 - 08:37

Trending on Berita