Menu

Dark Mode
Akselerasi Pembangunan Papua untuk Keadilan yang Merata Pastor Catto Ajak Masyarakat Papua Bersatu Dukung PSN Demi Kesejahteraan Bersama PSN Dorong Transformasi Pembangunan Papua Menuju Keadilan Sosial Ketua Lempeng Papua Apresiasi Percepatan Pembangungan Papua Ketua Lempeng Papua Dorong Dukungan Kolektif terhadap Akselerasi Pembangunan Papua Relaunching AMANAH Kian Dekat, 45 Produk UMKM Terverifikasi Siap Dorong Ekonomi Pemuda

Berita

Tindakan Tegas Aparat Keamanan Tingkatkan Rasa Aman Masyarakat di Papua Tengah

badge-check


					Tindakan Tegas Aparat Keamanan Tingkatkan Rasa Aman Masyarakat di Papua Tengah Perbesar

PAPUA – Komitmen menjaga stabilitas keamaman kembali dibuktikan melalui langkah tegas TNI dalam menghadapi kelompok separatis bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM). Operasi penindakan yang dilakukan pada 22 dan 23 Juli 2025 di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, tepatnya di Kampung Kunga, Distrik Ilaga, dan Kampung Gunalu, Distrik Onerik, berhasil melumpuhkan dua tokoh OPM, Lison Murib dan Alena Murib.

Keduanya dikenal sebagai pelaku utama berbagai aksi teror terhadap masyarakat sipil dan aparat keamanan di wilayah Pegunungan Tengah Papua. Operasi ini menjadi bukti bahwa negara tidak tinggal diam terhadap ancaman yang merongrong integritas bangsa.

“Operasi ini dilakukan dengan mengedepankan prinsip hukum, profesionalisme, dan menghormati nilai-nilai kemanusiaan,” ujar Kapuspen TNI, Mayjen TNI Kristomei Sianturi.

Ia menambahkan bahwa langkah TNI tidak hanya semata bersifat ofensif, tetapi juga strategis untuk mengamankan masyarakat dari ancaman nyata yang dilakukan oleh kelompok bersenjata. Setiap tindakan dilakukan sesuai hukum, guna memastikan legitimasi dan akuntabilitas operasi.

“Kami ingin masyarakat tahu bahwa TNI tidak bertindak semena-mena, dan setiap tindakan kami punya dasar hukum yang jelas,” pungkasnya.

Selain dua pelaku, operasi tersebut juga mengungkap berbagai barang bukti seperti senjata tajam, amunisi, dokumen organisasi, bendera Bintang Kejora, dan uang tunai yang diduga berasal dari praktik pemerasan terhadap warga sipil.

“Kami menemukan bukti kuat bahwa kelompok ini bukan hanya bergerak dalam kekerasan, tetapi juga melakukan pemerasan dan intimidasi terhadap masyarakat,” lanjut Mayjen TNI Kristomei Sianturi.

Temuan ini memperkuat analisis bahwa aktivitas separatis OPM bukan sekadar ideologi, tetapi juga bertumpu pada struktur yang memanfaatkan kekerasan dan simbolisme untuk menciptakan ketakutan.

“Barang bukti yang kami amankan mengonfirmasi adanya upaya sistematis untuk melemahkan negara lewat kekerasan dan provokasi,” tambahnya.

Meski tegas dalam penindakan, TNI juga terus melakukan berbagai pendekatan. Hal ini sebagai upaya holistik meningkatkan rasa amana bagi masyarakat serta menjamin kelancaran pembangunan.

Dengan demikian, langkah TNI bukan hanya tindakan pertahanan negara, tetapi juga bentuk perlindungan dan harapan bagi rakyat Papua menuju kehidupan yang damai dan bermartabat.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pastor Catto Ajak Masyarakat Papua Bersatu Dukung PSN Demi Kesejahteraan Bersama

20 April 2026 - 01:21

PSN Dorong Transformasi Pembangunan Papua Menuju Keadilan Sosial

20 April 2026 - 01:21

Ketua Lempeng Papua Apresiasi Percepatan Pembangungan Papua

20 April 2026 - 01:21

Ketua Lempeng Papua Dorong Dukungan Kolektif terhadap Akselerasi Pembangunan Papua

20 April 2026 - 01:21

Relaunching AMANAH Kian Dekat, 45 Produk UMKM Terverifikasi Siap Dorong Ekonomi Pemuda

19 April 2026 - 11:38

Trending on Berita