Menu ✖

Dark Mode
Program MBG Menjadi Fondasi Strategis Generasi Emas dan Pemerataan Ekonomi Nasional Peningkatan Kualitas MBG sebagai Investasi Gizi dan Pendidikan Karakter Anak Indonesia Mengapresiasi Pembenahan Tata Kelola MBG untuk Pelayanan yang Lebih Baik Dua Tahun Prabowo-Gibran, Perluasan MBG Perkuat Pemerataan Gizi di Papua Dua Tahun Prabowo-Gibran, MBG Perluas Jangkauan hingga Papua Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pemerintah Perluas Akses Gizi di Papua melalui MBG

Berita

Kesejahteraan Buruh Jadi Prioritas, Stabilitas Sosial Tetap Dijaga

badge-check


					Kesejahteraan Buruh Jadi Prioritas, Stabilitas Sosial Tetap Dijaga Perbesar

Jakarta – Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional, pemerintah menempatkan isu kesejahteraan buruh sebagai fokus perhatian, yang diwujudkan melalui penguatan dialog dengan para pemangku kepentingan, serta dorongan terhadap peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) agar lebih adaptif menghadapi perubahan.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menekankan bahwa hubungan industrial yang sehat hanya dapat dibangun melalui kolaborasi erat antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja.

Oleh karena itu, Kementerian Ketenagakerjaan membuka ruang seluas-luasnya bagi serikat pekerja untuk memberikan masukan terhadap berbagai regulasi ketenagakerjaan yang tengah dibahas.

“Semangat kita sama, yaitu memajukan industri sekaligus menyejahterakan pekerja. Kami membuka ruang seluas-luasnya untuk masukan dan rekomendasi terbaik,” tegas Yassierli.

Seiring dengan dinamika global dan percepatan digitalisasi, pemerintah juga mendorong pekerja untuk meningkatkan kompetensi agar tetap kompetitif.

Menurut Yassierli, transformasi dunia kerja yang dipengaruhi perkembangan kecerdasan buatan (AI) menuntut tenaga kerja Indonesia untuk terus beradaptasi.

“Pekerja Indonesia harus memiliki daya saing dan kompetensi yang kuat. Serikat pekerja memiliki peran strategis dalam menyiapkan anggotanya menghadapi perubahan ini,” tegasnya.

Sebagai bentuk dukungan konkret, pemerintah memperluas program pelatihan berbasis kebutuhan industri, mencakup peningkatan keterampilan teknis dan nonteknis, sertifikasi kompetensi, edukasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), hingga penguatan produktivitas kerja.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan posisi tawar pekerja sekaligus mendukung pertumbuhan industri nasional.

Selain peningkatan kompetensi, pemerintah juga memperkuat perlindungan sosial melalui optimalisasi manfaat Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) serta perluasan perlindungan bagi pekerja sektor informal dan platform digital, termasuk pengemudi dan kurir daring.

Di sisi legislasi, pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan yang baru terus berjalan di DPR RI.

Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani, menyatakan bahwa revisi regulasi tersebut difokuskan pada keseimbangan kepentingan antara pekerja dan pengusaha.

“Kami telah mengundang berbagai pihak, termasuk serikat buruh dan pengusaha, untuk memastikan masukan yang komprehensif dalam proses pembahasan,” ujarnya.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan, Indra, menegaskan bahwa pemerintah mengedepankan prinsip partisipasi bermakna dalam penyusunan regulasi.

Melalui pelibatan aktif seluruh pemangku kepentingan, pemerintah optimistis dapat melahirkan undang-undang ketenagakerjaan yang lebih berkeadilan.

“Melalui pelibatan aktif berbagai pihak, kami optimistis regulasi ketenagakerjaan yang baru akan mampu menjawab tantangan dunia kerja sekaligus meningkatkan kesejahteraan pekerja,” pungkas Indra.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Dua Tahun Prabowo-Gibran, MBG Perluas Jangkauan hingga Papua

8 October 2026 - 06:41

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pemerintah Perluas Akses Gizi di Papua melalui MBG

8 October 2026 - 06:41

BGN Perbaharui PKS dengan Mitra Pengelola Dapur SPPG Demi Perbaikan Tata Kelola

8 October 2026 - 06:41

BGN Hadirkan 13 SPPG Baru untuk Perluas Jangkauan MBG di Papua

8 October 2026 - 06:41

Dua Tahun Prabowo-Gibran, MBG Jadi Bukti Program Prioritas Berorientasi Rakyat

8 October 2026 - 06:41

Trending on Berita