Menu

Dark Mode
Deepfake Kian Sulit Dikenali, MAFINDO: Perang Informasi Setara Ancaman Darat, Laut, dan Udara Ruang Digital Sehat Jadi Benteng Hadapi Hoaks dan Manipulasi Informasi Pemerintah Perkuat Tata Kelola AI dan Ruang Digital Hadapi Ancaman Deepfake Waspada Ancaman Deepfake, Pakar Dorong Pemerintah Perkuat Regulasi demi Ketahanan Informasi Nasional Kolaborasi Hadapi Ancaman Deepfake Perkuat Ketahanan Informasi Nasional Penguatan Resiliensi Media Bentengi Ruang Digital dari Hoaks dan Provokasi

Berita

Sekolah Garuda Dinilai Perkuat Transisi Menuju Pendidikan Bermutu

badge-check


					Sekolah Garuda Dinilai Perkuat Transisi Menuju Pendidikan Bermutu Perbesar

JAKARTA — Program Sekolah Garuda yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dinilai menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperkuat transisi menuju sistem pendidikan nasional yang lebih bermutu dan berdaya saing global.

Program ini dirancang sebagai ekosistem terintegrasi yang mencakup pembangunan sekolah unggulan baru, penguatan sekolah yang telah ada, serta dukungan keberlanjutan hingga ke jenjang pendidikan tinggi.

Sebagai bagian dari penguatan ekosistem tersebut, pemerintah meluncurkan program SMA Unggul Garuda Transformasi (SUGT) 2026.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menegaskan bahwa program SUGT merupakan instrumen penting dalam membangun keterhubungan antara pendidikan menengah dan pendidikan tinggi.

“Program ini dirancang untuk mendorong lahirnya lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat dan siap bersaing di tingkat global,” ujarnya.

Brian menegaskan bahwa program SMA Unggul Garuda Transformasi menyasar SMA/MA dengan rekam jejak prestasi akademik yang kuat.

“Sekolah terpilih akan mendapatkan penguatan melalui berbagai intervensi strategis, mulai dari peningkatan kapasitas guru, pengayaan kurikulum berbasis sains dan teknologi, hingga pembinaan siswa agar mampu menembus perguruan tinggi terbaik dunia,” ungkapnya.

Dirjen Sains dan Teknologi, Ahmad Najib Burhani, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari pengembangan ekosistem Sekolah Garuda secara bertahap.

“Tahun ini ada rencana penambahan sekitar 30 sekolah baru sebagai bagian dari pengembangan hingga 80 sekolah pada 2029,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi kunci dalam menghadirkan pengayaan yang komprehensif.

Sejumlah kampus terkemuka seperti Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, IPB University, Universitas Negeri Jakarta, dan Universitas Padjadjaran turut terlibat dalam mendukung peningkatan kapasitas sekolah, guru, dan peserta didik.

Berbagai program penguatan tersebut mencakup pelatihan internasional bagi guru seperti SAT dan IELTS, riset kolaboratif, penguatan kompetensi STEM, hingga pengembangan soft skills dan personal branding siswa.

Sementara itu, Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif, Ardi Findyartini, menambahkan bahwa program ini bertumpu pada tiga pilar utama.

“Program ini dirancang untuk memastikan setiap siswa memiliki peluang yang sama untuk berkembang menjadi pemimpin masa depan,” tuturnya.

Sejak diluncurkan pada 2025, program ini telah menjangkau 12 sekolah dan memberikan dampak pengimbasan kepada 680 SMA/MA di berbagai daerah.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Deepfake Kian Sulit Dikenali, MAFINDO: Perang Informasi Setara Ancaman Darat, Laut, dan Udara

17 July 2026 - 01:00

Ruang Digital Sehat Jadi Benteng Hadapi Hoaks dan Manipulasi Informasi

17 July 2026 - 01:00

Pemerintah Perkuat Tata Kelola AI dan Ruang Digital Hadapi Ancaman Deepfake

17 July 2026 - 01:00

Waspada Ancaman Deepfake, Pakar Dorong Pemerintah Perkuat Regulasi demi Ketahanan Informasi Nasional

17 July 2026 - 01:00

Kolaborasi Hadapi Ancaman Deepfake Perkuat Ketahanan Informasi Nasional

17 July 2026 - 01:00

Trending on Berita