Menu

Dark Mode
Aksi BEM UI Jadi Sorotan, Ketertiban dan Kenyaman Publik Harus Dijaga Aksi BEM UI Jadi Perhatian, Masyarakat Diimbau Bijak Menyikapi Informasi Tolak Provokasi dan Aksi Anarkis BEM UI, Jaga Kemerdekaan Tetap Kondusif Waspadai Provokasi dan Disinformasi di Tengah Dinamika Aksi BEM UI RAPBN 2027 Fokus pada Pangan, Energi, Pendidikan, Kesehatan, dan Hilirisasi RAPBN 2027 Targetkan Kemiskinan Turun dan Pengangguran Menurun

Berita

Program Sekolah Rakyat Dorong Pembiasaan Hidup Bersih, Mandiri, dan Gotong Royong

badge-check


					Program Sekolah Rakyat Dorong Pembiasaan Hidup Bersih, Mandiri, dan Gotong Royong Perbesar

JAKARTA – Program Sekolah Rakyat yang diinisiasi pemerintah tidak hanya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter melalui pembiasaan hidup bersih, mandiri, disiplin, dan gotong royong. Program ini diharapkan mampu melahirkan generasi unggul sekaligus memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

Komitmen tersebut terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Kementerian Sosial (Kemensos) membuka peluang kerja sama dengan Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Visi Nusantara Bogor untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat desa serta memperluas akses pendidikan tinggi bagi lulusan Sekolah Rakyat.

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang dirancang untuk memutus transmisi kemiskinan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

“Sekolah Rakyat ini program prioritas Bapak Presiden yang dimaksudkan untuk memutus transmisi kemiskinan. Presiden tidak ingin kalau orang tuanya miskin, anaknya ikut miskin,” ujar Agus Jabo.

Menurutnya, pengentasan kemiskinan tidak cukup hanya mengandalkan bantuan sosial, melainkan harus diperkuat dengan program pemberdayaan yang mampu menciptakan kemandirian masyarakat.

“Saya berkomitmen sama Pak Menteri, kalau kemudian bansos terus-menerus dipertahankan ini tidak produktif. Kita mau hijrah. Masyarakat miskin yang masih produktif kita intervensi, kita berdayakan,” katanya.

Selain memberikan pendidikan formal, Sekolah Rakyat juga membangun kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari. Para siswa dibimbing untuk menerapkan pola hidup bersih, menjaga kesehatan, bertanggung jawab terhadap lingkungan, serta memperkuat semangat gotong royong sebagai bagian dari pembentukan karakter.

Dukungan terhadap program tersebut juga disampaikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi saat meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi 41 Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.

“Sekolah Rakyat menjadi langkah strategis untuk menciptakan generasi emas yang unggul dan berkualitas,” ujar Arifah.

Ia menegaskan bahwa pemenuhan hak anak melalui pendidikan, kesehatan, dan gizi yang memadai menjadi fondasi penting dalam menyiapkan pemimpin bangsa di masa depan.

Melalui pembentukan karakter yang menekankan hidup bersih, kemandirian, dan gotong royong, Sekolah Rakyat diharapkan mampu mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kesiapan menjadi agen perubahan bagi masyarakat.

(*/rls)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Aksi BEM UI Jadi Sorotan, Ketertiban dan Kenyaman Publik Harus Dijaga

18 August 2026 - 06:05

Aksi BEM UI Jadi Perhatian, Masyarakat Diimbau Bijak Menyikapi Informasi

18 August 2026 - 06:05

RAPBN 2027 Fokus pada Pangan, Energi, Pendidikan, Kesehatan, dan Hilirisasi

18 August 2026 - 06:05

RAPBN 2027 Targetkan Kemiskinan Turun dan Pengangguran Menurun

18 August 2026 - 06:05

Kondisi Aceh Kondusif, Semua Pihak Diminta Rawat Persatuan dan Keamanan

18 August 2026 - 06:05

Trending on Berita