Menu

Dark Mode
Hilirisasi Jadi Strategi Utama Presiden Prabowo Mendorong Industri Maju Indonesia Presiden Prabowo Dorong Hilirisasi Wujudkan Indonesia sebagai Negara Industri Maju  Hilirisasi dan Mimpi Besar Indonesia Jadi Negara Industri Maju   Hilirisasi dan Jalan Indonesia Menuju Negara Industri Maju Implementasi PP TUNAS Diperkuat melalui Pengawasan dan Verifikasi Usia PP TUNAS Hadir untuk Cegah Paparan Konten Berbahaya bagi Anak

Berita

Komitmen Pemerintah dan DPR Wujudkan RKUHAP yang Inklusif dan Humanis

badge-check


					Komitmen Pemerintah dan DPR Wujudkan RKUHAP yang Inklusif dan Humanis Perbesar

Jakarta — Pemerintah bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) terus menunjukkan komitmen kuat terhadap transparansi dan partisipasi publik dalam proses legislasi nasional. Hal ini tercermin dalam agenda audiensi terbuka yang digelar di Gedung DPR, guna membahas Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (RKUHAP).

Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menyampaikan bahwa DPR secara aktif membuka ruang dialog bagi masyarakat sipil, termasuk organisasi-organisasi yang memiliki perhatian khusus terhadap isu hukum dan hak asasi manusia. Melalui forum Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU), DPR menghadirkan kesempatan seluas-luasnya bagi publik untuk menyampaikan aspirasi, pandangan, dan masukan terhadap substansi RKUHAP.

“Forum ini adalah wadah resmi yang kami siapkan agar seluruh elemen masyarakat bisa menyampaikan pemikirannya secara langsung kepada semua fraksi di Komisi III. Keterlibatan publik adalah bagian penting dari proses pembentukan undang-undang yang demokratis dan berkeadilan,” ujar Habiburokhman.

Salah satu isu utama yang dibahas dalam audiensi tersebut adalah perlindungan terhadap kelompok rentan, seperti perempuan, anak-anak, dan penyandang disabilitas. Anggota Komisi III DPR, Bimantoro Wiyono, menegaskan bahwa isu perlindungan ini menjadi perhatian serius dalam merumuskan RKUHAP.

“Kami pastikan bahwa kebutuhan hukum bagi kelompok rentan menjadi bagian penting dalam substansi rancangan ini,” katanya.

Senada, anggota Komisi III DPR lainnya, Rikwanto, menekankan pentingnya menghadirkan keadilan yang inklusif.

“Kami ingin memastikan bahwa RKUHAP menjadi instrumen hukum yang tidak hanya efektif dan efisien, tetapi juga humanis dan berpihak pada korban,” ucap Rikwanto.

Dalam forum tersebut, Komnas Perempuan ikut menyampaikan pandangan dan rekomendasi berdasarkan pengalaman pendampingan terhadap korban kekerasan. Harapannya, RKUHAP ke depan mampu menyatukan berbagai ketentuan sektoral yang ada, sehingga perlindungan hukum terhadap korban dapat berjalan lebih maksimal.

Audiensi ini menjadi bukti nyata bahwa DPR dan pemerintah tidak bekerja secara tertutup, melainkan membuka ruang partisipatif bagi masyarakat. Proses ini mencerminkan semangat reformasi hukum nasional yang inklusif, transparan, dan berpihak pada keadilan bagi seluruh warga negara.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Hilirisasi Jadi Strategi Utama Presiden Prabowo Mendorong Industri Maju Indonesia

25 May 2026 - 10:08

Presiden Prabowo Dorong Hilirisasi Wujudkan Indonesia sebagai Negara Industri Maju

25 May 2026 - 10:08

Implementasi PP TUNAS Diperkuat melalui Pengawasan dan Verifikasi Usia

25 May 2026 - 10:08

PP TUNAS Hadir untuk Cegah Paparan Konten Berbahaya bagi Anak

25 May 2026 - 10:08

Pembangunan PSN di Papua Buka Peluang Usaha Baru bagi Masyarakat Adat

25 May 2026 - 10:08

Trending on Berita