Menu ✖

Dark Mode
Prabowo Perkuat Bantuan Pangan dan Subsidi Upah bagi Kelompok Rentan Pemerintah Gelontorkan Bantuan Pangan dan Subsidi Upah Kuartal IV Prabowo Memilih Bantuan Pangan dan Subsidi Upah untuk Memastikan Rakyat Tetap Bertahan   Bantuan Pangan dan Subsidi Upah: Sinyal Kuat Pemerintah Tidak Membiarkan Rakyat Sendiri   Sertifikasi Halal MBG Didorong untuk Seluruh Dapur SPPG Pemerintah Siapkan Regulasi Teknis Sertifikasi Halal MBG

Berita

Jelang May Day 2026, Pemerintah Tegaskan Dukungan untuk Buruh lewat Museum Marsinah

badge-check


					Jelang May Day 2026, Pemerintah Tegaskan Dukungan untuk Buruh lewat Museum Marsinah Perbesar

Jakarta – Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026, pemerintah menegaskan komitmen kuat dalam memperjuangkan kesejahteraan pekerja melalui langkah nyata yang terukur dan berkelanjutan. Momentum ini menjadi simbol penguatan hubungan antara negara dan kaum buruh dalam menghadapi tantangan ekonomi serta mendorong pembangunan industri yang lebih inklusif.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, menyampaikan bahwa Presiden Prabowo dijadwalkan menghadiri peringatan May Day di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, yang diperkirakan diikuti sekitar 200.000 buruh dari berbagai daerah. Kehadiran Presiden di tengah para pekerja dinilai sebagai bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap aspirasi buruh sekaligus penguatan dialog sosial yang konstruktif.

“Presiden Prabowo Subianto akan berada di Monas untuk merayakan May Day bersama 200.000 buruh,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden akan menyampaikan arah kebijakan pemerintah dalam memperkuat perlindungan tenaga kerja, meningkatkan kesejahteraan, serta menciptakan iklim ketenagakerjaan yang lebih adil dan berkelanjutan. Kehadiran ini mencerminkan pendekatan pemerintah yang tidak hanya responsif, tetapi juga partisipatif dalam merumuskan kebijakan yang berdampak langsung bagi pekerja.

Usai agenda di Jakarta, Presiden bersama pimpinan serikat buruh nasional akan melanjutkan kegiatan ke Nganjuk untuk meresmikan Museum Ibu Marsinah. Peresmian ini menjadi simbol penghormatan terhadap sejarah perjuangan buruh di Indonesia, sekaligus memperkuat nilai-nilai keadilan sosial dalam sistem ketenagakerjaan. Andi Gani Nena Wea menegaskan bahwa kehadiran pemerintah dan tokoh buruh dalam agenda tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga semangat perjuangan pekerja.

“Kami bersama Bapak Presiden dan seluruh pimpinan buruh akan hadir untuk meresmikan Museum Ibu Marsinah sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan buruh,” jelasnya.

Museum Marsinah diharapkan tidak hanya menjadi monumen sejarah, tetapi juga pusat edukasi yang menginspirasi generasi pekerja masa kini dan mendatang. Dengan mengangkat nilai keberanian dan keteguhan, museum ini menjadi pengingat penting bahwa pembangunan ekonomi harus berjalan seiring dengan perlindungan hak-hak pekerja.

Peringatan May Day 2026 juga menjadi ruang strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan serikat pekerja. Sinergi ini diyakini mampu menciptakan iklim ketenagakerjaan yang kondusif serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif. Dengan langkah yang terarah dan kolaboratif, pemerintah menegaskan bahwa kesejahteraan buruh merupakan bagian integral dari kemajuan bangsa.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Prabowo Perkuat Bantuan Pangan dan Subsidi Upah bagi Kelompok Rentan

2 October 2026 - 22:26

Pemerintah Gelontorkan Bantuan Pangan dan Subsidi Upah Kuartal IV

2 October 2026 - 22:26

Sertifikasi Halal MBG Didorong untuk Seluruh Dapur SPPG

2 October 2026 - 22:25

Pemerintah Siapkan Regulasi Teknis Sertifikasi Halal MBG

2 October 2026 - 22:25

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Integritas Pemerintahan Dinilai Makin Menguat

2 October 2026 - 22:25

Trending on Berita