Menu

Dark Mode
Deepfake Kian Sulit Dikenali, MAFINDO: Perang Informasi Setara Ancaman Darat, Laut, dan Udara Ruang Digital Sehat Jadi Benteng Hadapi Hoaks dan Manipulasi Informasi Pemerintah Perkuat Tata Kelola AI dan Ruang Digital Hadapi Ancaman Deepfake Waspada Ancaman Deepfake, Pakar Dorong Pemerintah Perkuat Regulasi demi Ketahanan Informasi Nasional Kolaborasi Hadapi Ancaman Deepfake Perkuat Ketahanan Informasi Nasional Penguatan Resiliensi Media Bentengi Ruang Digital dari Hoaks dan Provokasi

Berita

Harga Cabai dan Telur Terkendali di Sejumlah Daerah Jelang Nataru

badge-check


					Harga Cabai dan Telur Terkendali di Sejumlah Daerah Jelang Nataru Perbesar

Jakarta – Pemerintah memastikan stabilitas harga pangan strategis tetap terjaga menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Sejumlah komoditas utama seperti cabai dan telur dilaporkan berada dalam kondisi terkendali di berbagai daerah, seiring dengan ketersediaan stok nasional yang dinilai aman. Pemerintah juga mengingatkan pelaku usaha agar tidak memainkan harga karena dapat merugikan masyarakat.

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa seluruh pedagang wajib mematuhi ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah. Ia menekankan bahwa pengawasan akan diperketat menjelang Nataru, mengingat periode tersebut biasanya diikuti dengan peningkatan permintaan bahan pangan. “Semua sudah jelas aturannya. Harga harus sesuai HET. Jika masih ada yang melanggar, Satgas Pangan akan turun langsung,” kata Amran.

Amran juga memastikan bahwa pemerintah memiliki instrumen yang cukup untuk menjaga stabilitas harga, mulai dari pengawasan distribusi hingga penindakan tegas terhadap praktik spekulasi. Menurutnya, ketersediaan pangan nasional saat ini berada dalam kondisi aman dan terkendali, sehingga tidak ada alasan bagi pedagang untuk menaikkan harga secara tidak wajar.

Di tingkat daerah, upaya pengendalian harga juga terus dilakukan. Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, bersama tim Satgas Pangan melakukan peninjauan langsung ke pasar tradisional dan gudang distributor untuk memastikan ketersediaan serta harga bahan pokok. Hasil peninjauan menunjukkan bahwa harga cabai merah di Riau cenderung mengalami penurunan. “Harga cabai merah saat ini turun menjadi sekitar Rp75 ribu per kilogram. Sementara harga bawang juga sudah mulai stabil,” ujar SF Hariyanto.

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Riau terus berupaya menjamin pasokan bahan pokok agar kebutuhan masyarakat terpenuhi menjelang hari besar keagamaan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mendatangkan pasokan cabai merah dari Pulau Jawa. “Sudah kita datangkan dari Pulau Jawa, agar stok cabai merah di Riau aman dan kebutuhan masyarakat terpenuhi,” ungkapnya.

Sementara itu, kondisi serupa juga terlihat pada komoditas telur ayam ras. Ketua Umum Pinsar Petelur Nasional (PPN), Yudianto Yosgiarso, menyebut harga telur saat ini cenderung melandai dan menampik adanya kenaikan signifikan di tingkat peternak. “Untuk harga telur mulai melandai. Kalau seandainya dikabarkan bahwa harga telur mencapai di atas Rp30.000, pasti pelakunya bukan peternak,” ujarnya.

Dengan pengawasan ketat dari pemerintah pusat dan daerah serta peran aktif pelaku usaha yang patuh terhadap aturan, pemerintah optimistis stabilitas harga pangan dapat terus terjaga hingga perayaan Nataru, sehingga masyarakat dapat merayakan hari besar dengan tenang dan nyaman. (*)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Deepfake Kian Sulit Dikenali, MAFINDO: Perang Informasi Setara Ancaman Darat, Laut, dan Udara

17 July 2026 - 01:00

Ruang Digital Sehat Jadi Benteng Hadapi Hoaks dan Manipulasi Informasi

17 July 2026 - 01:00

Pemerintah Perkuat Tata Kelola AI dan Ruang Digital Hadapi Ancaman Deepfake

17 July 2026 - 01:00

Waspada Ancaman Deepfake, Pakar Dorong Pemerintah Perkuat Regulasi demi Ketahanan Informasi Nasional

17 July 2026 - 01:00

Kolaborasi Hadapi Ancaman Deepfake Perkuat Ketahanan Informasi Nasional

17 July 2026 - 01:00

Trending on Berita