Menu

Dark Mode
Hilirisasi Riset 2026 Diperkuat untuk Ketahanan Energi, Kesehatan, dan Pangan Hilirisasi Riset dan Jalan Baru Menjadikan Kampus sebagai Mesin Inovasi Nasional Dari Laboratorium ke Industri: Momentum Hilirisasi Riset Indonesia CKG Diperkuat dengan Deteksi Kusta di Faskes Dasar Pemerintah Dorong Hilirisasi Riset Tahap II untuk Percepat Inovasi Siap Industri Pemerintah Integrasikan Skrining Kusta dalam CKG untuk Kejar Eliminasi 2030

Berita

CKG Diperkuat dengan Deteksi Kusta di Faskes Dasar

badge-check


					CKG Diperkuat dengan Deteksi Kusta di Faskes Dasar Perbesar

Jakarta – Pemerintah memperkuat deteksi dini kusta melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di fasilitas kesehatan dasar sebagai bagian dari upaya mempercepat eliminasi kusta di Indonesia. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan penemuan kasus secara dini sehingga pengobatan dapat segera diberikan dan penularan dapat dicegah.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa kusta selama ini sering dikaitkan dengan stigma sosial, padahal penyakit tersebut disebabkan oleh bakteri dan dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tersedia..

“Kusta ini sering diasosiasikan dengan negara miskin karena sejak ribuan tahun lalu penyakit ini tidak bisa dijelaskan secara ilmiah sehingga muncul berbagai stigma. Padahal sekarang kita sudah tahu penyebabnya adalah bakteri dan obatnya sudah tersedia,” ujarnya.

Menurut Menkes, stigma terhadap kusta masih menjadi salah satu hambatan dalam penanganan penyakit tersebut. Padahal, deteksi dini sangat penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan dan mencegah penularan.

Ia juga menegaskan bahwa meningkatnya temuan kasus menunjukkan sistem deteksi berjalan efektif dan mampu menjangkau masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan.

“Strateginya jelas: temukan sebanyak-banyaknya, obati sampai selesai, dan berikan pencegahan kepada kontak erat pasien. Dengan cara ini penularan bisa dihentikan,” ujar Menkes Budi.

Untuk mendukung strategi tersebut, Kementerian Kesehatan memperkuat layanan skrining melalui program CKG yang dilaksanakan di fasilitas kesehatan dasar. Program ini menjadi instrumen penting untuk menemukan kasus lebih awal sehingga pasien dapat segera memperoleh pengobatan dan mencegah terjadinya komplikasi maupun penularan lanjutan.

Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan, Lucia Rizka Andalusia, mengatakan bahwa penguatan CKG dilakukan berdasarkan pola penyakit yang ditemukan di masyarakat sehingga layanan pemeriksaan dapat semakin tepat sasaran.

“Ada beberapa penambahan pemeriksaan yang dilakukan berdasarkan pola penyakit yang ada dan juga temuannya. Karena itu, ada penambahan pemeriksaan untuk scabies, kusta, dan frambusia,” kata Lucia.

Penambahan pemeriksaan tersebut memperkuat layanan kesehatan primer dalam mendeteksi kusta lebih dini sehingga pengobatan dapat segera diberikan dan penularan dapat dicegah.

Melalui penguatan CKG, perluasan skrining, dan edukasi masyarakat, pemerintah optimistis target eliminasi kusta dapat tercapai. Dukungan masyarakat dalam menghapus stigma dan melakukan pemeriksaan dini menjadi kunci memutus rantai penularan.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Hilirisasi Riset 2026 Diperkuat untuk Ketahanan Energi, Kesehatan, dan Pangan

18 July 2026 - 23:21

Pemerintah Dorong Hilirisasi Riset Tahap II untuk Percepat Inovasi Siap Industri

18 July 2026 - 23:21

Pemerintah Integrasikan Skrining Kusta dalam CKG untuk Kejar Eliminasi 2030

18 July 2026 - 23:21

Presiden Prabowo Perkuat Perlindungan Nelayan lewat BBM Khusus dan Cold Storage

18 July 2026 - 23:20

Pemerintah Pacu Modernisasi Kapal Ikan untuk Nelayan Lokal

18 July 2026 - 23:20

Trending on Berita