Menu

Dark Mode
HUT ke-81 RI Dijaga Aman, Masyarakat Diimbau Utamakan Informasi Terverifikasi HUT RI Dipastikan Aman, Publik Diminta Tak Terprovokasi Rayakan Dengan Gembira, Bersama Menjaga Kondusivitas Hari Kemerdekaan Keamanan Nasional Terjaga Menjelang Perayaan HUT RI Kinerja Danantara Dinilai Makin Positif, Berhasil Kelola Aset Negara secara Produktif Danantara Tunjukkan Kinerja Positif sebagai Mesin Investasi Strategis Negara

Berita

Pemerintah Integrasikan Skrining Kusta dalam CKG untuk Kejar Eliminasi 2030

badge-check


					Pemerintah Integrasikan Skrining Kusta dalam CKG untuk Kejar Eliminasi 2030 Perbesar

Jakarta- Pemerintah terus memperkuat langkah menuju target eliminasi kusta pada 2030 dengan mengintegrasikan skrining kusta ke dalam Program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Kebijakan tersebut diharapkan mampu mempercepat penemuan kasus secara dini, memperluas akses pengobatan, sekaligus memutus rantai penularan penyakit yang hingga kini masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di berbagai daerah. Integrasi skrining kusta dalam CKG juga menjadi bagian dari strategi nasional untuk memperkuat layanan kesehatan dasar yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa pemerintah menargetkan peningkatan penemuan kasus kusta hingga sekitar 37 ribu kasus sesuai estimasi jumlah penderita yang ada di Indonesia. Menurutnya, masih banyak kasus yang belum terdeteksi sehingga berpotensi terus menularkan penyakit kepada masyarakat. “Kita ingin penemuannya, kan sekarang 14 ribu, kita ingin segera dinaikkan ke 37 ribuan karena estimasinya itu 37 ribu. Kalau yang ketemu cuma 14 ribu, sisanya kan nggak ketemu itu masih menularkan,” ujar Budi Gunadi Sadikin. Untuk mendorong pencapaian tersebut, Kementerian Kesehatan juga akan memberikan apresiasi kepada puskesmas yang berhasil menemukan kasus terbanyak melalui program penghargaan pada peringatan Hari Kesehatan Nasional mendatang.

Menurut Menkes, percepatan deteksi menjadi langkah paling efektif dalam mengakhiri penyebaran kusta karena penyakit tersebut dapat disembuhkan melalui pengobatan antibiotik yang tersedia. Ia menjelaskan bahwa setelah pasien mulai menjalani terapi sesuai ketentuan, risiko penularan dapat dihentikan sehingga semakin cepat kasus ditemukan maka semakin besar peluang Indonesia mencapai eliminasi kusta pada 2030. Integrasi skrining ke dalam Program CKG dinilai menjadi terobosan penting karena memungkinkan pemeriksaan dilakukan secara lebih luas bersamaan dengan layanan kesehatan preventif lainnya.

Komitmen pemerintah pusat tersebut mendapat dukungan dari pemerintah daerah. Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Papua Selatan Benedicta Herlina Rahangiar mengajak masyarakat memanfaatkan Program CKG sebagai sarana deteksi dini berbagai penyakit menular. “Melalui pemeriksaan kesehatan gratis secara rutin maka penyakit dapat ditemukan lebih awal sehingga pengobatan bisa segera diberikan dan penularan bisa dicegah,” katanya.

Pemerintah juga mendorong sinergi lintas sektor guna memastikan upaya percepatan eliminasi kusta berjalan efektif hingga ke tingkat daerah. Pertemuan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan akan terus dilakukan agar pelaksanaan skrining, edukasi masyarakat, penanganan pasien, serta penyediaan layanan kesehatan berlangsung secara terpadu.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

HUT ke-81 RI Dijaga Aman, Masyarakat Diimbau Utamakan Informasi Terverifikasi

15 August 2026 - 22:37

HUT RI Dipastikan Aman, Publik Diminta Tak Terprovokasi

15 August 2026 - 22:37

Kinerja Danantara Dinilai Makin Positif, Berhasil Kelola Aset Negara secara Produktif

15 August 2026 - 22:36

Danantara Tunjukkan Kinerja Positif sebagai Mesin Investasi Strategis Negara

15 August 2026 - 22:36

Presiden Prabowo Dorong Percepatan B50 dan Persiapan Mandatori Bioetanol

15 August 2026 - 22:36

Trending on Berita