Menu

Dark Mode
Resiliensi Media Perkuat Pertahanan Semesta di Era Digital Resiliensi Media Jadi Kunci, IJTI Ingatkan Ancaman Hoaks di Era Digital Resiliensi Media Jadi Pilar Pertahanan Semesta di Tengah Ancaman Hoaks dan Disinformasi IJTI Tekankan Literasi Digital sebagai Fondasi Resiliensi Media Resiliensi Media Perkuat Peran Jurnalisme Profesional di Era Digital Resiliensi Media Untuk Pertahanan Semesta

Berita

Pemerintah Integrasikan Skrining Kusta dalam CKG untuk Kejar Eliminasi 2030

badge-check


					Pemerintah Integrasikan Skrining Kusta dalam CKG untuk Kejar Eliminasi 2030 Perbesar

Jakarta- Pemerintah terus memperkuat langkah menuju target eliminasi kusta pada 2030 dengan mengintegrasikan skrining kusta ke dalam Program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Kebijakan tersebut diharapkan mampu mempercepat penemuan kasus secara dini, memperluas akses pengobatan, sekaligus memutus rantai penularan penyakit yang hingga kini masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di berbagai daerah. Integrasi skrining kusta dalam CKG juga menjadi bagian dari strategi nasional untuk memperkuat layanan kesehatan dasar yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa pemerintah menargetkan peningkatan penemuan kasus kusta hingga sekitar 37 ribu kasus sesuai estimasi jumlah penderita yang ada di Indonesia. Menurutnya, masih banyak kasus yang belum terdeteksi sehingga berpotensi terus menularkan penyakit kepada masyarakat. “Kita ingin penemuannya, kan sekarang 14 ribu, kita ingin segera dinaikkan ke 37 ribuan karena estimasinya itu 37 ribu. Kalau yang ketemu cuma 14 ribu, sisanya kan nggak ketemu itu masih menularkan,” ujar Budi Gunadi Sadikin. Untuk mendorong pencapaian tersebut, Kementerian Kesehatan juga akan memberikan apresiasi kepada puskesmas yang berhasil menemukan kasus terbanyak melalui program penghargaan pada peringatan Hari Kesehatan Nasional mendatang.

Menurut Menkes, percepatan deteksi menjadi langkah paling efektif dalam mengakhiri penyebaran kusta karena penyakit tersebut dapat disembuhkan melalui pengobatan antibiotik yang tersedia. Ia menjelaskan bahwa setelah pasien mulai menjalani terapi sesuai ketentuan, risiko penularan dapat dihentikan sehingga semakin cepat kasus ditemukan maka semakin besar peluang Indonesia mencapai eliminasi kusta pada 2030. Integrasi skrining ke dalam Program CKG dinilai menjadi terobosan penting karena memungkinkan pemeriksaan dilakukan secara lebih luas bersamaan dengan layanan kesehatan preventif lainnya.

Komitmen pemerintah pusat tersebut mendapat dukungan dari pemerintah daerah. Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Papua Selatan Benedicta Herlina Rahangiar mengajak masyarakat memanfaatkan Program CKG sebagai sarana deteksi dini berbagai penyakit menular. “Melalui pemeriksaan kesehatan gratis secara rutin maka penyakit dapat ditemukan lebih awal sehingga pengobatan bisa segera diberikan dan penularan bisa dicegah,” katanya.

Pemerintah juga mendorong sinergi lintas sektor guna memastikan upaya percepatan eliminasi kusta berjalan efektif hingga ke tingkat daerah. Pertemuan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan akan terus dilakukan agar pelaksanaan skrining, edukasi masyarakat, penanganan pasien, serta penyediaan layanan kesehatan berlangsung secara terpadu.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Resiliensi Media Perkuat Pertahanan Semesta di Era Digital

19 July 2026 - 13:18

Resiliensi Media Jadi Kunci, IJTI Ingatkan Ancaman Hoaks di Era Digital

19 July 2026 - 13:18

Resiliensi Media Jadi Pilar Pertahanan Semesta di Tengah Ancaman Hoaks dan Disinformasi

19 July 2026 - 13:17

IJTI Tekankan Literasi Digital sebagai Fondasi Resiliensi Media

19 July 2026 - 13:17

Resiliensi Media Perkuat Peran Jurnalisme Profesional di Era Digital

19 July 2026 - 13:17

Trending on Berita