Menu ✖

Dark Mode
Konsep Sekolah Rakyat Terintegrasi: Pendidikan Tak Lagi Terhambat Jarak dan Biaya Sekolah Rakyat Terintegrasi, Pendidikan yang Bermartabat Sekolah Rakyat Terintegrasi Dinilai Berhasil Tingkatkan Disiplin dan Kepercayaan Diri Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi Jakarta Tunjukkan Perkembangan Peserta Didik Pemerintah Siapkan Insentif Tekstil untuk Mendorong Ekspor dan Investasi Tax Holiday Industri Tekstil Dapat Menjadi Momentum Mendorong Investasi dan Lapangan Kerja

Berita

Resiliensi Media Perkuat Pertahanan Semesta di Era Digital

badge-check


					Resiliensi Media Perkuat Pertahanan Semesta di Era Digital Perbesar

Jakarta – Resiliensi media dinilai menjadi salah satu pilar penting dalam memperkuat sistem pertahanan semesta di tengah derasnya arus informasi digital. Kemampuan masyarakat untuk memilah informasi yang benar, didukung ekosistem media yang profesional dan bertanggung jawab, menjadi benteng utama dalam menghadapi ancaman misinformasi, disinformasi, serta hoaks yang dapat mengganggu stabilitas nasional.

Wakil Ketua Umum Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pusat, Wahyu Triyogo, mengatakan bahwa perkembangan teknologi digital telah mengubah secara fundamental lanskap media. Publik kini tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu memproduksi dan menyebarluaskan informasi secara mandiri melalui berbagai platform digital.

Perkembangan teknologi, khususnya dengan pesatnya pertumbuhan media sosial, menghadirkan tantangan baru dalam ekosistem informasi. Kehadiran media sosial telah mengubah lanskap media sehingga setiap individu dapat memproduksi dan menyebarkan informasi. Akibatnya terjadi tsunami informasi yang di dalamnya juga dipenuhi misinformasi dan disinformasi, ujar Wahyu.

Menurutnya, hoaks tidak lagi sekadar informasi yang menyesatkan, melainkan telah berkembang menjadi instrumen yang dapat memengaruhi opini publik, memecah belah masyarakat, hingga melemahkan persatuan bangsa. Oleh sebab itu, penguatan literasi media dan literasi informasi menjadi bagian penting dari upaya membangun ketahanan nasional.

Ancaman misinformasi dan disinformasi bukan lagi persoalan individu, tetapi dapat menjadi alat peperangan informasi yang mengancam stabilitas negara. Jika benteng pertahanan masyarakat tidak diperkuat, kita akan sangat mudah dihasut, diprovokasi, dimanipulasi, dan dipecah belah, tegasnya.

Wahyu juga mengapresiasi langkah pemerintah melalui Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS).

Menurutnya, regulasi tersebut menjadi bukti kehadiran negara dalam memastikan platform digital menjalankan tanggung jawabnya untuk melindungi masyarakat, terutama anak-anak.

PP TUNAS merupakan terobosan penting yang harus diimplementasikan secara konsisten. Pemerintah perlu memastikan seluruh platform digital, termasuk platform asing, mematuhi regulasi nasional dan bertanggung jawab atas konten yang beredar. Dengan demikian, ruang digital Indonesia akan menjadi lebih aman, sehat, dan mendukung terwujudnya pertahanan semesta yang tangguh di era digital, ujarnya.

Penguatan resiliensi media merupakan investasi strategis dalam membangun ketahanan informasi nasional.

Melalui sinergi pemerintah, insan pers, platform digital, akademisi, dan masyarakat, Indonesia diharapkan mampu mewujudkan ruang digital yang aman, sehat, dan bertanggung jawab sebagai fondasi kokoh bagi sistem pertahanan semesta di era digital.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jelang 2 Tahun Prabowo, Asta Cita Didorong Jadi Semangat Membangun Negeri

26 September 2026 - 00:00

Konsep Sekolah Rakyat Terintegrasi: Pendidikan Tak Lagi Terhambat Jarak dan Biaya

26 September 2026 - 00:00

Jelang 2 Tahun Prabowo Menjadi Ruang Mengawal Asta Cita agar Tepat Sasaran

26 September 2026 - 00:00

Pemerintah Pastikan Stok BBM Aman di Tengah Ketidakpastian Minyak Dunia

26 September 2026 - 00:00

Jelang 2 Tahun Prabowo, Asta Cita Dianggap Bisa Gerakkan Ekonomi Masyarakat

26 September 2026 - 00:00

Trending on Berita