Menu

Dark Mode
Threshold SLIK Rp1 Juta Perluas Akses Rumah Subsidi Pemerintah Perluas Akses Rumah Subsidi bagi Pekerja Informal dan Mitra Ojol Ojol, Rumah Subsidi, dan Pengakuan atas Kerja Sektor Informal Reformasi SLIK sebagai Dukungan Nyata untuk Program Rumah Subsidi   Spam Judol di Media Sosial Ditindak, Pemerintah Perkuat Resiliensi Media Digital Resiliensi Media Diperkuat, Kemkomdigi Gandeng Meta Atasi Spam Judi Daring

Berita

Hadapi Dampak Global, Magang Nasional Redam Ketegangan Generasi Muda

badge-check


					Hadapi Dampak Global, Magang Nasional Redam Ketegangan Generasi Muda Perbesar

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia di tengah tekanan ekonomi global dengan mengoptimalkan Program Magang Nasional. Langkah ini dinilai tidak hanya berdampak pada peningkatan kompetensi tenaga kerja, tetapi juga berperan dalam meredam potensi ketegangan sosial di kalangan generasi muda.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menyatakan bahwa pemerintah berencana menambah kuota peserta Program Magang Nasional untuk periode 2026–2027. Kebijakan ini diambil seiring tingginya minat pendaftar serta kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia agar mampu bersaing di pasar global.

“Kita melihat antusiasme yang sangat tinggi dari para pendaftar, sekaligus kebutuhan industri akan tenaga kerja yang siap pakai. Karena itu, penambahan kuota menjadi langkah strategis ke depan,” ujar Yassierli.

Selain itu, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) tengah mengevaluasi skema pembiayaan program, termasuk kemungkinan keterlibatan perusahaan dalam memberikan kontribusi terhadap uang saku peserta magang. Menurut Yassierli, partisipasi sektor industri menjadi penting untuk memperkuat ekosistem pelatihan kerja.

“Kita sedang mengkaji untuk melibatkan perusahaan lebih aktif, sehingga sudah mulai ada usulan nanti uang sakunya itu harus ada share kontribusi dari perusahaan, walaupun tentu tidak dominan,” kata Yassierli.

Ia menambahkan, keterlibatan perusahaan tidak hanya terkait pembiayaan, tetapi juga dalam peningkatan kualitas pelatihan. Hal ini mencakup pemberian sertifikat kompetensi bagi peserta sebagai bekal memasuki dunia kerja secara profesional.

Cakupan bidang keahlian juga akan diperluas. Program magang tidak lagi berfokus pada bidang administrasi, manajemen, atau pemasaran semata, tetapi juga mencakup berbagai sektor strategis lainnya guna mengakomodasi lulusan diploma dan sarjana dari beragam disiplin ilmu.

Pengamat ketenagakerjaan Universitas Gadjah Mada (UGM), Tadjudin Nur Effendi, menilai bahwa program ini memiliki nilai strategis sebagai instrumen investasi sosial. Ia menegaskan bahwa keberadaan program magang dapat mencegah meningkatnya angka pengangguran terdidik.

“Dari sudut pandang investasi sosial, tidak ada sarjana yang terbuang. Mereka dididik, lulus, nggak nganggur karena magang, kemudian diterima (jadi pegawai), itu berarti investasi sosial di bidang sumber daya manusia,” ujar Effendi.

Menurutnya, investasi sosial tersebut berkontribusi dalam meredam ketegangan sosial di kalangan generasi muda, terutama di tengah tantangan ekonomi global yang berpotensi meningkatkan kompetisi kerja.

Effendi juga meyakini bahwa Program Magang Nasional menjadi angin segar bagi para lulusan baru atau fresh graduate dalam mencari peluang kerja, sekaligus menjadi jembatan transisi dari dunia pendidikan ke dunia industri. (*)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Threshold SLIK Rp1 Juta Perluas Akses Rumah Subsidi

12 July 2026 - 13:05

Pemerintah Perluas Akses Rumah Subsidi bagi Pekerja Informal dan Mitra Ojol

12 July 2026 - 13:05

Resiliensi Media Diperkuat, Kemkomdigi Gandeng Meta Atasi Spam Judi Daring

12 July 2026 - 13:05

Spam Judol di Media Sosial Ditindak, Pemerintah Perkuat Resiliensi Media Digital

12 July 2026 - 13:05

Sekolah Rakyat Hadir Menyambut Tahun Ajaran Baru bagi Peserta Didik

12 July 2026 - 13:04

Trending on Berita