Menu

Dark Mode
 Rupiah Terkendali, Respons Kebijakan Jadi Kunci   Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah Pemerintah: Ekonomi RI Tangguh Hadapi Gejolak Global Ekonom Global Nilai Fondasi Ekonomi RI Makin Solid dan Layak Jadi Tujuan Investasi Kemenkeu Yakin Ekonomi RI 2026 Tetap di Jalur 5,4 Persen Pemerintah Optimistis Ekonomi Q2-2026 Melaju Lebih Kencang Didukung Program Prioritas

Berita

Program Gentengisasi Dimulai, Pembiayaan Perbankan Diperkuat

badge-check


					Program Gentengisasi Dimulai, Pembiayaan Perbankan Diperkuat Perbesar

Jakarta – Pemerintah resmi memulai pelaksanaan Program Gentengisasi pada tahun 2026 sebagai bagian dari upaya strategis meningkatkan kualitas hunian rakyat sekaligus memperkuat perekonomian lokal.

Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Sri Haryati menegaskan bahwa penataan dilakukan dengan pendekatan kolaboratif yang melibatkan pemerintah daerah, masyarakat, dan sektor swasta.

Ia menyampaikan bahwa pemerintah ingin memastikan program ini memberikan dampak ekonomi langsung, khususnya bagi pelaku UMKM yang rumahnya juga difungsikan sebagai tempat usaha.

“Program ini bukan hanya mengganti atap, tetapi menata kawasan agar lebih sehat, produktif, dan memiliki nilai tambah ekonomi bagi warganya,” ujar Sri Haryati.

Ia menambahkan bahwa model percontohan di Menteng Tenggulun akan menjadi referensi untuk implementasi di berbagai daerah lain dengan karakteristik serupa.

Program yang digagas Presiden Prabowo Subianto ini, bertujuan mengganti atap berbahan seng atau material sejenis dengan genteng yang lebih layak, sejuk, dan tahan lama, serta mendorong penataan kawasan permukiman agar lebih sehat dan tertata.

Pelaksanaan tahap awal Program Gentengisasi dimulai di kawasan padat penduduk Menteng Tenggulun, Jakarta Pusat, sebagai proyek percontohan nasional. Sebanyak 52 rumah menjadi sasaran awal penataan, tidak hanya melalui penggantian atap seng menjadi genteng yang lebih layak, tetapi juga melalui pembenahan sanitasi, pencahayaan, dan tata lingkungan. Pemerintah menilai pendekatan berbasis kawasan ini penting agar intervensi yang dilakukan bersifat menyeluruh dan berdampak jangka panjang.

Presiden Prabowo sebelumnya menegaskan visi besar gentengisasi dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Bogor. Ia menyampaikan bahwa penggunaan atap seng yang panas dan mudah berkarat tidak lagi sesuai dengan konsep hunian yang nyaman dan berestetika.

“Saya ingin semua atap Indonesia memakai genteng. Jadi ini nanti gerakannya adalah gerakan, proyeknya adalah proyek gentengisasi seluruh Indonesia,” kata Presiden.

Untuk memastikan keberlanjutan program, pemerintah juga memperkuat dukungan pembiayaan melalui sektor perbankan. Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Hery Gunardi, menyatakan bahwa BRI siap mendukung Program Gentengisasi melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan.

Ia menjelaskan bahwa perbankan akan berperan sebagai fasilitator pembiayaan antara pengrajin genteng UMKM dengan pengembang maupun pengguna akhir, sehingga rantai pasok dapat berjalan efektif dan terstruktur.

“Kalau sudah ada kontrak antara pengrajin dan pembeli atau penggunanya, BRI akan berada di tengah sebagai fasilitator pembiayaan,” ujar Hery.

Program Gentengisasi menjadi bagian dari transformasi sosial dan ekonomi masyarakat. Melalui peningkatan kualitas hunian, pemberdayaan UMKM, serta dukungan pembiayaan perbankan, program ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan permukiman yang lebih layak dan sehat.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Ekonom Global Nilai Fondasi Ekonomi RI Makin Solid dan Layak Jadi Tujuan Investasi

12 April 2026 - 06:05

Pemerintah: Ekonomi RI Tangguh Hadapi Gejolak Global

12 April 2026 - 06:05

Kemenkeu Yakin Ekonomi RI 2026 Tetap di Jalur 5,4 Persen

12 April 2026 - 06:05

Pemerintah Optimistis Ekonomi Q2-2026 Melaju Lebih Kencang Didukung Program Prioritas

12 April 2026 - 06:05

Pemerintah Optimis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal I 2026 Capai 5,5 Persen

12 April 2026 - 06:05

Trending on Berita