Menu

Dark Mode
Threshold SLIK Rp1 Juta Perluas Akses Rumah Subsidi Pemerintah Perluas Akses Rumah Subsidi bagi Pekerja Informal dan Mitra Ojol Ojol, Rumah Subsidi, dan Pengakuan atas Kerja Sektor Informal Reformasi SLIK sebagai Dukungan Nyata untuk Program Rumah Subsidi   Spam Judol di Media Sosial Ditindak, Pemerintah Perkuat Resiliensi Media Digital Resiliensi Media Diperkuat, Kemkomdigi Gandeng Meta Atasi Spam Judi Daring

Berita

Penciptaan Lapangan Kerja Jadi Target Utama Investasi Danantara

badge-check


					Penciptaan Lapangan Kerja Jadi Target Utama Investasi Danantara Perbesar

Jakarta – Target pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga mendekati delapan persen dalam beberapa tahun ke depan dinilai sangat bergantung pada percepatan investasi berskala besar yang diiringi dengan penciptaan lapangan kerja berkualitas.

Tanpa dorongan investasi yang kuat, ambisi pertumbuhan tinggi dinilai sulit tercapai secara berkelanjutan.

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, menyebut kebutuhan investasi Indonesia dalam lima tahun ke depan diperkirakan mencapai sekitar USD800 miliar atau setara Rp13.478 triliun hingga 2029.

Angka tersebut menjadi prasyarat penting untuk mendorong laju pertumbuhan ekonomi nasional.

“Untuk lima tahun ke depan kita perlu mencapai investasi sebesar sekitar USD800 miliar pada 2029 jika kita ingin mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar sekitar delapan persen,” ujar Rosan.

Rosan menegaskan, investasi tidak hanya berfungsi sebagai motor pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus mampu menghasilkan pekerjaan yang berkualitas.

Rosan menilai pertumbuhan ekonomi yang tinggi tanpa peningkatan kualitas pekerjaan tidak akan berdampak optimal bagi kesejahteraan masyarakat.

“Investasi memainkan peran yang sangat penting dan kita tidak hanya membutuhkan investasi, tetapi juga pekerjaan berkualitas,” katanya.

Dalam upaya memperkuat arus investasi, Indonesia dan Australia menandatangani memorandum of understanding (MoU) kerja sama investasi.

Penandatanganan dilakukan oleh Rosan Roeslani dan Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong, disaksikan Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese di Istana Negara.

Rosan menyampaikan, MoU tersebut menjadi kerangka kolaborasi terstruktur untuk memperdalam hubungan investasi bilateral melalui kemitraan dengan lembaga pendanaan dan institusi investasi Australia.

Kerja sama ini juga mencakup pembangunan kapasitas jangka panjang melalui pendidikan, pengembangan keahlian, dan pertukaran talenta.

“Di luar mobilisasi modal, kerja sama ini juga menekankan pembangunan kapasitas jangka panjang melalui kolaborasi di bidang pendidikan, pengembangan keahlian, dan pertukaran talenta,” ujar Rosan.

Selain itu, Danantara juga mendorong penguatan sektor industri strategis nasional. Badan Pengelola Investasi Danantara mempercepat transformasi PT Krakatau Steel (Persero) Tbk melalui pengembangan sektor hulu dengan penambahan kapasitas produksi sekitar 3 juta ton yang akan segera memasuki tahap groundbreaking.

Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, menyatakan langkah tersebut bertujuan memperkuat ketahanan industri baja nasional dan mengurangi ketergantungan impor.

“Krakatau Steel hari ini sudah memasuki fase menuju sehat secara finansial,” ujar Dony.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Threshold SLIK Rp1 Juta Perluas Akses Rumah Subsidi

12 July 2026 - 13:05

Pemerintah Perluas Akses Rumah Subsidi bagi Pekerja Informal dan Mitra Ojol

12 July 2026 - 13:05

Resiliensi Media Diperkuat, Kemkomdigi Gandeng Meta Atasi Spam Judi Daring

12 July 2026 - 13:05

Spam Judol di Media Sosial Ditindak, Pemerintah Perkuat Resiliensi Media Digital

12 July 2026 - 13:05

Sekolah Rakyat Hadir Menyambut Tahun Ajaran Baru bagi Peserta Didik

12 July 2026 - 13:04

Trending on Berita