Menu

Dark Mode
Threshold SLIK Rp1 Juta Perluas Akses Rumah Subsidi Pemerintah Perluas Akses Rumah Subsidi bagi Pekerja Informal dan Mitra Ojol Ojol, Rumah Subsidi, dan Pengakuan atas Kerja Sektor Informal Reformasi SLIK sebagai Dukungan Nyata untuk Program Rumah Subsidi   Spam Judol di Media Sosial Ditindak, Pemerintah Perkuat Resiliensi Media Digital Resiliensi Media Diperkuat, Kemkomdigi Gandeng Meta Atasi Spam Judi Daring

Berita

Sekolah Rakyat Jadi Strategi Nasional Kejar Ketertinggalan SDM

badge-check


					Sekolah Rakyat Jadi Strategi Nasional Kejar Ketertinggalan SDM Perbesar

Jakarta – Program Sekolah Rakyat yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto telah mencuri perhatian publik sebagai langkah besar untuk mempercepat pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Indonesia.

Diluncurkan dengan tujuan memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, program ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk menanggulangi ketertinggalan di sektor SDM, terutama di daerah-daerah yang selama ini terabaikan.

Presiden Prabowo Subianto menyebutkan bahwa pendirian Sekolah Rakyat adalah sebuah keberanian negara dalam mengambil langkah besar demi masa depan generasi muda.

“Sekolah berasrama ini untuk anak-anak yang mungkin selama ini tidak punya harapan, mereka yang berasal dari keluarga yang kondisinya tertinggal,” ujar Presiden.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan dukungannya terhadap program ini, khususnya dalam aspek akademik.

Menurutnya, Kemendikdasmen mendukung penuh implementasi Sekolah Rakyat dengan penyediaan kurikulum yang sesuai, pelatihan untuk guru, serta penguatan tata kelola pembelajaran agar Sekolah Rakyat dapat berjalan optimal.

“Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga ruang tumbuh bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi diri,” ungkap Abdul Mu’ti.

Sekolah Rakyat dirancang untuk menjangkau anak-anak yang sebelumnya tidak mendapatkan akses pendidikan formal karena keterbatasan sosial dan ekonomi.

Dengan pendekatan kurikulum multi-entry dan multi-exit, Sekolah Rakyat diharapkan mampu mengakomodasi beragam latar belakang dan kebutuhan belajar peserta didik.

Selain itu, pelatihan khusus bagi guru juga memastikan bahwa proses pembelajaran tidak hanya adaptif tetapi juga berfokus pada penguatan karakter dan kompetensi dasar.Program ini bukan hanya sekadar soal pendidikan, tetapi juga penguatan keadilan sosial.

Sebagai bagian dari sinergi antar kementerian, Kemendikdasmen bekerja sama dengan Kementerian Sosial untuk memperkuat kapasitas sekolah dan guru-guru yang terlibat dalam program ini.

Ke depan, diharapkan Sekolah Rakyat akan terus berkembang dengan memperhatikan prioritas wilayah, terutama di daerah-daerah dengan tingkat kemiskinan yang tinggi.

Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid, mengapresiasi inisiatif ini dan mendorong agar pendirian Sekolah Rakyat didahulukan di wilayah dengan tingkat kemiskinan ekstrem.

Menurut Hidayat, dengan memberikan pendidikan yang layak kepada anak-anak dari keluarga miskin, program ini dapat memutus mata rantai kemiskinan antar-generasi.

“Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya besar untuk mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga siap berkompetisi di kancah global,” ungkapnya.

Melalui pendidikan yang merata dan berkualitas, pemerintah berkomitmen untuk mengejar ketertinggalan SDM Indonesia dan mempersiapkan masa depan bangsa yang lebih baik.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Threshold SLIK Rp1 Juta Perluas Akses Rumah Subsidi

12 July 2026 - 13:05

Pemerintah Perluas Akses Rumah Subsidi bagi Pekerja Informal dan Mitra Ojol

12 July 2026 - 13:05

Resiliensi Media Diperkuat, Kemkomdigi Gandeng Meta Atasi Spam Judi Daring

12 July 2026 - 13:05

Spam Judol di Media Sosial Ditindak, Pemerintah Perkuat Resiliensi Media Digital

12 July 2026 - 13:05

Sekolah Rakyat Hadir Menyambut Tahun Ajaran Baru bagi Peserta Didik

12 July 2026 - 13:04

Trending on Berita