Menu

Dark Mode
Tolak Demo dan Provokasi, Tokoh Papua Ajak Masyarakat Jaga Keamanan dan Persatuan Percepatan Pemerataan Pembangunan, Wujud Nyata Papua Final Bagian Integral NKRI Tokoh Pemuda Papua Ajak Warga Jaga Persatuan dan Tidak Mudah Terprovokasi LMP Papua Imbau Masyarakat Tak Terprovokasi Aksi KNPB 15 Agustus Kado HUT RI ke-81: Bansos Beras Serentak lewat Koperasi Merah Putih Sampai ke Tangan Rakyat Bansos Beras di HUT RI Kian Dekat, Disalurkan Serentak di Seluruh Koperasi Merah Putih

Berita

Unjuk Rasa Mahasiswa Perlu Dijaga agar Tetap Damai, Faktual, dan Bermartabat

badge-check


					Unjuk Rasa Mahasiswa Perlu Dijaga agar Tetap Damai, Faktual, dan Bermartabat Perbesar

Jakarta – Unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa merupakan bagian dari kebebasan berekspresi yang dijamin dalam sistem demokrasi. Namun, penyampaian aspirasi di ruang publik juga perlu dilaksanakan secara damai, bertanggung jawab, serta berlandaskan pada fakta agar tujuan yang ingin disampaikan dapat diterima dengan baik tanpa menimbulkan gangguan terhadap ketertiban umum maupun persatuan bangsa.

Di tengah meningkatnya dinamika sosial dan politik, berbagai pihak mengingatkan pentingnya menjaga iklim demokrasi yang sehat. Kebebasan menyampaikan pendapat tidak hanya diukur dari keberanian menyuarakan kritik, tetapi juga dari kemampuan menjaga etika, menghormati hukum, serta mengedepankan dialog sebagai solusi dalam menyelesaikan perbedaan pandangan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengajak mahasiswa untuk tidak mudah terprovokasi oleh berbagai narasi yang berpotensi memperkeruh situasi. Menurutnya, mahasiswa merupakan generasi penerus yang akan memegang estafet kepemimpinan bangsa sehingga memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga masa depan Indonesia.

“Anak-anakku, kita harus komunikasi. Kenapa? Kalian yang akan melanjutkan perjuangan Republik Indonesia. Kalian adalah harapan bangsa. Menteri itu hanya seperti daki. Dua tiga tahun di-reshuffle, kembali ke kampung. Nanti yang melanjutkan kalian nanti,” kata Amran.

Ia menilai komunikasi yang terbuka antara pemerintah dan mahasiswa menjadi salah satu kunci untuk menghindari kesalahpahaman serta memperkuat kepercayaan publik. Melalui dialog yang sehat, setiap kritik dan masukan dapat dibahas secara objektif sehingga menghasilkan solusi yang lebih baik bagi kepentingan masyarakat luas.

Amran juga menegaskan bahwa pemerintah membutuhkan kritik dari berbagai elemen masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa. Namun, ia mengingatkan agar kritik tetap disampaikan secara bertanggung jawab dan tidak bergeser menjadi fitnah maupun narasi yang dapat memecah belah persatuan nasional.

“Kita butuh kritikan tapi konstruktif. Jangan fitnah. Jangan membuat narasi ingin menjatuhkan atau merusak tatanan negara kita. Kita ini harus berjuang bersama,” ujarnya.

Tradisi penyampaian aspirasi yang berlangsung secara damai, tertib, dan berbasis data akan memperkuat kualitas demokrasi Indonesia. Dengan mengedepankan dialog, saling menghormati, serta menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan, unjuk rasa mahasiswa diharapkan tetap menjadi sarana penyampaian aspirasi yang bermartabat. (*)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Tolak Demo dan Provokasi, Tokoh Papua Ajak Masyarakat Jaga Keamanan dan Persatuan

14 August 2026 - 14:05

Percepatan Pemerataan Pembangunan, Wujud Nyata Papua Final Bagian Integral NKRI

14 August 2026 - 14:05

Tokoh Pemuda Papua Ajak Warga Jaga Persatuan dan Tidak Mudah Terprovokasi

14 August 2026 - 14:05

LMP Papua Imbau Masyarakat Tak Terprovokasi Aksi KNPB 15 Agustus

14 August 2026 - 14:05

Pemerintah Dorong Motor Listrik Nasional Perkuat Hilirisasi dan TKDN

14 August 2026 - 14:05

Trending on Berita