Menu ✖

Dark Mode
Prabowo Gandeng Pakar Perkuat Solusi Penanganan Karhutla Sinergi Kesiapsiagaan Hadapi Bencana Hidrometeorologi Pemerintah Optimalkan Mitigasi Bencana, Perkuat Peringatan Dini dan Pendidikan Kebencanaan Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi melalui Edukasi dan Kolaborasi Lintas Sektor Lindungi Pelajar dari Risiko Bencana, Pemerintah Perkuat Edukasi Mitigasi Hadapi Ancaman El Niño, Pemerintah Perkuat Mitigasi Kekeringan dan Ketahanan Air Nasional

Berita

TNI-Polri Solid, Masyarakat Wajib Sampaikan Aspirasi Secara Bijak

badge-check


					TNI-Polri Solid, Masyarakat Wajib Sampaikan Aspirasi Secara Bijak Perbesar

Jakarta – Soliditas TNI dan Polri menjadi tameng utama dalam menghadapi upaya-upaya yang mencoba mengadu domba dan memecah belah bangsa. Kedua institusi keamanan tersebut menyatakan komitmennya untuk terus menjaga keamanan, ketertiban, dan stabilitas nasional.

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengungkapkan, sinergi antara TNI dan Polri merupakan fondasi penting dalam menjaga stabilitas negara.

“Kami bersama Polri akan selalu berada di garis terdepan untuk melindungi rakyat dan provokasi maupun upaya yang merusak kedamaian,” tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga mempertegas komitmen Polri turut menjaga soliditas bersama TNI di lapangan, sekaligus membangun koordinasi strategis.

“Soliditas ini bukan hanya jargon, melainkan komitmen nyata. Setiap ancaman terhadap stabilitas publik akan kami tangani bersama. Kami juga mengajak masyarakat untuk tetap waspada terhadap informasi menyesatkan yang dapat memicu keresahan,” ungkapnya.

Di samping itu, TNI-Polri juga menjamin kebebasan berpendapat selama disampaikan dengan santun dan bijak. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Brigjen Pol Ade Ary Syam Indradi mengatakan, kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum tetap dijamin dan dihormati selama itu dilakukan sesuai aturan yang berlaku.

“Yang menyampaikan pendapat itu saudara-saudara kita, adik-adik kita, bahkan anak-anak kita. Itu dijamin keamanannya,” ujar Ade.

Ia pun menyinggung soal penangkapan yang dilakukan saat aksi demi ricuh beberapa waktu lalu. Aparat tidak menyasar pendemo, melainkan para anarkis yang melanggar hukum.

“Yang kami tangkap, yang kami proses pidana bukan pendemo. Yang kami pidanakan adalah perusuh, perusak, pembakar, pengganggu ketertiban umum,” terangnya.

Lebih lanjut, kata dia, anggota di lapangan sudah melakukan langkap preemtif untuk mencegah terjadinya gangguan kamtibmas. Ia pun mengingatkan masyarakat agar bijak dalam bermedia sosial dan menyampaikan aspirasi.

“Kami imbau agar kita semua bijak bermedsos. Aspirasi silakan disampaikan, itu hak warga negara, tapi mari kita jaga ketertiban bersama,” tegasnya.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Lindungi Pelajar dari Risiko Bencana, Pemerintah Perkuat Edukasi Mitigasi

18 October 2026 - 12:30

Hadapi Ancaman El Niño, Pemerintah Perkuat Mitigasi Kekeringan dan Ketahanan Air Nasional

18 October 2026 - 12:30

Pemerintah Dorong Kesiapsiagaan Nasional Hadapi Dinamika Perubahan Musim

18 October 2026 - 12:30

BNPB Gandeng Perguruan Tinggi Untuk Perkuat Edukasi Kebencanaan

18 October 2026 - 12:30

Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi Diperkuat melalui Mitigasi Kekeringan dan Pencegahan Karhutla

18 October 2026 - 12:30

Trending on Berita