Menu

Dark Mode
Pemerintah Perkuat Ekosistem Pertanian untuk Jaga Kedaulatan Pangan Nasional Di Tengah Ancaman Iklim, Swasembada Pangan Menjadi Benteng Ketahanan Indonesia Swasembada Pangan Multi Komoditas, Sinyal Kuat Indonesia Makin Mandiri Swasembada Pangan Tercapai Lebih Cepat dari Target Pemerintah Pastikan MBG di Daerah 3T Tetap Penuhi Standar Gizi Pemerintah Prioritaskan MBG untuk Daerah 3T dan Kelompok Rentan

Berita

Proses Efisiensi Selesai Pemerintah Buka Blokir Anggaran Rp 86.6 T

badge-check


					Proses Efisiensi Selesai Pemerintah Buka Blokir Anggaran Rp 86.6 T Perbesar

Jakarta – Pemerintah resmi membuka blokir anggaran senilai Rp 86,6 triliun yang sebelumnya dicadangkan dari 99 kementerian dan lembaga (K/L). Pembukaan blokir ini dilakukan setelah rampungnya proses efisiensi anggaran yang dilaksanakan berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025, sebagai bagian dari langkah reformasi fiskal nasional.

Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, mengatakan bahwa pihaknya telah meminta persetujuan Presiden Prabowo Subianto untuk memfokuskan kembali anggaran, melakukan relokasi, membuka blokir, serta mengambil berbagai langkah strategis lainnya demi memastikan belanja K/L lebih tepat sasaran dan selaras dengan prioritas pemerintah.

“Kalau besarnya adalah Rp86,6 triliun sudah dilakukan buka blokir sehingga bisa belanja lagi,” ujar Suahasil Nazara.

Rincian dari pembukaan blokir tersebut terdiri dari Rp33,11 triliun yang dialokasikan untuk restrukturisasi 23 K/L baru dalam Kabinet Merah Putih, serta Rp53,49 triliun untuk membuka blokir anggaran pada 76 K/L lainnya. Realisasi ini tercatat hingga 25 April 2025. Sejalan dengan pembukaan blokir tersebut, penyerapan anggaran belanja K/L mulai meningkat sejak Maret.

Langkah pembukaan blokir anggaran juga mendorong percepatan belanja kementerian dan lembaga. Data Kementerian Keuangan menunjukkan bahwa sepanjang bulan Maret 2025, realisasi belanja K/L mencapai Rp113,6 triliun angka yang melampaui akumulasi belanja dalam dua bulan pertama tahun ini.

“Ini yang kami sebut terjadi akselerasi belanja,” tambah Suahasil Nazara.

Secara rinci, belanja dari K/L hasil restrukturisasi tercatat sebesar Rp5,2 triliun pada Februari, kemudian melonjak menjadi Rp24,7 triliun pada Maret. Sementara itu, belanja K/L lainnya pada Februari mencapai Rp22,8 triliun dan melonjak menjadi Rp171,3 triliun setelah blokir dicabut.

Selaras dengan itu, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan adanya realokasi anggaran ke sektor-sektor yang lebih produktif. Fokusnya adalah untuk memastikan bahwa pengeluaran negara benar-benar mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

“Seperti Bapak Presiden sampaikan, penciptaan kesempatan kerja, menciptakan produktivitas, menghasilkan devisa, atau menghemat devisa, termasuk mendorong industrialisasi untuk hilirisasi. Ini semuanya akan kita koordinasikan dan kita laksanakan dalam sebulan ke depan,” jelas Sri Mulyani.

Dengan langkah ini, pemerintah menunjukkan komitmennya dalam memastikan anggaran negara digunakan secara efisien dan produktif demi meningkatkan efisiensi belanja sekaligus mengalihkan dana ke program-program prioritas.

(*)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pemerintah Perkuat Ekosistem Pertanian untuk Jaga Kedaulatan Pangan Nasional

25 August 2026 - 15:01

Di Tengah Ancaman Iklim, Swasembada Pangan Menjadi Benteng Ketahanan Indonesia

25 August 2026 - 15:01

Pemerintah Prioritaskan MBG untuk Daerah 3T dan Kelompok Rentan

25 August 2026 - 15:01

Pemerintah Pastikan MBG di Daerah 3T Tetap Penuhi Standar Gizi

25 August 2026 - 15:01

Presiden Prabowo Instruksikan Penanganan Karhutla Terpadu dari Kalimantan hingga Sumatera

25 August 2026 - 15:01

Trending on Berita