Menu

Dark Mode
Hilirisasi Riset 2026 Diperkuat untuk Ketahanan Energi, Kesehatan, dan Pangan Hilirisasi Riset dan Jalan Baru Menjadikan Kampus sebagai Mesin Inovasi Nasional Dari Laboratorium ke Industri: Momentum Hilirisasi Riset Indonesia CKG Diperkuat dengan Deteksi Kusta di Faskes Dasar Pemerintah Dorong Hilirisasi Riset Tahap II untuk Percepat Inovasi Siap Industri Pemerintah Integrasikan Skrining Kusta dalam CKG untuk Kejar Eliminasi 2030

Berita

Program 3 Juta Rumah Wujudkan Komitmen Investasi Rp75 Triliun

badge-check


					Program 3 Juta Rumah Wujudkan Komitmen Investasi Rp75 Triliun Perbesar

Jakarta,- Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmennya dalam menyelesaikan permasalahan perumahan nasional melalui program ambisius pembangunan 3 juta rumah. Program ini tidak hanya menjadi solusi atas kebutuhan hunian rakyat, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam menarik investasi raksasa senilai Rp75 triliun dari luar negeri.

Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah, mengungkapkan bahwa program ini telah menarik minat para investor internasional, terutama dari negara-negara seperti Qatar dan Turki. Berdasarkan hasil lawatannya ke sejumlah negara tersebut, Fahri menyebut telah ada komitmen investasi asing senilai US$5 miliar atau sekitar Rp75 triliun.

“Komitmen itu sebenarnya sudah siap. Kalau kita rupiahkan, US$5 miliar setara dengan Rp75 triliun,” ungkap Fahri. Namun, ia juga menegaskan bahwa realisasi dari komitmen tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan teknis, termasuk dalam hal ketersediaan lahan dan mekanisme permintaan pasar.

Kendala struktural dalam sistem perizinan juga menjadi sorotan utama. Fahri menilai penyebaran wewenang perizinan di berbagai kementerian dan lembaga menghambat kelancaran investasi. Oleh karena itu, ia mendorong implementasi mandat Satgas Reformasi Regulasi untuk menyentralisasi seluruh proses perizinan di sektor perumahan.

“Perizinan terlalu menyebar. Harus ada sentralisasi, itu mandat dari Satgas,” tegas Fahri, seraya menekankan pentingnya tindak lanjut teknis dari kementerian terkait agar komitmen investasi tersebut tidak berakhir sebagai potensi yang stagnan.

Di sisi lain, Menteri PKP Maruarar Sirait (Ara) menyampaikan bahwa keterbatasan anggaran negara menjadi hambatan utama dalam menyelesaikan target 3 juta unit rumah. Dari total anggaran APBN yang tersedia, hanya sekitar Rp3,4 triliun yang dialokasikan untuk pembangunan perumahan, cukup untuk membangun sekitar 269.779 unit rumah.

Oleh karena itu, strategi pembiayaan menjadi perhatian utama. Maruarar menyebut bahwa 2 juta unit rumah akan dibangun melalui dukungan penanaman modal dalam negeri (PMDN), sementara 1 juta unit sisanya ditargetkan melalui pendanaan penanaman modal asing (PMA) yang menjadi tanggung jawab Wakil Menteri Fahri Hamzah.

Program 3 juta rumah ini mencerminkan sinergi antara visi sosial dan strategi ekonomi nasional. Tidak hanya menjawab kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga membuka ruang lebar bagi masuknya modal asing yang akan memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Hilirisasi Riset 2026 Diperkuat untuk Ketahanan Energi, Kesehatan, dan Pangan

18 July 2026 - 23:21

CKG Diperkuat dengan Deteksi Kusta di Faskes Dasar

18 July 2026 - 23:21

Pemerintah Dorong Hilirisasi Riset Tahap II untuk Percepat Inovasi Siap Industri

18 July 2026 - 23:21

Pemerintah Integrasikan Skrining Kusta dalam CKG untuk Kejar Eliminasi 2030

18 July 2026 - 23:21

Presiden Prabowo Perkuat Perlindungan Nelayan lewat BBM Khusus dan Cold Storage

18 July 2026 - 23:20

Trending on Berita