Menu

Dark Mode
Aksi BEM UI Jadi Sorotan, Ketertiban dan Kenyaman Publik Harus Dijaga Aksi BEM UI Jadi Perhatian, Masyarakat Diimbau Bijak Menyikapi Informasi Tolak Provokasi dan Aksi Anarkis BEM UI, Jaga Kemerdekaan Tetap Kondusif Waspadai Provokasi dan Disinformasi di Tengah Dinamika Aksi BEM UI RAPBN 2027 Fokus pada Pangan, Energi, Pendidikan, Kesehatan, dan Hilirisasi RAPBN 2027 Targetkan Kemiskinan Turun dan Pengangguran Menurun

Berita

Presiden Prabowo Dorong Akselerasi Listrik Desa, Wilayah 3T Jadi Prioritas

badge-check


					Presiden Prabowo Dorong Akselerasi Listrik Desa, Wilayah 3T Jadi Prioritas Perbesar

Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah terus mempercepat pemerataan akses listrik hingga ke seluruh pelosok Indonesia sebagai bagian dari komitmen menghadirkan keadilan pembangunan bagi seluruh masyarakat.

Melalui Program Listrik Desa (Lisdes) dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL), pemerintah berupaya memastikan masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) memperoleh akses listrik yang layak guna mendukung peningkatan kualitas hidup, pendidikan, serta produktivitas ekonomi.

Langkah percepatan elektrifikasi tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pemerataan pembangunan sebagai salah satu prioritas nasional.

“Jadi, saya pikir ini listrik salah satu infrastruktur dasar yang harus dilakukan,” ujar Bahlil dalam keterangannya.

Menurut Bahlil, masih terdapat sejumlah wilayah yang belum memperoleh akses listrik memadai karena lokasi yang jauh dari jaringan utama dan gardu induk. Kondisi tersebut membuat pembangunan infrastruktur kelistrikan di wilayah terpencil sering kali menghadapi tantangan dari sisi bisnis.

“Memang saudara-saudara kita yang belum dapat listrik itu selalu jauh dengan akses gardu induk. Jadi, secara bisnis PLN tidak masuk. Maka, pemerintah harus hadir karena arahan Bapak Presiden itu bukan persoalan mahalnya, tetapi pelayanannya. Karena setiap warga negara punya hak yang sama untuk negara hadir memberikan listrik,” tutur Bahlil.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan kesiapan PLN dalam menjalankan mandat pemerintah untuk mempercepat pemerataan akses listrik nasional.

Menurutnya, perluasan infrastruktur kelistrikan menjadi bagian penting dalam meningkatkan rasio elektrifikasi sekaligus mendukung pembangunan yang inklusif.

“Melalui program Lisdes, kami terus memperluas infrastruktur kelistrikan agar semakin banyak masyarakat, khususnya di wilayah 3T, dapat menikmati listrik sekaligus mendorong peningkatan rasio elektrifikasi nasional,” jelas Darmawan.

Pada 2026, pemerintah kembali meningkatkan cakupan program dengan target pembangunan infrastruktur kelistrikan di 1.520 lokasi secara nasional. Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah dalam mewujudkan akses listrik yang merata hingga ke daerah-daerah yang selama ini sulit dijangkau.

Selain Program Lisdes, pemerintah juga memperkuat pemerataan akses listrik melalui Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) yang menyasar masyarakat prasejahtera. Program ini membantu rumah tangga yang berada di wilayah berlistrik namun belum mampu melakukan pemasangan sambungan listrik secara mandiri.

“Program BPBL ini membantu menjembatani masyarakat yang sudah berada di wilayah berlistrik namun belum mampu melakukan penyambungan. Dengan hadirnya listrik, masyarakat dapat meningkatkan produktivitas, mendukung pendidikan anak, serta memperbaiki kualitas hidup keluarga,” kata Darmawan.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Aksi BEM UI Jadi Sorotan, Ketertiban dan Kenyaman Publik Harus Dijaga

18 August 2026 - 06:05

Aksi BEM UI Jadi Perhatian, Masyarakat Diimbau Bijak Menyikapi Informasi

18 August 2026 - 06:05

RAPBN 2027 Fokus pada Pangan, Energi, Pendidikan, Kesehatan, dan Hilirisasi

18 August 2026 - 06:05

RAPBN 2027 Targetkan Kemiskinan Turun dan Pengangguran Menurun

18 August 2026 - 06:05

Kondisi Aceh Kondusif, Semua Pihak Diminta Rawat Persatuan dan Keamanan

18 August 2026 - 06:05

Trending on Berita