Menu ✖

Dark Mode
Topeng Perjuangan dan Air Mata Perempuan Jila Presiden Prabowo Beri Subsidi Haji 2027 untuk Ringankan Beban Jemaah Pemerintah Ringankan Beban Pelunasan Jemaah lewat Subsidi Haji 2027 Pemerintah Siapkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Berkapasitas 7 GW Listrik Tenaga Nuklir Digarap Bertahap untuk Perkuat Bauran Energi Nasional Pemerintah Siaga Hadapi Bencana Hidrometeorologi saat El Nino Masih Mengintai

Berita

Penanganan Karhutla Diperkuat lewat Deteksi Dini dan Patroli

badge-check


					Penanganan Karhutla Diperkuat lewat Deteksi Dini dan Patroli Perbesar

JAKARTA – Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus diperkuat melalui deteksi dini, patroli lapangan, pemantauan berbasis teknologi, serta peningkatan kesiapan personel dan sarana pemadaman. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi kebakaran, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi selama musim kemarau.

Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Timur melalui Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Bawang, misalnya, meningkatkan pengawasan dengan melaksanakan patroli sore di sejumlah kawasan hutan. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memantau kondisi lapangan sekaligus mengidentifikasi indikasi awal yang berpotensi memicu kebakaran.

Kepala BKPH Bawang Sugiarto mengatakan patroli rutin merupakan bagian dari langkah preventif untuk menjaga keamanan dan kelestarian kawasan hutan.

“Patroli ini kami lakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan dan pencegahan. Kami terus memantau kondisi kawasan hutan serta mengingatkan seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga hutan dari potensi kebakaran,” ujarnya.

Pendekatan serupa dilakukan Polda Riau melalui patroli, pengawasan lapangan, dan sosialisasi larangan pembukaan lahan dengan cara membakar.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Akmadi menyebut pemantauan dilakukan terhadap perkembangan situasi keamanan dan lingkungan, termasuk potensi karhutla.

“Pencegahan tetap menjadi prioritas. Patroli dan sosialisasi terus dilakukan, terutama pada wilayah yang memiliki kerawanan. Prinsipnya, jangan menunggu muncul api baru bergerak. Deteksi dini harus berjalan sampai tingkat wilayah,” katanya.

Sementara itu, PTPN IV PalmCo memperkuat mitigasi karhutla di wilayah operasional Sumatera dan Kalimantan melalui Dashboard Monitoring Karhutla untuk memantau titik panas berdasarkan kedekatannya dengan lokasi perkebunan. Informasi tersebut menjadi dasar bagi tim untuk melakukan verifikasi lapangan dan menentukan langkah penanganan.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa mengatakan pengendalian karhutla perlu dipersiapkan sebelum munculnya api.

“Mitigasi Karhutla harus dilakukan jauh sebelum api muncul. Karena itu, sistem monitoring, kesiapan personel, patroli, serta sarana pendukung kami persiapkan sejak awal agar ketika terdapat indikasi hotspot, tim dapat segera melakukan verifikasi dan mengambil langkah yang diperlukan,” ujarnya.

Penguatan juga mencakup pemeriksaan pompa, selang, alat pelindung diri, kendaraan operasional, alat komunikasi, serta sumber air. Koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat, BPBD, dan masyarakat turut dilakukan untuk memperkuat respons di lapangan.

Dengan kombinasi deteksi dini, patroli, kesiapan sarana, dan koordinasi lintas pihak, pencegahan karhutla diarahkan agar potensi kebakaran dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin sebelum berkembang lebih luas.

(*/rls)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Presiden Prabowo Beri Subsidi Haji 2027 untuk Ringankan Beban Jemaah

12 October 2026 - 09:51

Pemerintah Ringankan Beban Pelunasan Jemaah lewat Subsidi Haji 2027

12 October 2026 - 09:51

Pemerintah Siapkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Berkapasitas 7 GW

12 October 2026 - 09:51

Listrik Tenaga Nuklir Digarap Bertahap untuk Perkuat Bauran Energi Nasional

12 October 2026 - 09:51

Pemerintah Siaga Hadapi Bencana Hidrometeorologi saat El Nino Masih Mengintai

12 October 2026 - 09:51

Trending on Berita