Menu ✖

Dark Mode
Prabowo Gandeng Pakar Perkuat Solusi Penanganan Karhutla Sinergi Kesiapsiagaan Hadapi Bencana Hidrometeorologi Pemerintah Optimalkan Mitigasi Bencana, Perkuat Peringatan Dini dan Pendidikan Kebencanaan Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi melalui Edukasi dan Kolaborasi Lintas Sektor Lindungi Pelajar dari Risiko Bencana, Pemerintah Perkuat Edukasi Mitigasi Hadapi Ancaman El Niño, Pemerintah Perkuat Mitigasi Kekeringan dan Ketahanan Air Nasional

Berita

PLN Dorong PLTP Bengkulu Jadi Motor Swasembada Energi dan Penciptaan Pekerjaan

badge-check


					PLN Dorong PLTP Bengkulu Jadi Motor Swasembada Energi dan Penciptaan Pekerjaan Perbesar

Jakarta – PT PLN (Persero) terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemandirian energi nasional melalui pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Bengkulu. Kehadiran PLTP ini tidak hanya menjadi langkah strategis menuju swasembada energi, tetapi juga membuka peluang besar bagi penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Suroso Isnandar, menyampaikan bahwa mandat pengembangan PLTP tertuang dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034. Dalam dokumen tersebut, Pemerintah menargetkan kapasitas PLTP hingga 5,2 gigawatt (GW) di seluruh Indonesia.

“Potensi panas bumi Indonesia sangat besar dan tersebar di banyak wilayah. Kami akan mengoptimalkan pengembangan PLTP yang sudah dikaji agar kehadirannya memberi dampak nyata, baik bagi masyarakat di sekitar proyek maupun pelanggan PLN di seluruh Indonesia,” ujar Suroso.

Lebih lanjut, Suroso menjelaskan bahwa saat ini PLN tengah menyiapkan sejumlah proyek strategis panas bumi, termasuk dua proyek PLTP di Provinsi Bengkulu.

“Kedua proyek geothermal di Bengkulu menjadi bagian dari implementasi RUPTL 2025–2034 dan dirancang untuk memperkuat bauran energi baru terbarukan (EBT) sekaligus meningkatkan keandalan pasokan listrik,” jelas Suroso.

Ia menjabarkan, pengembangan PLTP Kepahiang 110 megawatt (MW) di Kabupaten Kepahiang dan Kabupaten Rejang Lebong, kini memasuki tahap finalisasi pemilihan mitra strategis. Listrik yang dihasilkan nantinya akan disalurkan ke Gardu Induk (GI) Pekalongan di Kabupaten Kepahiang.

Sementara itu, Direktur Legal dan Manajemen Human Resource PLN, Yusuf Didi Setiarto, menekankan pentingnya prioritas alokasi sumber energi primer di Indonesia. Ia mengungkapkan harapan besar agar pemenuhan energi primer untuk sektor ketenagalistrikan ditempatkan pada urutan teratas.

“Apa harapannya? Kami tentu ingin menjadikan pemenuhan energi primer untuk ketenagalistrikan ini menjadi ranking pertama, ” jelas Yusuf.

Ia menambahkan, persoalan ini berkaitan erat dengan upaya swasembada energi yang juga digaungkan Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo. Yusuf menyoroti tantangan ketersediaan sumber daya energi yang semakin menipis, sehingga memunculkan persaingan antar sektor.

“Kita tahu resources kita ini semakin menurun dan berebut kita saat ini mana yang didahulukan, apakah pupuk, listrik, industri atau apa, ” tuturnya.

PLN optimistis PLTP Bengkulu akan menjadi salah satu motor penggerak energi bersih di Sumatera, sekaligus contoh nyata bahwa pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan dukungan semua pihak, Bengkulu akan menjadi ikon swasembada energi berbasis energi baru terbarukan di Indonesia.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Lindungi Pelajar dari Risiko Bencana, Pemerintah Perkuat Edukasi Mitigasi

18 October 2026 - 12:30

Hadapi Ancaman El Niño, Pemerintah Perkuat Mitigasi Kekeringan dan Ketahanan Air Nasional

18 October 2026 - 12:30

Pemerintah Dorong Kesiapsiagaan Nasional Hadapi Dinamika Perubahan Musim

18 October 2026 - 12:30

BNPB Gandeng Perguruan Tinggi Untuk Perkuat Edukasi Kebencanaan

18 October 2026 - 12:30

Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi Diperkuat melalui Mitigasi Kekeringan dan Pencegahan Karhutla

18 October 2026 - 12:30

Trending on Berita