Menu ✖

Dark Mode
Tokoh Adat Papua Kecam Penembakan Tiga Warga Sipil di Muliama Tokoh Adat Papua: Aksi OPM Tembak Warga Sipil Tak Manusiawi Tokoh Papua Bersatu Kecam Kekerasan dan Serukan Perdamaian Kecam Penembakan di Muliama, Tokoh Adat Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Kedamaian Pemerintah Siapkan Bansos Digital agar Bantuan Sosial Lebih Tepat Sasaran Bansos Digital Nasional Ditargetkan Meluncur pada Oktober 2026

Berita

Penguatan Kopdes Merah Putih Wujudkan Kemandirian Ekonomi Masyarakat Papua

badge-check


					Penguatan Kopdes Merah Putih Wujudkan Kemandirian Ekonomi Masyarakat Papua Perbesar

JAYAPURA – Penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) terus didorong sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus meningkatkan kemandirian masyarakat di Papua. Melalui sinergi pemerintah, lembaga pembiayaan, dan perguruan tinggi, koperasi diarahkan menjadi pusat layanan ekonomi desa yang mampu menghubungkan berbagai program pembangunan dan membuka peluang usaha berbasis potensi lokal.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan Koperasi Desa Merah Putih akan menjadi simpul pelayanan masyarakat di tingkat desa, tidak hanya sebagai tempat transaksi, tetapi juga pusat distribusi berbagai program pemerintah.

“Koperasi dipastikan tidak hanya berfungsi sebagai tempat berbelanja, tetapi menjadi simpul distribusi berbagai program pemerintah, mulai dari bantuan sosial, pupuk bersubsidi, hingga penyerapan hasil pertanian dan perikanan,” tegas Zulkifli Hasan.

Melalui skema tersebut, koperasi akan menyalurkan bantuan pangan, alat dan mesin pertanian, pupuk bersubsidi, bantuan tunai, hingga LPG 3 kilogram. Pemerintah juga menyiapkan dukungan operasional agar distribusi barang dan hasil produksi masyarakat desa semakin efektif.

Penguatan koperasi juga dilakukan melalui program inkubasi yang dijalankan LPDB Koperasi bersama Universitas Ottow Geissler Papua. Program tersebut membekali pengurus koperasi dengan kemampuan tata kelola, penyusunan rencana bisnis, hingga kesiapan mengakses pembiayaan sehingga koperasi semakin profesional dan berdaya saing.

Direktur Umum dan Hukum LPDB Koperasi, Deva Rachman, mengatakan pengembangan koperasi dilakukan secara menyeluruh agar mampu tumbuh menjadi lembaga ekonomi yang sehat dan berkelanjutan.

“Target utama program inkubasi adalah menyiapkan koperasi agar memiliki tata kelola yang baik, bisnis yang layak, dan siap mengakses pembiayaan dana bergulir LPDB Koperasi,” ujar Deva Rachman.

Sementara itu, Kepala Pusat Inkubasi Bisnis Universitas Ottow Geissler Papua, Moses Yomunga, menilai pendampingan yang berkelanjutan menjadi kunci agar koperasi mampu berkembang sesuai potensi daerah.

“Kami berharap 15 koperasi ini dapat menjadi role model bagi koperasi di seluruh Papua. Papua memiliki potensi yang luar biasa, tetapi membutuhkan pendampingan, penguatan manajemen, dan akses pembiayaan,” pungkas Moses Yomunga.

Penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Papua diharapkan menjadi fondasi penting bagi tumbuhnya ekonomi desa yang mandiri, memperluas kesempatan usaha masyarakat, serta memperkuat kesejahteraan secara berkelanjutan.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Tokoh Adat Papua Kecam Penembakan Tiga Warga Sipil di Muliama

25 September 2026 - 13:21

Tokoh Adat Papua: Aksi OPM Tembak Warga Sipil Tak Manusiawi

25 September 2026 - 13:21

Pemerintah Siapkan Bansos Digital agar Bantuan Sosial Lebih Tepat Sasaran

25 September 2026 - 13:21

Bansos Digital Nasional Ditargetkan Meluncur pada Oktober 2026

25 September 2026 - 13:21

Presiden Prabowo Dorong Bensin Batubara untuk Perkuat Kemandirian Energi Nasional

25 September 2026 - 13:21

Trending on Berita