Menu ✖

Dark Mode
Tokoh Adat Papua Kecam Penembakan Tiga Warga Sipil di Muliama Tokoh Adat Papua: Aksi OPM Tembak Warga Sipil Tak Manusiawi Tokoh Papua Bersatu Kecam Kekerasan dan Serukan Perdamaian Kecam Penembakan di Muliama, Tokoh Adat Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Kedamaian Pemerintah Siapkan Bansos Digital agar Bantuan Sosial Lebih Tepat Sasaran Bansos Digital Nasional Ditargetkan Meluncur pada Oktober 2026

Berita

Tokoh Adat Papua Kecam Penembakan Tiga Warga Sipil di Muliama

badge-check


					Tokoh Adat Papua Kecam Penembakan Tiga Warga Sipil di Muliama Perbesar

JAYAPURA — Penembakan terhadap tiga warga sipil di Distrik Muliama mendapat kecaman dari sejumlah tokoh adat Papua. Mereka menolak kekerasan terhadap masyarakat sipil serta mendorong penguatan keamanan dan penegakan hukum agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan aman.

Kepala Suku Meop, Jorgen Meop, mengatakan masyarakat perlu mengambil pelajaran dari peristiwa tersebut dan bersama-sama menjaga keamanan wilayah. Ia menilai ketenangan masyarakat penting untuk mencegah munculnya persoalan keamanan lainnya.

“Kami mengecam penembakan terhadap tiga orang sipil di Distrik Muliama. Kejadian ini harus menjadi pembelajaran bagi masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan di wilayah,” tegas Jorgen Meop.

Dari Kabupaten Supiori, Kepala Suku Kp. Sorendiweri, Utrekt Manampaisem, turut menyampaikan duka cita kepada keluarga korban. Ia berharap pemerintah daerah tetap memberikan pelayanan publik secara optimal kepada masyarakat.

“Kami menyampaikan duka cita kepada keluarga korban dan berharap pemerintah daerah terus memberikan pelayanan publik secara optimal bagi masyarakat,” ujar Utrekt Manampaisem.

Sementara itu, Kepala Suku Lapago Wilayah Biak dan Supiori, Tomy Kogoya, meminta penembakan tersebut ditangani melalui mekanisme hukum. Ia mendorong aparat mengungkap pelaku dan memastikan proses penegakan hukum berjalan.

“Penembakan terhadap tiga warga sipil merupakan persoalan serius. Kami meminta aparat penegak hukum mengusut dan memproses pelaku sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegas Tomy Kogoya.

Senada, Kepala Suku Modouw, Kp. Waena, Corneles Gustav Modouw, mendukung keberlanjutan pelayanan publik dan menolak ancaman terhadap aktivitas pemerintahan di Wamena.

“Kami mendukung keberlanjutan pelayanan publik dan menolak segala bentuk ancaman yang menghambat aktivitas pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat,” ujar Corneles Gustav Modouw.

Ondofolo Kp. Homfolo, Anderson Tokoro, juga mendorong TNI dan Polri mengambil langkah penegakan hukum terhadap pelaku.

“Kami berharap TNI dan Polri dapat mengambil langkah penegakan hukum terhadap pelaku agar keamanan masyarakat tetap terjaga,” pungkas Anderson Tokoro.

Kecaman para tokoh adat tersebut menjadi seruan agar masyarakat tetap tenang, menolak kekerasan, serta bersama-sama menjaga keamanan dan keberlangsungan pelayanan publik di Papua. (*)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Tokoh Adat Papua: Aksi OPM Tembak Warga Sipil Tak Manusiawi

25 September 2026 - 13:21

Pemerintah Siapkan Bansos Digital agar Bantuan Sosial Lebih Tepat Sasaran

25 September 2026 - 13:21

Bansos Digital Nasional Ditargetkan Meluncur pada Oktober 2026

25 September 2026 - 13:21

Presiden Prabowo Dorong Bensin Batubara untuk Perkuat Kemandirian Energi Nasional

25 September 2026 - 13:21

Pemerintah Siapkan Energi Alternatif Bensin Batubara Berbasis Cadangan Domestik

25 September 2026 - 13:21

Trending on Berita