Menu ✖

Dark Mode
KONI Apresiasi Kepemimpinan Herindra, Kepengurusan Baru PB ESI Perkuat Prestasi Nasional PB ESI Perkuat Pembinaan Atlet dan Ekosistem Esports Nasional Esports Indonesia Makin Mendunia! Herindra Perkuat Fondasi Esports Indonesia PB ESI Perkuat Fondasi Organisasi untuk Mengukir Prestasi Esports Indonesia Menempa Bintang Digital, PB ESI Bidik Prestasi Esports Indonesia Mendunia Pelantikan PB ESI, Menpora Dukung Herindra Perkuat Prestasi Esports Indonesia

Opini

Pemerintah Terus Dorong Upaya Koordinasi dan Edukasi Cegah Karhutla

badge-check


					Pemerintah Terus Dorong Upaya Koordinasi dan Edukasi Cegah Karhutla Perbesar

PALANGKA RAYA — Menjelang musim kemarau yang diperkirakan akan berlangsung mulai Juni 2025, berbagai pihak terus memperkuat langkah antisipatif untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menekankan pentingnya edukasi dan koordinasi lintas sektor sebagai strategi utama dalam menghadapi ancaman ini.

“Kesiapan di tingkat daerah sangat menentukan keberhasilan upaya pencegahan karhutla secara nasional, mengingat kondisi geografis dan sebaran lahan yang begitu luas,” ujar Hanif dalam agenda Konsolidasi Kesiapsiagaan Personil dan Peralatan Pengendalian Karhutla.

Dalam kunjungannya ke Kalimantan Barat, Hanif meninjau sejumlah perusahaan sawit anggota Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) dan meminta seluruh pelaku industri sawit untuk aktif berkoordinasi dengan organisasi tersebut. Langkah ini dinilai krusial dalam memastikan pelaku industri menjalankan standar operasional yang tinggi, transparan, dan berkelanjutan.

“Ke depan, kami akan mendorong agar setiap perusahaan sawit wajib menjadi anggota Gapki. Karena, untuk bisa mendapatkan Proper hijau, salah satu syaratnya adalah tergabung dalam Gapki,” tegasnya.

Sekretaris Jenderal Gapki, M Hadi Sugeng, memastikan bahwa seluruh perusahaan yang menjadi anggota Gapki telah mempersiapkan diri menghadapi musim kemarau dan potensi karhutla. “Sebanyak 752 perusahaan anggota Gapki telah diwajibkan mematuhi regulasi, menyiagakan seluruh personil dan peralatan, serta melibatkan masyarakat sekitar dalam upaya pencegahan,” katanya.

Sugeng menambahkan bahwa pihaknya juga melakukan langkah-langkah teknis seperti pemetaan area rawan titik api, penyediaan sumber air, hingga teknologi modifikasi cuaca sebagai bagian dari mitigasi risiko.

Dari sisi legislatif daerah, Wakil Ketua I Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Hap Baperdu, mendorong pemerintah kota untuk lebih aktif mengedukasi masyarakat tentang bahaya karhutla. “Pemerintah Kota Palangka Raya melalui instansi terkaitnya perlu melakukan edukasi kepada warga, terkait kewaspadaan maupun deteksi dini terhadap ancaman karhutla,” ujarnya.

Hap juga mengingatkan bahwa tanggung jawab pencegahan tidak bisa dibebankan hanya kepada satu pihak. “Semua komponen harus bekerja sama. Ini harus disadari karena dampak karhutla tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengganggu kesehatan masyarakat, menghambat kegiatan belajar-mengajar, serta melemahkan aktivitas ekonomi,” tambahnya.

Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya pemilik lahan, untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, mengingat iklim saat ini telah memasuki masa rawan kebakaran.

Upaya preventif berbasis edukasi dan koordinasi ini menjadi harapan bersama agar musim kemarau dapat dilalui tanpa insiden karhutla besar yang merugikan lingkungan dan kehidupan sosial-ekonomi masyarakat.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Ketegasan Prabowo-Gibran Selama Dua Tahun dalam Program MBG

14 October 2026 - 09:30

Jelang Dua Tahun Prabowo-Gibran: MBG Semakin Aman, Layak, dan Tegas Diawasi

14 October 2026 - 09:30

Ekonomi RI Tetap Optimis di Tengah Tekanan Global

14 October 2026 - 09:30

Ekonomi RI Tangguh, Optimis Tumbuh lewat Kekuatan Dalam Negeri

14 October 2026 - 09:30

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Menjadikan Lapangan Kerja Lebih Produktif dan Berkelanjutan

14 October 2026 - 09:30

Trending on Opini