Menu

Dark Mode
UMKM Dinilai Berperan Strategis Menjaga Ketahanan Ekonomi Indonesia Target PDB 2027 Diperkuat Lewat Konsolidasi Program Pemberdayaan UMKM UMKM adalah Jangkar Ekonomi Rakyat yang Terus Diperkuat Negara Mendukung Penguatan UMKM Kejar Target Kontribusi terhadap PDB 2027 Prabowo Instruksikan Inklusifitas Keuangan Via Rekening Warga Pemerintah Dorong Rekening Inklusif agar Bansos Lebih Tepat Sasaran

Berita

Pemerintah Sebut Bencana Alam Tak Ganggu Ekonomi secara Signifikan

badge-check


					Pemerintah Sebut Bencana Alam Tak Ganggu Ekonomi secara Signifikan Perbesar

JAKARTA — Pemerintah meyakini rangkaian bencana alam yang melanda sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa waktu terakhir tidak akan mengganggu pertumbuhan ekonomi nasional secara signifikan. Meski bencana diperkirakan memberikan tekanan terhadap aktivitas ekonomi di sejumlah daerah terdampak, pemerintah menilai dampaknya masih dapat dikelola.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, bencana alam yang terjadi memang berpotensi memengaruhi laju perekonomian nasional. Namun, dampak tersebut diperkirakan tidak cukup besar untuk mengubah arah pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

“Enggak akan sampai memperlambat ekonomi secara signifikan. Malah kita genjot di triuwlan tiga dan empat ini,” ujar Purbaya.

Purbaya menegaskan pemerintah tetap optimistis terhadap kinerja ekonomi pada kuartal ketiga dan keempat tahun ini. Bahkan, pemerintah disebut memiliki ambisi untuk meningkatkan aktivitas ekonomi pada dua kuartal tersebut guna menjaga momentum pertumbuhan nasional.

Menurut dia, bencana yang terjadi di sejumlah daerah tidak mengubah target pertumbuhan ekonomi yang telah ditetapkan pemerintah. Dari sisi fiskal, Purbaya juga memastikan kondisi anggaran negara tetap aman dan tidak terganggu akibat kebutuhan penanganan bencana. Purbaya memastikan dari sisi anggaran negara sama sekali tidak akan terganggu dengan adanya bencana ini.

Keyakinan pemerintah tersebut sejalan dengan pandangan sektor perbankan yang menilai dampak ekonomi akibat bencana sejauh ini masih bersifat terbatas. Rangkaian bencana memang mulai menjadi perhatian industri perbankan karena berpotensi mengganggu aktivitas usaha masyarakat serta menekan kemampuan debitur dalam memenuhi kewajibannya.

Senior Vice President Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan mengatakan, perbankan perlu meningkatkan kewaspadaan dengan memetakan eksposur kredit di wilayah yang terdampak bencana. Langkah tersebut penting untuk mengantisipasi potensi penurunan kualitas kredit apabila aktivitas ekonomi masyarakat terganggu dalam waktu panjang.

“Namun, dampaknya masih cenderung lokal dan sektoral, belum menjadi risiko sistemik,” kata Trioksa.

Trioksa menjelaskan, dampak bencana terhadap kualitas kredit biasanya tidak langsung tercermin melalui peningkatan rasio kredit macet atau non-performing loan (NPL). Perbankan masih memiliki ruang untuk melakukan pemantauan dan mitigasi terhadap debitur yang terdampak.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah berharap aktivitas ekonomi nasional tetap bergerak sesuai target. Penanganan dampak bencana akan berjalan beriringan dengan upaya menjaga konsumsi, investasi, serta aktivitas produksi agar momentum pertumbuhan ekonomi pada paruh kedua tahun ini tetap terjaga. (*)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

UMKM Dinilai Berperan Strategis Menjaga Ketahanan Ekonomi Indonesia

12 September 2026 - 00:40

Target PDB 2027 Diperkuat Lewat Konsolidasi Program Pemberdayaan UMKM

12 September 2026 - 00:40

Prabowo Instruksikan Inklusifitas Keuangan Via Rekening Warga

12 September 2026 - 00:40

Pemerintah Dorong Rekening Inklusif agar Bansos Lebih Tepat Sasaran

12 September 2026 - 00:40

Pemerintah Pastikan Dampak Ekonomi Bencana Alam Masih Terkendali

12 September 2026 - 00:40

Trending on Berita