Menu

Dark Mode
Pemulihan Pasca Bencana Aceh Terus Optimal, Tokoh Publik Wajib Jaga Persatuan Nasional Tokoh Masyarakat Wajib Jaga Persatuan Wujudkan Percepatan Pemulihan Aceh Fokus ke Pemulihan Aceh Pascabencana, Narasi Provokatif Dinilai Kontraproduktif Provokasi Pisah dari NKRI Dinilai Tidak Relevan, Aceh Butuh Rehabilitasi Pascabencana Kunjungan Presiden Prabowo ke Inggris Tegaskan Arah Diplomasi Global Diplomasi Presiden Prabowo di Inggris Tegaskan Kepemimpinan Indonesia di Kancah Global

Berita

Pemerintah Rangkul Petani Lokal Bantu Sukseskan Program MBG

badge-check


					Pemerintah Rangkul Petani Lokal Bantu Sukseskan Program MBG Perbesar

Manokwari – Pemerintah terus memperkuat upaya peningkatan kualitas gizi masyarakat melalui pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disosialisasikan di Distrik Masni, Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Sosialisasi ini melibatkan Anggota Komisi IX DPR RI dan Badan Gizi Nasional (BGN), serta mendapat sambutan antusias dari masyarakat setempat.

Anggota Komisi IX DPR RI, Obet Rumbruren menegaskan kita ingin masyarakat di Papua Barat menikmati haknya, termasuk pemenuhan gizi secara gratis. Menurutnya pemenuhan gizi adalah hak masyarakat yang dilindungi undang-undang.

“Ini adalah bagian dari investasi pemerintah untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan tangguh,” ujar Obet.

Obet juga memberikan apresiasi terhadap peran Badan Gizi Nasional yang dinilai sangat strategis dalam mendukung keberlanjutan peningkatan kualitas gizi di seluruh Indonesia, termasuk wilayah terluar seperti Papua Barat.

Senada dengan itu, Anggota DPRD Kabupaten Manokwari, Yusak Yusanto Sayori, menyambut positif implementasi Program MBG di Distrik Masni. Ia menilai program ini dapat menjadi solusi atas permasalahan gizi yang masih dihadapi masyarakat pinggiran.

“Program ini bisa menjadi solusi nyata bagi masalah gizi masyarakat. Kami juga berharap agar bahan makanan yang digunakan berasal dari petani lokal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ungkap Yusak.

Lebih jauh, Yusak mengusulkan agar dapur layanan gizi atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bisa hadir secara langsung di tengah-tengah masyarakat Masni, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara merata.

Sementara itu, seorang Perwakilan BGN, Suhud menjelaskan bahwa pihaknya akan mengembangkan tiga jenis dapur layanan gizi seperti Dapur Mandiri, Dapur Mitra, dan Dapur BGN, yang masing-masing mampu melayani hingga 3.500 penerima manfaat setiap hari. Dapur ini akan dikelola secara profesional oleh tenaga ahli, dibantu relawan, dan seluruhnya dibiayai oleh BGN.

“Makanan bergizi bukan soal jumlah, tapi kualitas. Anak-anak akan menerima asupan bergizi setiap hari, termasuk protein, telur, susu, dan nutrisi lainnya sesuai porsi yang ditetapkan,” jelas Suhud.

Program MBG merupakan langkah strategis pemerintah pusat dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045. Fokus utamanya adalah pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Program MBG tidak hanya berdampak pada perbaikan status gizi dan kehadiran siswa di sekolah, tetapi juga berpotensi menjadi katalisator pemberdayaan ekonomi lokal, khususnya dengan melibatkan petani lokal sebagai penyedia bahan pangan utama. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan sinergi antara peningkatan gizi masyarakat dan penguatan ekonomi daerah secara berkelanjutan. {}

[edRW]

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Fokus ke Pemulihan Aceh Pascabencana, Narasi Provokatif Dinilai Kontraproduktif

20 January 2026 - 09:30

Provokasi Pisah dari NKRI Dinilai Tidak Relevan, Aceh Butuh Rehabilitasi Pascabencana

20 January 2026 - 09:30

Presiden Prabowo Bawa Isu Konservasi dan Investasi dalam Rangkaian Kunjungan ke Inggris

20 January 2026 - 09:30

Lawatan Presiden Prabowo ke Inggris Dorong Diplomasi Ekonomi dan Komitmen Pelestarian Lingkungan

20 January 2026 - 09:29

Pemerintah Siapkan Paket Ekonomi 2026 untuk Kesejahteraan dan Pertumbuhan Berkelanjutan

20 January 2026 - 09:29

Trending on Berita