Menu ✖

Dark Mode
RUU Ketenagakerjaan Disusun Sesuai Aspirasi, Buruh Tak Perlu Tempuh Aksi Massa RUU Ketenagakerjaan Dan BSU Perkuat Perlindungan Buruh, Waspada Provokasi Demo DPR Akomodasi Aspirasi Buruh, Dialog Jadi Jalan Mengawal RUU Ketenagakerjaan Hindari Provokasi Demo, RUU Ketenagakerjaan Akomodasi Aspirasi Buruh Hilirisasi Nikel Jadi Modal Besar Perdagangan Indonesia Hadapi Pasar Global Hilirisasi Nikel Perkuat Posisi Indonesia dalam Rantai Pasok Global

Berita

Pemerintah Kebut Pembangunan Sekolah Rakyat Jelang Tahun Ajaran Baru

badge-check


					Pemerintah Kebut Pembangunan Sekolah Rakyat Jelang Tahun Ajaran Baru Perbesar

Jakarta – Sebanyak 93 titik Sekolah Rakyat Tahap II ditargetkan selesai dibangun pada 20 Juni 2026 demi menyambut dimulainya Tahun Ajaran 2026/2027. Pemerintah mengintegrasikan langkah pengerjaan di lapangan guna menjamin percepatan fasilitas pendidikan ini selesai tepat waktu. Kehadiran Sekolah Rakyat ini diharapkan dapat langsung memutus rantai ketimpangan akses pendidikan bagi masyarakat yang paling membutuhkan di berbagai wilayah

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU, Kuswara mengatakan program Sekolah Rakyat merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang layak, berkualitas, dan inklusif bagi masyarakat miskin dan miskin ekstrem. Sebagaimana diamanatkan dalam Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem,

“Kementerian PU mendapat tugas untuk mendukung program Sekolah Rakyat melalui penyediaan sarana dan prasarana strategis bagi masyarakat miskin dan miskin ekstrem,” ujar Kuswara.

Kuswara menegaskan pemerintah berkomitmen penuh untuk menyelesaikan pembangunan tepat waktu. Ia menyebut Menteri PU juga turun langsung melakukan pengawasan ke lapangan guna memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.

“Kementerian PU berkomitmen untuk memastikan penyelesaian pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II sebanyak 93 lokasi yang ditargetkan selesai pada tanggal 20 Juni 2026,” katanya.

Sementara itu, Deputi IV Kantor Staf Presiden, Fadjar Dwi Wishnuwardhani mengapresiasi kolaborasi lintas sektor yang selama ini telah berjalan, termasuk pelaksanaan verifikasi lapangan di sejumlah lokasi pembangunan Sekolah Rakyat dan rapat koordinasi lintas kementerian. Menurutnya, program tersebut bukan hanya pembangunan infrastruktur pendidikan, melainkan investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa.

“Program Sekolah Rakyat bukan sekadar membangun gedung, tapi membangun masa depan bangsa. Dengan konsolidasi kuat dan eksekusi disiplin, target 20 Juni 2026 sangat mungkin tercapai,” tegasnya.

Untuk memastikan percepatan pembangunan berjalan sesuai jadwal, Kementerian PU juga membentuk Satuan Tugas Percepatan Pembangunan Sekolah Rakyat yang melibatkan berbagai unit organisasi di lingkungan kementerian. Selain itu, sebanyak 67.588 tenaga kerja konstruksi dikerahkan dengan sistem kerja tiga shift guna mempercepat penyelesaian proyek di seluruh daerah.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

RUU Ketenagakerjaan Disusun Sesuai Aspirasi, Buruh Tak Perlu Tempuh Aksi Massa

6 October 2026 - 01:03

RUU Ketenagakerjaan Dan BSU Perkuat Perlindungan Buruh, Waspada Provokasi Demo

6 October 2026 - 01:03

Hilirisasi Nikel Jadi Modal Besar Perdagangan Indonesia Hadapi Pasar Global

6 October 2026 - 01:03

Hilirisasi Nikel Perkuat Posisi Indonesia dalam Rantai Pasok Global

6 October 2026 - 01:03

Reshuffle Kabinet Momentum Perkuat Kinerja Pemerintahan Presiden Prabowo

6 October 2026 - 01:02

Trending on Berita