Menu ✖

Dark Mode
Masyarakat Diimbau Tidak Terprovokasi Pengibaran Bendera Bintang Kejora di USTJ Survei Catat Kepuasan Publik 79,3 Persen Jelang 2 Tahun Prabowo-Gibran Survei Soroti Kepuasan Publik atas Program Pro-Rakyat 2 Tahun Prabowo-Gibran Pemerintah Pastikan Verval Koperasi Merah Putih Tentukan Status Layak Operasional Verifikasi dan Validasi Koperasi Merah Putih Dikebut, Pemerintah Targetkan Belasan Ribu Titik Rampung Kesiapsiagaan Bencana Diperkuat Jelang Awal Musim Hujan

Berita

Pemerintah Perkuat Ketahanan Air demi Jaga Pangan dari Ancaman Kekeringan

badge-check


					Pemerintah Perkuat Ketahanan Air demi Jaga Pangan dari Ancaman Kekeringan Perbesar

Brebes – Pemerintah terus memperkuat ketahanan air sebagai langkah strategis untuk menjaga ketahanan pangan nasional di tengah ancaman kekeringan. Melalui sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, berbagai program penyediaan air bagi lahan pertanian terus dipercepat agar produktivitas petani tetap terjaga, sehingga target produksi pangan nasional dapat tercapai secara berkelanjutan.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman memberikan apresiasi kepada Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi atas kinerjanya dalam menopang sektor pangan nasional. Menurutnya, Jawa Tengah berhasil menjaga produktivitas pertanian meskipun menghadapi ancaman kekeringan, sehingga tetap menjadi salah satu daerah penyangga utama produksi beras nasional.

“Pak Gubernur Ahmad Luthfi ini hebat, penopang pangan Indonesia. Beliau itu rajin sekali. Saya lihat kerja beliau itu, Jawa Tengah penghasil beras nomor dua sekarang,” kata Andi Amran

Sebagai bentuk penguatan ketahanan air, Kementerian Pertanian menyetujui permohonan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk menambah bantuan pompa air, irigasi perpompaan, benih padi dan jagung, serta alat dan mesin pertanian. Bantuan tersebut diharapkan mampu menjaga ketersediaan air di lahan pertanian selama musim kemarau, sehingga produktivitas petani tetap optimal.

“Pompa dan irpom (irigasi perpompaan), bantu semuanya. Jangan sampai petani Jateng kekurangan pompa dan kekurangan air. Kemarin sudah ada dua ribu pompa itu sudah sampai belum, nanti aku tambah lagi lima ribu. Jadi sekarang (total) tujuh ribu dulu,” katanya.

Selain itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan produksi padi Jawa Tengah pada 2025 mencapai 9,7 juta ton atau sekitar 15,6 persen dari kebutuhan nasional. Untuk memenuhi target 10,5 juta ton pada 2026, pemerintah daerah terus menjaga lahan sawah dilindungi (LSD) dan memperkuat koordinasi dengan Kementerian ATR/BPN.

“Jawa Tengah merupakan lumbung pangan nasional, sehingga lahan pertaniannya harus kita pertahankan,” kata dia.

Selain memperkuat infrastruktur pertanian, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau melalui penerbitan Surat Edaran Gubernur, pengecekan embung, serta penyaluran lebih dari 3,2 juta liter air bersih kepada masyarakat terdampak. Berbagai langkah tersebut mencerminkan komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan air sebagai fondasi menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus memastikan aktivitas pertanian tetap berjalan secara optimal di tengah ancaman kekeringan.

Faktor air menjadi salah satu yang paling penting dalam keberhasilan menciptakan ketahanan pangan. Tanpa pengelolaan air yang baik, maka hampir dapat dipastikan akan menurunkan produktivitas pangan. Oleh karena pemerintah memastikan pengolaan sumber daya air menjadi prioritas sebagai penunjang dalam meningkatkan produk pangan nasional.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Survei Catat Kepuasan Publik 79,3 Persen Jelang 2 Tahun Prabowo-Gibran

30 September 2026 - 10:27

Survei Soroti Kepuasan Publik atas Program Pro-Rakyat 2 Tahun Prabowo-Gibran

30 September 2026 - 10:27

Pemerintah Pastikan Verval Koperasi Merah Putih Tentukan Status Layak Operasional

30 September 2026 - 10:27

Verifikasi dan Validasi Koperasi Merah Putih Dikebut, Pemerintah Targetkan Belasan Ribu Titik Rampung

30 September 2026 - 10:27

Kesiapsiagaan Bencana Diperkuat Jelang Awal Musim Hujan

30 September 2026 - 10:27

Trending on Berita