Menu

Dark Mode
Tolak Demo dan Provokasi, Tokoh Papua Ajak Masyarakat Jaga Keamanan dan Persatuan Percepatan Pemerataan Pembangunan, Wujud Nyata Papua Final Bagian Integral NKRI Tokoh Pemuda Papua Ajak Warga Jaga Persatuan dan Tidak Mudah Terprovokasi LMP Papua Imbau Masyarakat Tak Terprovokasi Aksi KNPB 15 Agustus Kado HUT RI ke-81: Bansos Beras Serentak lewat Koperasi Merah Putih Sampai ke Tangan Rakyat Bansos Beras di HUT RI Kian Dekat, Disalurkan Serentak di Seluruh Koperasi Merah Putih

Berita

Pemerintah Perkuat Ketahanan Air demi Jaga Pangan dari Ancaman Kekeringan

badge-check


					Pemerintah Perkuat Ketahanan Air demi Jaga Pangan dari Ancaman Kekeringan Perbesar

Brebes – Pemerintah terus memperkuat ketahanan air sebagai langkah strategis untuk menjaga ketahanan pangan nasional di tengah ancaman kekeringan. Melalui sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, berbagai program penyediaan air bagi lahan pertanian terus dipercepat agar produktivitas petani tetap terjaga, sehingga target produksi pangan nasional dapat tercapai secara berkelanjutan.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman memberikan apresiasi kepada Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi atas kinerjanya dalam menopang sektor pangan nasional. Menurutnya, Jawa Tengah berhasil menjaga produktivitas pertanian meskipun menghadapi ancaman kekeringan, sehingga tetap menjadi salah satu daerah penyangga utama produksi beras nasional.

“Pak Gubernur Ahmad Luthfi ini hebat, penopang pangan Indonesia. Beliau itu rajin sekali. Saya lihat kerja beliau itu, Jawa Tengah penghasil beras nomor dua sekarang,” kata Andi Amran

Sebagai bentuk penguatan ketahanan air, Kementerian Pertanian menyetujui permohonan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk menambah bantuan pompa air, irigasi perpompaan, benih padi dan jagung, serta alat dan mesin pertanian. Bantuan tersebut diharapkan mampu menjaga ketersediaan air di lahan pertanian selama musim kemarau, sehingga produktivitas petani tetap optimal.

“Pompa dan irpom (irigasi perpompaan), bantu semuanya. Jangan sampai petani Jateng kekurangan pompa dan kekurangan air. Kemarin sudah ada dua ribu pompa itu sudah sampai belum, nanti aku tambah lagi lima ribu. Jadi sekarang (total) tujuh ribu dulu,” katanya.

Selain itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan produksi padi Jawa Tengah pada 2025 mencapai 9,7 juta ton atau sekitar 15,6 persen dari kebutuhan nasional. Untuk memenuhi target 10,5 juta ton pada 2026, pemerintah daerah terus menjaga lahan sawah dilindungi (LSD) dan memperkuat koordinasi dengan Kementerian ATR/BPN.

“Jawa Tengah merupakan lumbung pangan nasional, sehingga lahan pertaniannya harus kita pertahankan,” kata dia.

Selain memperkuat infrastruktur pertanian, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau melalui penerbitan Surat Edaran Gubernur, pengecekan embung, serta penyaluran lebih dari 3,2 juta liter air bersih kepada masyarakat terdampak. Berbagai langkah tersebut mencerminkan komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan air sebagai fondasi menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus memastikan aktivitas pertanian tetap berjalan secara optimal di tengah ancaman kekeringan.

Faktor air menjadi salah satu yang paling penting dalam keberhasilan menciptakan ketahanan pangan. Tanpa pengelolaan air yang baik, maka hampir dapat dipastikan akan menurunkan produktivitas pangan. Oleh karena pemerintah memastikan pengolaan sumber daya air menjadi prioritas sebagai penunjang dalam meningkatkan produk pangan nasional.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Tolak Demo dan Provokasi, Tokoh Papua Ajak Masyarakat Jaga Keamanan dan Persatuan

14 August 2026 - 14:05

Percepatan Pemerataan Pembangunan, Wujud Nyata Papua Final Bagian Integral NKRI

14 August 2026 - 14:05

Tokoh Pemuda Papua Ajak Warga Jaga Persatuan dan Tidak Mudah Terprovokasi

14 August 2026 - 14:05

LMP Papua Imbau Masyarakat Tak Terprovokasi Aksi KNPB 15 Agustus

14 August 2026 - 14:05

Pemerintah Dorong Motor Listrik Nasional Perkuat Hilirisasi dan TKDN

14 August 2026 - 14:05

Trending on Berita