Menu

Dark Mode
Sekolah Rakyat Ditegaskan sebagai Investasi APBN untuk Putus Rantai Kemiskinan Sekolah Rakyat, Upaya Negara Memutus Kemiskinan Antargenerasi Pemerintah Perkuat Tata Kelola Sekolah Rakyat agar Anggaran Tepat Manfaat APBN untuk Sekolah Rakyat adalah Bukti Negara Berpihak pada Mobilitas Sosial Pemerintah Tidak Beri Toleransi bagi Dapur MBG yang Abaikan Sanitasi Pemerintah Pertegas SLHS Jadi Syarat Mutlak Operasional Dapur MBG

Berita

Pemerintah Optimalkan Bendungan, Embung, dan Waduk Hadapi Musim Kemarau

badge-check


					Pemerintah Optimalkan Bendungan, Embung, dan Waduk Hadapi Musim Kemarau Perbesar

Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperkuat langkah antisipasi menghadapi musim kemarau dengan mengoptimalkan pemanfaatan bendungan, embung, waduk, bendung, hingga sumur bor guna menjaga ketersediaan air bagi masyarakat serta mendukung keberlangsungan sektor pertanian. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi nasional dalam memperkuat ketahanan air dan ketahanan pangan di tengah meningkatnya ancaman kekeringan akibat perubahan iklim maupun fenomena El Nino.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan bahwa pemerintah terus memperkuat pembangunan sekaligus pengelolaan infrastruktur sumber daya air agar distribusi air tetap terjaga selama musim kemarau.

“Kementerian PU terus berkomitmen membangun dan menyelesaikan infrastruktur pengelolaan air seperti bendungan, bendung, embung, hingga waduk di berbagai daerah. Kehadiran infrastruktur ini sangat penting untuk mendukung ketersediaan air irigasi pertanian, menjaga produktivitas lahan, serta memastikan pasokan pangan tetap terjaga meskipun menghadapi tantangan musim kemarau atau perubahan iklim,” kata Dody.

Selain mengoptimalkan bendungan, embung, dan waduk, Kementerian PU juga memanfaatkan 10.789 sumur bor dengan kapasitas lebih dari 114 ribu meter kubik per detik untuk menjangkau wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan. Pemerintah turut mengatur pola operasi bendungan dan jaringan irigasi agar distribusi air berlangsung lebih efisien sesuai kebutuhan masyarakat maupun lahan pertanian.

Sebagai bentuk kesiapsiagaan, Kementerian PU menyiapkan berbagai peralatan pendukung yang dapat segera dikerahkan ke daerah terdampak, meliputi 125 unit mobile pump, 921 pompa alkon, dan 49 mesin bor.

“Peralatan tersebut siap dikerahkan ke wilayah yang mengalami krisis air bersih maupun kekeringan berkepanjangan. Pemerintah juga terus mengedukasi masyarakat mengenai langkah-langkah adaptasi menghadapi musim kemarau,” ujar Dody.

Di sektor pertanian, pemerintah juga mendorong penerapan teknologi Irigasi Padi Hemat Air (IPHA) untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air tanpa mengurangi produktivitas tanaman. Bersamaan dengan itu, pembangunan jaringan irigasi, jaringan irigasi air tanah (JIAT), bendungan, dan sumur bor terus dipercepat sebagai upaya memperkuat ketahanan air nasional dalam jangka panjang.

Saat ini Kementerian PU mengelola 240 bendungan dengan kapasitas tampung sekitar 7,89 miliar meter kubik, 601 situ dan danau dengan volume tampungan sekitar 135,59 miliar meter kubik, serta lebih dari 1.000 tampungan air baku yang mendukung kebutuhan air masyarakat di berbagai daerah. Optimalisasi infrastruktur tersebut diharapkan mampu mengurangi dampak kekeringan, menjaga produktivitas pertanian, serta memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat sepanjang musim kemarau.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Sekolah Rakyat Ditegaskan sebagai Investasi APBN untuk Putus Rantai Kemiskinan

10 August 2026 - 09:26

Pemerintah Perkuat Tata Kelola Sekolah Rakyat agar Anggaran Tepat Manfaat

10 August 2026 - 09:26

APBN untuk Sekolah Rakyat adalah Bukti Negara Berpihak pada Mobilitas Sosial

10 August 2026 - 09:26

Pemerintah Tidak Beri Toleransi bagi Dapur MBG yang Abaikan Sanitasi

10 August 2026 - 09:26

Pemerintah Pertegas SLHS Jadi Syarat Mutlak Operasional Dapur MBG

10 August 2026 - 09:25

Trending on Berita