Menu

Dark Mode
Pemerintah Pastikan Taruna Akmil Tidak Mengajar di Kelas, Hanya Dampingi Kemandirian Siswa Sekolah Rakyat Pendampingan Taruna Akmil di Sekolah Rakyat Berlangsung Lima Hari untuk Latih Kemandirian Kehadiran Taruna Akmil di Sekolah Rakyat Bersifat Pendampingan Karakter Program Taruna Akmil di Sekolah Rakyat Fokus Cegah Perundungan dan Bangun Kemandirian Ekonomi RI Diakui Resilien, Pemerintah Perkuat Koordinasi Fiskal dan Moneter Ekonomi RI Tetap Tumbuh, Pemerintah Waspadai Inflasi dan Tekanan Eksternal

Berita

Pemerintah Evaluasi MBG, Tim Khusus Dibentuk untuk Perbaiki Penyaluran

badge-check


					Pemerintah Evaluasi MBG, Tim Khusus Dibentuk untuk Perbaiki Penyaluran Perbesar

Jakarta — Badan Gizi Nasional (BGN) memperkuat komitmennya dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui pembentukan tim optimalisasi penyaluran, sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto. Langkah ini menegaskan keseriusan pemerintah dalam memastikan program berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi peningkatan gizi masyarakat, khususnya generasi muda.

Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, menyampaikan bahwa pembentukan tim tersebut merupakan bagian dari penguatan tata kelola berbasis pemantauan langsung di lapangan. Tim ini melibatkan lintas kedeputian, termasuk bidang promosi dan kerja sama serta pemantauan dan pengawasan, guna memastikan distribusi program berlangsung efektif, terukur, dan akuntabel.

“Pembentukan tim ini adalah langkah konkret untuk memastikan setiap penyaluran MBG benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak nyata,” ujarnya.

Sebagai tahap awal, tim akan melakukan pemetaan dan penyelarasan penerima manfaat di wilayah DKI Jakarta sebelum diperluas ke berbagai daerah. Pendekatan ini mencerminkan kebijakan berbasis data yang mengedepankan kebutuhan riil masyarakat.

“Kami ingin program ini berjalan dengan pendekatan yang terukur agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh kelompok yang membutuhkan,” tambah Nanik.

BGN juga menegaskan bahwa MBG difokuskan pada sekolah-sekolah dengan kebutuhan gizi yang relevan serta tingkat penerimaan siswa yang tinggi. Strategi ini memastikan intervensi gizi yang diberikan dapat dikonsumsi secara optimal dan berdampak langsung pada kesehatan siswa.

“Fokus kami adalah menghadirkan program yang tepat guna dan memberikan manfaat nyata bagi peserta didik,” jelasnya.

Selain itu, hasil pemantauan lapangan dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas layanan, termasuk inovasi menu dan metode distribusi yang lebih adaptif.

“Masukan dari lapangan menjadi dasar penting bagi kami untuk terus menyempurnakan program ini,” tuturnya.

Sinergi antara pemerintah pusat, legislatif, dan daerah turut memperkuat implementasi program. Kolaborasi ini memastikan MBG berjalan secara inklusif dan selaras dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Ekonomi RI Tetap Tumbuh, Pemerintah Waspadai Inflasi dan Tekanan Eksternal

5 July 2026 - 11:54

Ekonomi RI Diakui Resilien, Pemerintah Perkuat Koordinasi Fiskal dan Moneter

5 July 2026 - 11:54

Pendampingan Taruna Akmil di Sekolah Rakyat Berlangsung Lima Hari untuk Latih Kemandirian

5 July 2026 - 11:54

Pemerintah Pastikan Taruna Akmil Tidak Mengajar di Kelas, Hanya Dampingi Kemandirian Siswa Sekolah Rakyat

5 July 2026 - 11:54

Legislator Ingatkan Demo Mahasiswa Tetap Murni, Jangan Dimanfaatkan untuk Politik Praktis

5 July 2026 - 11:54

Trending on Berita