Menu

Dark Mode
Program Listrik Desa Diperluas, Targetkan Jangkau Ratusan Ribu Pelanggan Baru Pemerintah Tekankan Validasi Data Agar Program Listrik Desa Tepat Sasaran Pemerataan Listrik Desa, Meningkatkan Kualitas Hidup Rakyat Kolaborasi Lintas Sektor Mempercepat Listrik Desa Penerima MBG Akan Disinkronkan dengan Dapodik untuk Cegah Data Ganda Pemerintah Kaji Ulang, Pastikan Penerima MBG Lebih Tepat Sasaran dan Transparan

Berita

Pemerintah Dorong Sekolah Rakyat untuk Wujudkan Cita-Cita Sumpah Pemuda

badge-check


					Pemerintah Dorong Sekolah Rakyat untuk Wujudkan Cita-Cita Sumpah Pemuda Perbesar

Jakarta, Pemerintah terus mendorong hadirnya Sekolah Rakyat sebagai wujud nyata cita-cita Sumpah Pemuda, yakni mencerdaskan bangsa dan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat dirancang sebagai bagian dari upaya pemerintah menurunkan angka kemiskinan secara signifikan.

“Ini bagian dari strategi besar Presiden Prabowo Subianto untuk menurunkan angka kemiskinan di bawah lima persen. Sekolah Rakyat adalah bentuk keadilan sosial bagi keluarga yang belum terbawa dalam proses pembangunan,” ujarnya.

Menurutnya, program Sekolah Rakyat tidak hanya fokus pada pendidikan, tetapi juga terintegrasi dengan layanan bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi, hingga jaminan kesehatan bagi siswa dan keluarganya.

“Dengan konsep ini, pendidikan menjadi pintu masuk bagi perubahan sosial dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan,” jelasnya.

Di tempat terpisah, Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial RI, Robben Rico, menegaskan Sekolah Rakyat bukan sekadar gerakan pendidikan, melainkan janji keberpihakan negara kepada mereka yang nyaris tak tersentuh kesempatan belajar.

“Misi utamanya adalah memberikan kehormatan bagi warga yang kurang mampu, agar mereka bisa mengakses pendidikan, membangun mimpi, dan tumbuh dengan percaya diri,” katanya.

Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat dibangun atas prinsip trilogi keberpihakan: memuliakan mereka yang kurang mampu, menjangkau yang belum terjangkau, dan memberdayakan anak-anak dari lapisan paling bawah.

“Ini adalah cara negara memberikan harapan dan membalik yang selama ini dianggap tidak mungkin. Anak-anak yang dulu tak punya cita-cita kini bisa memiliki asa,” lanjut Robben.

Presiden Prabowo menargetkan pembangunan 200 Sekolah Rakyat setiap tahun, dengan harapan dalam lima tahun ke depan setiap kabupaten/kota memiliki minimal satu sekolah.

“Insyaallah, dengan Sekolah Rakyat, anak-anak kita bisa mulai melihat kembali cita-citanya,” ungkap Robben penuh optimisme.

Sementara itu, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan dukungannya terhadap program tersebut. Menurutnya, sistem berasrama membuat siswa lebih mandiri.

“Jadi untuk program pendidikan, Pak Presiden punya program Sekolah Rakyat, ada asramanya, anak-anaknya (diberi) makan tiga kali sehari di situ. Nanti mereka lebih mandiri, tidak ketergantungan dengan orang tua,” terangnya.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Program Listrik Desa Diperluas, Targetkan Jangkau Ratusan Ribu Pelanggan Baru

25 July 2026 - 23:24

Pemerintah Tekankan Validasi Data Agar Program Listrik Desa Tepat Sasaran

25 July 2026 - 23:24

Penerima MBG Akan Disinkronkan dengan Dapodik untuk Cegah Data Ganda

25 July 2026 - 23:24

Pemerintah Kaji Ulang, Pastikan Penerima MBG Lebih Tepat Sasaran dan Transparan

25 July 2026 - 23:24

Ekonomi Biru Diperkuat Lewat Pembentukan Institut Kelautan Indonesia

25 July 2026 - 23:24

Trending on Berita