Menu

Dark Mode
PP Tunas Hadir Jaga Generasi Muda dari Ancaman Digital Komitmen Pemerintah dalam Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua Revitalisasi Pendidikan sebagai Jalan Menuju Layanan Bermutu Pemerintah Pacu Pendidikan Bermutu melalui Penguatan Kebijakan dan Tata Kelola Revitalisasi Satuan Pendidikan Digenjot untuk Wujudkan Pendidikan Bermutu PP Tunas dan Arah Baru Perlindungan Anak di Era Teknologi

Berita

Partisipasi Indonesia di BoP Tegaskan Komitmen Diplomasi Perdamaian Global

badge-check


					Partisipasi Indonesia di BoP Tegaskan Komitmen Diplomasi Perdamaian Global Perbesar

JAKARTA — Pemerintah menegaskan komitmen diplomasi perdamaian global melalui partisipasi aktif Indonesia dalam Board of Peace (BoP).

Kehadiran Presiden Prabowo Subianto pada sidang perdana di Washington D.C. untuk membahas kelanjutan gencatan senjata di Gaza menunjukkan langkah konkret Indonesia dalam memperkuat arsitektur perdamaian dunia.

“Saya berada di sini atas undangan Presiden Amerika Serikat untuk menghadiri pertemuan Board of Peace yang sangat penting,” kata Kepala Negara.

“Pertemuan resmi pertama dari Board of Peace untuk membahas implementasi dan kelanjutan gencatan senjata di Gaza,” ucap Prabowo.

“Kami terus berupaya merintis jalan menuju solusi yang nyata dan berkelanjutan atas isu Palestina,” ujarnya.

Prabowo juga menekankan konsistensi politik luar negeri Indonesia.

“Kami melanjutkan kebijakan luar negeri non-blok, menghormati semua kekuatan besar. Saya menyatakan tekad untuk menjalankan kebijakan ‘Good Neighbor Policy’,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menegaskan komitmen diplomasi bebas aktif Indonesia, yang turut mendapat dukungan DPR RI melalui pengawalan Komisi I agar partisipasi Indonesia berdampak strategis.

“Komisi I DPR RI akan menjalankan fungsi pengawasan sesuai tugas dan kewenangan yang dimiliki, agar keikutsertaan Indonesia dalam BoP benar-benar membawa manfaat strategis bagi kepentingan nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pelopor perdamaian dunia,” kata Dave.

“Dalam kerangka itu, Indonesia akan terus menyuarakan pentingnya keadilan, kesetaraan, dan penghormatan terhadap hukum internasional, termasuk hak bangsa Palestina,” tambahnya.

Dave juga menilai sidang perdana BoP sebagai momentum penting.

“Sidang perdana BoP menjadi momentum strategis untuk memastikan bahwa suara negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, dapat terwakili secara adil dalam upaya menjaga stabilitas dan perdamaian dunia,” ucapnya.

Menurutnya, proses perdamaian tetap berjalan meski Palestina belum tergabung dalam dewan tersebut.

“Hal tersebut merupakan bagian dari proses yang masih berjalan. Setiap forum perdamaian akan lebih bermakna apabila membuka ruang bagi semua pihak untuk berdialog secara konstruktif,” kata Dave.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Sugiono bertemu Wakil Tetap Palestina untuk PBB Riyad Mansour di New York.

Sugiono menegaskan dukungan terhadap solusi dua negara serta menyampaikan partisipasi Presiden dalam BoP bersama negara-negara Kelompok 8.

“Partisipasi Presiden Indonesia bertujuan memastikan setiap keputusan yang diambil selaras dengan Piagam PBB dan upaya multilateral yang ada, guna membuka jalan bagi perdamaian yang adil dan berkelanjutan,” ujar Sugiono. (*)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pemerintah Pacu Pendidikan Bermutu melalui Penguatan Kebijakan dan Tata Kelola

14 April 2026 - 08:25

Revitalisasi Satuan Pendidikan Digenjot untuk Wujudkan Pendidikan Bermutu

14 April 2026 - 08:25

Koperasi Merah Putih Jadi Motor Ekonomi Syariah Berbasis Desa

14 April 2026 - 08:25

Koperasi Merah Putih Didorong Jadi Pilar Pengembangan Ekonomi Syariah

14 April 2026 - 08:25

Koperasi Merah Putih dalam Arsitektur Ekonomi Syariah Nasional

14 April 2026 - 08:25

Trending on Berita