Menu ✖

Dark Mode
Evaluasi Sekolah Rakyat Menunjukkan Pemerintah Tidak Menutup Mata terhadap Kekurangan Sekolah Rakyat Perketat Pendampingan demi Lindungi Siswa di Asrama Perlindungan Anak Menjadi Fondasi Utama Pengembangan Sekolah Rakyat Pemerintah Pastikan Siswa Sekolah Rakyat Tetap Dapat Perlindungan dan Pendampingan Jangan Biarkan Manuver Politik Separatis Mengaburkan Percepatan Pembangunan Papua Manuver Politik Separatis Tak Boleh Mengganggu Percepatan Pembangunan Papua

Berita

Nasionalisme Tidak Boleh Luntur Oleh Popularitas Bendera Bajak Laut

badge-check


					Nasionalisme Tidak Boleh Luntur Oleh Popularitas Bendera Bajak Laut Perbesar

Raja Ampat — Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, diwarnai oleh fenomena pengibaran bendera bergambar simbol bajak laut dari serial anime One Piece di sejumlah daerah. Tren ini memicu perdebatan publik karena dianggap tidak sejalan dengan semangat nasionalisme dan nilai sakral bendera merah putih. Masyarakat pun diharapkan tetap menempatkan bendera nasional sebagai simbol utama persatuan bangsa.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera, Hj Meity Rahmati, menekankan pentingnya menjaga kesakralan bendera merah putih. Ia berharap masyarakat tidak menyandingkan bendera bajak laut dengan bendera kebangsaan, terlebih di bulan peringatan kemerdekaan.

“Saya tetap berpandangan apa yang dilakukan sebagian masyarakat kita tidak akan mengurangi kesakralan bendera merah putih sebagai kebanggaan dan perwujudan rasa nasionalisme kita,” kata Meity.

Senada dengan itu, Anggota DPR RI Herman Khaeron juga menilai pengibaran bendera One Piece tidak etis dan bertentangan dengan semangat patriotisme. Menurutnya, momentum kemerdekaan semestinya digunakan untuk memperkuat rasa cinta tanah air, bukan menghadirkan simbol fiksi yang justru menimbulkan polemik.

“Tidak etis, banyak kritik dan saran dituangkan dalam sesuatu yang lebih baik. Fenomena ini dan mengingatkan bahwa pemerintah tengah berupaya meningkatkan persatuan bangsa melalui berbagai program strategis,” ujar Herman.

Herman menyinggung program Presiden Prabowo Subianto, seperti Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, hingga Koperasi Desa Merah Putih sebagai contoh nyata upaya pemerintah dalam membangun kebersamaan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, langkah tersebut jauh lebih relevan dalam memperkuat nasionalisme dibanding tren pengibaran bendera fiksi.

“Kami jauhkan lah dari hal-hal yang tentu melakukan agitasi dan sebagainya dengan cara-cara yang tidak perlu,” imbuhnya.

Fenomena pengibaran bendera bajak laut ini menjadi refleksi penting bahwa nasionalisme harus terus dipupuk, terutama di era globalisasi dan derasnya arus budaya populer. Pemerintah bersama masyarakat diharapkan menjaga kesakralan bendera merah putih, yang menjadi identitas dan pemersatu bangsa. Dengan begitu, peringatan kemerdekaan tidak hanya sekadar seremoni, tetapi juga momentum memperkuat rasa cinta tanah air di tengah berbagai tantangan zaman.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Sekolah Rakyat Perketat Pendampingan demi Lindungi Siswa di Asrama

23 October 2026 - 10:22

Pemerintah Pastikan Siswa Sekolah Rakyat Tetap Dapat Perlindungan dan Pendampingan

23 October 2026 - 10:22

Manuver Politik Separatis Tak Boleh Mengganggu Percepatan Pembangunan Papua

23 October 2026 - 10:22

Kecam Kekerasan OPM, Tokoh Adat Papua Ajak Masyarakat Jaga Kedamaian

23 October 2026 - 10:22

Pelaku Pasar Diimbau Tenang, Fundamental Pasar Modal Tetap Dicermati

23 October 2026 - 10:22

Trending on Berita