Menu

Dark Mode
Diplomasi Dua Kutub, Presiden Prabowo Bangun Keseimbangan dari Moskow ke Paris Dari Kremlin ke Elysee, Presiden Prabowo Baca Arah Baru Geopolitik Sekolah Rakyat dan Harapan Baru bagi Keluarga Difabel Akses Pendidikan bagi Keluarga Difabel melalui Program Sekolah Rakyat Pengadilan Militer Dinilai Tepat untuk Kasus Kekerasan Air Keras Penanganan Kasus Air Keras Melalui Pengadilan Militer Dinilai Solutif

Berita

Menuju Swasembada Energi, Pemerintah Perkuat Fondasi Ketahanan Energi Nasional

badge-check


					Menuju Swasembada Energi, Pemerintah Perkuat Fondasi Ketahanan Energi Nasional Perbesar

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat langkah konkret dalam mewujudkan ketahanan energi nasional yang tangguh dan berkelanjutan di tengah meningkatnya kebutuhan energi masyarakat dan dunia usaha. Upaya ini dilakukan melalui perencanaan kebijakan yang komprehensif, diversifikasi sumber energi, serta penguatan cadangan energi nasional agar Indonesia tidak rentan terhadap gejolak global.

Pengamat energi Godang Sitompul menilai keseimbangan antara konsumsi dan ketersediaan pasokan energi menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas nasional. Menurutnya, visi Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada energi dan pangan merupakan langkah strategis menuju kemandirian bangsa. “Di tengah tingginya kebutuhan energi, keseimbangan antara konsumsi dan ketersediaan pasokan menjadi krusial. Visi swasembada energi dan pangan adalah langkah besar menuju ketahanan nasional yang berkelanjutan,” ujarnya.

Godang menjelaskan, arah kebijakan energi nasional telah dirancang secara strategis dengan koordinasi yang jelas. Pelaksanaan kebijakan harian berada di bawah kendali Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, sementara perumusan arah besarnya dilakukan melalui Dewan Energi Nasional. Melalui lembaga tersebut, pemerintah menyusun Kebijakan Energi Nasional dan Rencana Umum Energi Nasional sebagai pijakan utama dalam pengendalian sektor energi.

Ia juga menyoroti masih adanya perbedaan fungsi antara Dewan Energi Nasional dan Dewan Umum Energi Nasional. “Keduanya memiliki ruang lingkup yang tidak sama. Dewan Energi Nasional berfokus pada kebijakan energi, sedangkan yang lain lebih pada aspek ekonomi. Kebijakan dan rencana umum energi yang dirumuskan DEN menjadi acuan utama pemerintah, khususnya Kementerian ESDM, dalam menjalankan strategi energi nasional,” katanya.

Dalam konteks penguatan pasokan, Godang mengapresiasi langkah Kementerian ESDM yang tengah menyiapkan program Cadangan Penyangga Energi (CPE). Program ini dirancang untuk menyediakan cadangan energi di lokasi tertentu guna menjaga stabilitas pasokan apabila terjadi gangguan, baik dari faktor alam maupun geopolitik.

Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya perluasan pemanfaatan energi terbarukan untuk menekan ketergantungan impor bahan bakar minyak. Menurutnya, pengembangan energi terbarukan dan energi fosil harus berjalan berdampingan agar saling melengkapi. Pemerintah juga perlu menghitung kebutuhan energi secara cermat, tidak bergantung pada satu sumber, serta terus mendorong diversifikasi energi.

Godang menambahkan, peningkatan produksi dari lapangan migas eksisting harus dimaksimalkan, diiringi percepatan eksplorasi cadangan baru. Selain itu, energi surya dinilai memiliki potensi besar, khususnya di wilayah Indonesia bagian timur yang memiliki tingkat radiasi matahari tinggi. “Potensi ini adalah modal penting untuk memperkuat bauran energi dan ketahanan energi nasional ke depan,” pungkasnya. (*)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Proses Peradilan Militer Ditekankan untuk Jamin Keadilan Kasus Air Keras

15 April 2026 - 10:42

MBG Didorong sebagai Instrumen Penguatan Ekonomi Desa Berbasis Pangan

15 April 2026 - 10:42

MBG Dorong Pertumbuhan Ekonomi Desa melalui Penguatan Sektor Pangan

15 April 2026 - 10:42

Sekolah Rakyat Buka Akses Pendidikan bagi Anak dari Keluarga Difabel

15 April 2026 - 10:42

Sekolah Rakyat Perkuat Akses Pendidikan Inklusif bagi Anak Keluarga Difabel

15 April 2026 - 10:42

Trending on Berita