Menu

Dark Mode
Cek Kesehatan Gratis Dorong Masyarakat Lebih Peduli Kesehatan Sejak Dini Akses Kesehatan Makin Merata Lewat Program Cek Kesehatan Gratis Program Cek Kesehatan Gratis Tingkatkan Deteksi Dini dan Akses Pengobatan Cek Kesehatan Gratis Perkuat Langkah Preventif Menuju Indonesia Lebih Sehat Pemerintah Perkuat Ekosistem Media Digital Nasional untuk Cegah Halusinasi AI dan Disinformasi Disinformasi AI Makin Canggih, Pemerintah Perkuat Moderasi Konten dan Etika Digital

Berita

MBG Dikebut di Daerah Tinggi Stunting, Ahli Gizi Digandeng dan Riset Disiapkan

badge-check


					MBG Dikebut di Daerah Tinggi Stunting, Ahli Gizi Digandeng dan Riset Disiapkan Perbesar

JAKARTA — Pemerintah mempercepat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah dengan prevalensi stunting tinggi sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia. Langkah tersebut dilakukan melalui percepatan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pelibatan para ahli gizi, serta penyusunan riset berbasis data untuk memastikan program berjalan tepat sasaran.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengatakan pemerintah telah memetakan wilayah yang membutuhkan intervensi gizi segera berdasarkan data Kementerian Kesehatan. Menurutnya, SPPG di daerah-daerah tersebut akan diprioritaskan agar manfaat MBG dapat dirasakan lebih cepat oleh masyarakat.

“Kami sudah mendapatkan data daerah-daerah yang memang memerlukan sentuhan gizi segera karena angka stunting-nya tinggi. Berdasarkan data ini, dapur yang sudah dibangun segera kami operasionalkan,” ujar Sudaryono.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya mempercepat pembukaan SPPG di wilayah prioritas, tetapi juga menggandeng para ahli gizi untuk menyempurnakan sasaran penerima manfaat.

“Targetnya ini kita mau refine. Sekolah mana yang mau dikasih, usia mana, SD-nya di mana, lokasinya di mana, fokusnya ke daerah stunting dan lain sebagainya. Ibu hamil yang bagaimana, balitanya gimana,” kata Budi. Ia menambahkan, SPPG di daerah prioritas ditargetkan mulai beroperasi sebelum 5 Agustus 2026.

Selain itu, Kementerian Kesehatan menyiapkan riset untuk memantau efektivitas MBG terhadap anak-anak yang mengalami stunting.

“Semua anak yang stunting, by NIK, by name, by address sudah ada. Kita tag dia dapat MBG apa enggak, kita akan bisa ikuti setiap bulan karena ditimbang di posyandu,” ucap Budi.

Menurutnya, pemantauan rutin tersebut akan menjadi dasar evaluasi sehingga kebijakan dapat terus disempurnakan berdasarkan bukti ilmiah.

Pemerintah meyakini percepatan MBG yang didukung pemetaan wilayah, keterlibatan ahli gizi, serta evaluasi berbasis riset akan memperkuat efektivitas intervensi gizi nasional sekaligus mempercepat penurunan angka stunting di berbagai daerah prioritas.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Cek Kesehatan Gratis Dorong Masyarakat Lebih Peduli Kesehatan Sejak Dini

4 August 2026 - 10:33

Akses Kesehatan Makin Merata Lewat Program Cek Kesehatan Gratis

4 August 2026 - 10:33

Pemerintah Perkuat Ekosistem Media Digital Nasional untuk Cegah Halusinasi AI dan Disinformasi

4 August 2026 - 10:33

Disinformasi AI Makin Canggih, Pemerintah Perkuat Moderasi Konten dan Etika Digital

4 August 2026 - 10:33

Publik Diajak Jaga Persatuan dan Hindari Polemik Kabinet Bayangan Indonesia

4 August 2026 - 10:33

Trending on Berita