Menu

Dark Mode
Hilirisasi Riset 2026 Diperkuat untuk Ketahanan Energi, Kesehatan, dan Pangan Hilirisasi Riset dan Jalan Baru Menjadikan Kampus sebagai Mesin Inovasi Nasional Dari Laboratorium ke Industri: Momentum Hilirisasi Riset Indonesia CKG Diperkuat dengan Deteksi Kusta di Faskes Dasar Pemerintah Dorong Hilirisasi Riset Tahap II untuk Percepat Inovasi Siap Industri Pemerintah Integrasikan Skrining Kusta dalam CKG untuk Kejar Eliminasi 2030

Berita

Masyarakat Harus Waspada terhadap Aksi Indonesia Gelap yang Ganggu Stabilitas Nasional

badge-check


					Masyarakat Harus Waspada terhadap Aksi Indonesia Gelap yang Ganggu Stabilitas Nasional Perbesar

Jakarta – Pemerintah mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh narasi provokatif yang digaungkan melalui aksi “Indonesia Gelap”. Narasi ini dinilai tidak mencerminkan kondisi faktual bangsa yang secara umum tetap kondusif di berbagai sektor, baik ekonomi, sosial, maupun stabilitas politik nasional.

Kepala Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, menegaskan bahwa aksi “Indonesia Gelap” cenderung bersifat agitasi yang ingin menciptakan kekhawatiran massal dan kekacauan psikologis di tengah masyarakat.

“Masyarakat tidak perlu terpancing. Aktivitas ekonomi kita berjalan normal, pusat perbelanjaan ramai, dan daya beli masyarakat tetap terjaga. Ini menunjukkan bahwa situasi nasional aman dan terkendali,” ujar Hasan.

Pernyataan tersebut diperkuat oleh data Badan Pusat Statistik (BPS). Statistisi Ahli Pertama BPS Kabupaten Nunukan, Ramadhan Wafid Mustafa, S.Tr.Stat, menjelaskan bahwa inflasi nasional masih berada dalam rentang aman, yakni 1,5% hingga 3,5%.

“Inflasi yang terkendali menunjukkan bahwa daya beli masyarakat tetap terjaga, dan tidak ada gejolak ekonomi yang signifikan. Oleh karena itu, narasi ‘Indonesia Gelap’ sangat bertolak belakang dengan realitas ekonomi kita saat ini,” jelas Ramadhan.

Ramadhan juga mengingatkan bahwa aksi yang menyebarkan kepanikan tidak hanya berpotensi memperkeruh situasi tetapi juga mengganggu pembangunan nasional yang tengah berjalan. Ia menegaskan bahwa kondisi sosial ekonomi Indonesia secara umum tetap positif dan layak mendapat dukungan dari seluruh elemen bangsa.

Sementara itu, Wakil Menteri Agama, Dr. Romo HR Muhammad Syafi’i, turut menyuarakan keprihatinannya atas penyebaran narasi negatif tersebut. Ia menilai, istilah “Indonesia Gelap” sengaja digunakan sebagai senjata psikologis yang ingin menciptakan opini manipulatif di ruang publik.

“Aksi ini harus dihadapi dengan kewaspadaan kolektif. Masyarakat khususnya generasi muda harus menjadi garda terdepan untuk menjaga semangat persatuan dan tidak terprovokasi oleh doktrin-doktrin pemecah belah,” tutur Romo.

Menurutnya, aksi provokatif tersebut telah merambah ke jalanan dan menyulut demonstrasi yang tak berdasar. Padahal, jika ditinjau secara objektif, Indonesia sedang menunjukkan kemajuan di banyak sektor, termasuk investasi, pendidikan, dan pembangunan infrastruktur.

“Kita perlu cerdas dalam menyikapi informasi. Jangan biarkan semangat kebangsaan kita direduksi oleh opini sesat yang digiring oleh segelintir pihak yang ingin menciptakan kekacauan,” tambah Syafi’i.

Masyarakat diharapkan untuk tetap tenang, rasional, dan kritis dalam menyaring setiap informasi yang beredar, terutama yang disebarkan oleh kelompok-kelompok yang mengusung narasi “Indonesia Gelap”. Di sisi lain, pemerintah terus mengedepankan dialog, keterbukaan informasi, dan kerja sama antar-lembaga untuk memastikan stabilitas nasional tetap terjaga. Jangan biarkan ketakutan direkayasa merusak kepercayaan publik terhadap kemajuan bangsa.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Hilirisasi Riset 2026 Diperkuat untuk Ketahanan Energi, Kesehatan, dan Pangan

18 July 2026 - 23:21

CKG Diperkuat dengan Deteksi Kusta di Faskes Dasar

18 July 2026 - 23:21

Pemerintah Dorong Hilirisasi Riset Tahap II untuk Percepat Inovasi Siap Industri

18 July 2026 - 23:21

Pemerintah Integrasikan Skrining Kusta dalam CKG untuk Kejar Eliminasi 2030

18 July 2026 - 23:21

Presiden Prabowo Perkuat Perlindungan Nelayan lewat BBM Khusus dan Cold Storage

18 July 2026 - 23:20

Trending on Berita