Menu

Dark Mode
Pemerintah Optimalkan MBG 3B, Stunting Ditekan Lewat Intervensi Gizi MBG 3B Jadi Andalan, Stunting Ditekan dari Hulu ke Hilir MBG dan Strategi Nasional Menekan Stunting sejak Dini Targeting Nutrition: Peran MBG 3B dalam Menurunkan Stunting Global Bergejolak, Pupuk Subsidi Indonesia Tetap Terjaga Harga Pupuk Subsidi Dijaga, Petani Tetap Terlindungi dari Dampak Global

Berita

Lindungi Pekerja Padat Karya, Pemerintah Gelontorkan Bantuan Upah

badge-check


					Lindungi Pekerja Padat Karya, Pemerintah Gelontorkan Bantuan Upah Perbesar

Jakarta – Pemerintah resmi menyalurkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) kepada para pekerja di sektor padat karya sebagai bentuk stimulus ekonomi jangka pendek. Langkah ini ditujukan untuk menjaga daya beli masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tantangan global.

Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu, menyampaikan bahwa kebijakan BSU didesain untuk melindungi para pekerja yang paling terdampak akibat ketidakpastian global, khususnya di sektor padat karya.

“Pemerintah harus melindungi masyarakat, terutama kelompok miskin dan rentan, agar daya belinya tetap terjaga di tengah ketidakpastian global,” ujar Febrio.

Menurut Febrio, kebijakan ini tidak lepas dari dampak tarif dagang yang diberlakukan Amerika Serikat terhadap industri ekspor Indonesia.

“Karena itu, saat kami merancang kebijakannya, prioritas utama yang kami pikirkan adalah sektor padat karya,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa sektor seperti tekstil, alas kaki, dan mesin adalah yang paling rentan terkena imbas, sehingga membutuhkan perlindungan lebih.

Program BSU ini menyasar sebanyak 17,3 juta pekerja dengan kriteria penghasilan di bawah Rp 3.500.000 per bulan. Besaran bantuan yang diberikan ialah Rp 300.000 per bulan selama dua bulan, yakni Juni dan Juli 2025. Pada tahap awal, pemerintah menetapkan sebanyak 3.697.836 pekerja sebagai penerima bantuan.

Upaya ini merupakan bagian dari paket stimulus ekonomi yang lebih luas. Pemerintah juga menggelontorkan beberapa program tambahan seperti diskon tarif transportasi, diskon tol, bantuan sosial, serta perpanjangan potongan iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK). Seluruh kebijakan yang dijalankan pemerintah ditujukan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, khususnya pada triwulan kedua tahun ini.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, menegaskan bahwa fokus utama dari berbagai program tersebut adalah peningkatan kinerja ekonomi nasional.

“Ini bukan semata soal daya beli. Intinya adalah mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua,” katanya.

Sebagai mitra strategis pemerintah, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali ditunjuk menjadi salah satu lembaga penyalur utama BSU. Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi, mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan beragam akses pencairan.

“Kami berkomitmen terus hadir di tengah masyarakat dan memastikan proses penyaluran berjalan mudah, aman, dan inklusif,” jelasnya.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pemerintah Optimalkan MBG 3B, Stunting Ditekan Lewat Intervensi Gizi

1 May 2026 - 06:28

MBG 3B Jadi Andalan, Stunting Ditekan dari Hulu ke Hilir

1 May 2026 - 06:28

Harga Pupuk Subsidi Dijaga, Petani Tetap Terlindungi dari Dampak Global

1 May 2026 - 06:28

Global Bergejolak, Pupuk Subsidi Indonesia Tetap Terjaga

1 May 2026 - 06:28

CKG Perluas Kesehatan Berkualitas, Skrining Mata Didukung Kolaborasi Global

1 May 2026 - 06:28

Trending on Berita