Menu

Dark Mode
Kolaborasi Pemda dan Sekolah Kunci Sukses Implementasi PP TUNAS Presiden Prabowo Pangkas Harga Pupuk Subsidi Ringankan Beban Petani Indonesia Tegaskan Komitmen Kerja Sama Kawasan di KTT ASEAN 2026 Indonesia Perkuat Peran Strategis di KTT ASEAN Filipina 2026 Presiden Prabowo Subianto Perkuat Diplomasi Regional di KTT ASEAN Filipina Diplomasi Aktif Indonesia Menguat dalam KTT ASEAN Filipina 2026

Berita

Lewat Sekolah Rakyat, Negara Tegaskan Pendidikan Bukan Komoditas

badge-check


					Lewat Sekolah Rakyat, Negara Tegaskan Pendidikan Bukan Komoditas Perbesar

Program Sekolah Rakyat kembali ditegaskan sebagai wujud komitmen negara dalam memastikan pendidikan menjadi hak dasar seluruh anak, bukan komoditas yang hanya dapat diakses kelompok tertentu.

Pemerintah menempatkan program ini sebagai ruang pembinaan sekaligus perlindungan bagi anak-anak dari latar belakang rentan.

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, menekankan bahwa Sekolah Rakyat tidak sekadar menjadi tempat belajar, melainkan ruang tumbuh yang menekankan empati dan pelayanan.

“Ini saling belajar dengan semangat untuk bisa melayani sesuai tugas masing-masing dengan penuh empati. Mereka yang kita didik ini adalah siswa-siswa istimewa, titipan Tuhan dan negara,” ujarnya.

Ia juga menegaskan komitmen kuat menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan inklusif. Menurutnya, segala bentuk kekerasan tidak dapat ditoleransi di lingkungan sekolah.

“Tidak boleh ada bullying, tidak boleh ada kekerasan seksual maupun kekerasan fisik, dan tidak boleh ada intoleransi. Jika terbukti, bisa langsung diberhentikan,” tegasnya.

Data Kementerian Sosial menunjukkan sebanyak 59 Sekolah Rakyat telah terakreditasi dengan total 453 siswa yang diproyeksikan lulus pada 2026.

Dari jumlah tersebut, sebagian siswa mulai memiliki rencana masa depan, mulai dari melanjutkan pendidikan hingga bercita-cita menjadi aparat negara.

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menambahkan bahwa program ini merupakan bagian dari visi nasional untuk membuka akses pendidikan seluas-luasnya.

“Keinginan Bapak Presiden adalah bagaimana seluruh anak Indonesia punya cita-cita, punya kesempatan melalui pendidikan yang layak, sehingga ke depan bisa memperbaiki kehidupan kita semua,” ujarnya.

Ia juga menyoroti masih adanya anak putus sekolah bahkan di sekitar pusat pemerintahan.

“Di tempat ini tidak jauh dari Pusat Pemerintahan sekitar 3-5 kilometer, masih ada anak putus sekolah, anak tidak sekolah. Ini masalah sejak lama,” katanya.

Sebagai bentuk dukungan, pemerintah menjamin kebutuhan dasar siswa melalui pendekatan terpadu.

“Percayalah, di tempat ini nanti anak-anak akan dijamin tempat tinggalnya, makanannya, gizinya, kesehatannya, serta mendapatkan pendidikan yang sangat amat layak,” tegas Teddy.

Di daerah, Pemerintah Kabupaten Kuningan turut mendorong program ini sebagai solusi konkret. Bupati Dian Rachmat Yanuar menyebut angka putus sekolah masih cukup tinggi.

“Kuningan memang persentasenya cukup lumayan, karena kebanyakan berasal dari keluarga yang kurang mampu,” ujarnya.

Ia menambahkan Sekolah Rakyat diharapkan menjadi solusi efektif. “Mungkin salah satunya sekolah rakyat. salah satu solusi bagaimana putus sekolah bisa ditekan,” katanya. *

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Indonesia Tegaskan Komitmen Kerja Sama Kawasan di KTT ASEAN 2026

9 May 2026 - 22:38

Presiden Prabowo Pangkas Harga Pupuk Subsidi Ringankan Beban Petani

9 May 2026 - 22:38

Indonesia Perkuat Peran Strategis di KTT ASEAN Filipina 2026

9 May 2026 - 22:38

Diplomasi Aktif Indonesia Menguat dalam KTT ASEAN Filipina 2026

9 May 2026 - 22:38

Ditengah Lonjakan Harga Global, Presiden Prabowo Jaga Ketahanan Pangan lewat Pupuk Subsidi

9 May 2026 - 22:38

Trending on Berita