Menu

Dark Mode
Pemerintah Hadir Membenahi DTSEN agar Bantu Negara Tidak Salah Sasaran Pemutakhiran DTSEN Bukti Pemerintah Serius Membangun Keadilan Sosial DTSEN Dibenahi, Warga Layak Bansos Bisa Ajukan Koreksi Data Pemerintah Buka Akses Koreksi Data Desil agar Bansos Tepat Sasaran Kampung Nelayan Merah Putih Memuliakan Masyarakat Pesisir Kampung Nelayan Merah Putih: Negara Hadir Angkat Hidup Warga Pesisir

Berita

Koperasi Merah Putih Serap Hasil Pertanian, Perikanan, dan Peternakan

badge-check


					Koperasi Merah Putih Serap Hasil Pertanian, Perikanan, dan Peternakan Perbesar

JAKARTA — Menteri Koperasi Ferry Juliantono mendorong Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tidak hanya menjadi pusat penyaluran kebutuhan masyarakat, tetapi juga berperan sebagai penyerap hasil pertanian, perikanan, peternakan, dan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Hal itu disampaikan Ferry saat membuka Kebumen Travel Mart dan Gombong Culture Festival di Benteng Van der Wijck, Gombong, Kabupaten Kebumen, Kamis (27/8/2026).

Menurut Ferry, pemerintah mempercepat pembangunan dan persiapan operasional Koperasi Merah Putih di berbagai wilayah. Selain menyalurkan kebutuhan bersubsidi seperti pupuk, LPG 3 kilogram, beras SPHP, dan minyak goreng, koperasi diarahkan menjadi off-taker atau penyerap hasil produksi masyarakat desa.

“Tidak boleh lagi nanti ada sayuran dan buah-buahan dari masyarakat yang busuk karena tidak terserap. Koperasi Desa Merah Putih harus bisa menampung seluruh hasil masyarakat yang ada di desa dan kelurahan,” kata Ferry.

Ia mengatakan fungsi off-taker akan memperkuat akses pasar sekaligus membantu mengurangi kesenjangan ekonomi antara desa dan kota. KDKMP diharapkan menjadi pusat layanan ekonomi yang menghubungkan produk masyarakat dengan mitra usaha dan pasar yang lebih luas.

Untuk mendukung fungsi tersebut, pemerintah menyiapkan fasilitas penyimpanan dingin atau cold storage guna menjaga kualitas komoditas pertanian, perikanan, dan peternakan yang mudah rusak sebelum dipasarkan.

Per 20 Agustus 2026, sebanyak 21.400 unit Koperasi Merah Putih telah 100 persen terbangun, sementara 13.900 unit lainnya masih dalam proses pembangunan dari target 30 ribu unit rampung pada akhir 2026.

Di sektor perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga memperluas akses pasar bagi pengelola 65 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tahap I. Hingga 14 Agustus 2026, sebanyak 273,6 ton hasil perikanan telah dipasarkan dengan nilai transaksi Rp11,10 miliar. Komoditas tersebut antara lain tuna, cumi, gurita, dan kakap putih.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menambahkan, pengembangan koperasi desa juga berpotensi menciptakan lapangan kerja dalam jumlah besar.

“Tujuh orang kali 80.000 desa, sudah hampir setengah juta orang yang bisa bekerja,” ujar Zulkifli.

Dengan fungsi sebagai penyalur kebutuhan sekaligus penyerap hasil produksi, KDKMP diharapkan mampu memperpendek rantai distribusi dan meningkatkan nilai tambah ekonomi bagi petani, nelayan, peternak, serta pelaku UMKM di desa.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

DTSEN Dibenahi, Warga Layak Bansos Bisa Ajukan Koreksi Data

5 September 2026 - 14:27

Pemerintah Buka Akses Koreksi Data Desil agar Bansos Tepat Sasaran

5 September 2026 - 14:27

Presiden Percepat Kampung Nelayan Merah Putih untuk Angkat Ekonomi Pesisir

5 September 2026 - 14:27

Kampung Nelayan Merah Putih Diperkuat, Bantuan Kapal Mulai Didistribusikan

5 September 2026 - 14:27

Rumah Subsidi Tenor 40 Tahun Disiapkan untuk Ringankan Cicilan MBR

5 September 2026 - 14:27

Trending on Berita