Menu

Dark Mode
Diplomasi Dua Kutub, Presiden Prabowo Bangun Keseimbangan dari Moskow ke Paris Dari Kremlin ke Elysee, Presiden Prabowo Baca Arah Baru Geopolitik Sekolah Rakyat dan Harapan Baru bagi Keluarga Difabel Akses Pendidikan bagi Keluarga Difabel melalui Program Sekolah Rakyat Pengadilan Militer Dinilai Tepat untuk Kasus Kekerasan Air Keras Penanganan Kasus Air Keras Melalui Pengadilan Militer Dinilai Solutif

Berita

Koperasi Desa Merah Putih, Pilar Baru Kemandirian Ekonomi Desa di Papua Barat

badge-check


					Koperasi Desa Merah Putih, Pilar Baru Kemandirian Ekonomi Desa di Papua Barat Perbesar

Manokwari – Pemerintah terus memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan di wilayah timur Indonesia melalui pembentukan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya. Langkah strategis ini dinilai mampu mendorong kemandirian ekonomi desa, memperkuat inklusi keuangan, serta mengurangi ketimpangan distribusi hasil pertanian dan kelautan.

Wakil Menteri Koperasi dan UKM, Ferry Juliantono mengungkapkan Kopdes Merah Putih merupakan manifestasi dari pendekatan kesejahteraan oleh negara. Ia menekankan pentingnya menjadikan masyarakat Papua sebagai subjek pembangunan ekonomi. Menurutnya, Kopdes Merah Putih didorong menjadi pusat layanan ekonomi rakyat yang dikelola secara profesional dan menjadi wadah kolaborasi produktif.

“Para petani, nelayan, dan pelaku ekonomi rakyat selama ini belum mendapatkan keadilan ekonomi. Komoditas mereka dijual murah karena mata rantai distribusi yang panjang dan dikuasai middleman,” kata Ferry.

Lebih lanjut, Ferry menyoroti kebutuhan bahan pokok di Papua Barat yang masih disuplai dari luar daerah, sehingga harga menjadi tinggi. Ia menilai, kondisi tersebut dapat diatasi bila produk-produk tersebut dihasilkan dan dikelola langsung oleh masyarakat setempat melalui koperasi desa.

Selain mendukung distribusi komoditas lokal, Kopdes Merah Putih juga diharapkan menjadi solusi terhadap minimnya lapangan kerja di desa. Ferry optimistis keberadaan koperasi desa mampu menyerap tenaga kerja, khususnya generasi muda terdidik, agar tidak terus melakukan urbanisasi ke kota besar.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Papua Barat, Piet Bukorsyom menyebutkan, Secara kelembagaan, program Kopdes Merah Putih menunjukkan perkembangan signifikan. Sebanyak 899 desa dan kelurahan di Papua Barat Daya juga telah menyelenggarakan musyawarah desa khusus sebagai syarat pembentukan koperasi.

“Hingga 15 Juli 2025, sebanyak 584 unit Kopdes di Papua Barat Daya telah memperoleh pengesahan badan hukum dari target total 1.014 koperasi. Kota Sorong tercatat sebagai daerah dengan capaian tertinggi, diikuti Kabupaten Maybrat, Sorong Selatan, Raja Ampat, Sorong, dan Tambrauw,” jelasnya.

Untuk diketahui, program Kopdes Merah Putih merupakan bagian dari agenda strategis pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas inklusi keuangan dan mewujudkan pemerataan ekonomi nasional berbasis desa.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Proses Peradilan Militer Ditekankan untuk Jamin Keadilan Kasus Air Keras

15 April 2026 - 10:42

MBG Didorong sebagai Instrumen Penguatan Ekonomi Desa Berbasis Pangan

15 April 2026 - 10:42

MBG Dorong Pertumbuhan Ekonomi Desa melalui Penguatan Sektor Pangan

15 April 2026 - 10:42

Sekolah Rakyat Buka Akses Pendidikan bagi Anak dari Keluarga Difabel

15 April 2026 - 10:42

Sekolah Rakyat Perkuat Akses Pendidikan Inklusif bagi Anak Keluarga Difabel

15 April 2026 - 10:42

Trending on Berita