Menu

Dark Mode
Pendidikan Berkualitas dan Misi Besar Sekolah Rakyat Sekolah Rakyat dan Jalan Menuju Kesetaraan Pendidikan Sekolah Rakyat Dipercepat untuk Perluas Akses Pendidikan Berkualitas Pemerintah Kebut Pembangunan Sekolah Rakyat Jelang Tahun Ajaran Baru Danantara Sumberdaya Indonesia: Transparansi untuk Nilai Tambah Nasional Danantara Sumberdaya Indonesia dan Agenda Besar Reformasi Tata Niaga Ekspor

Berita

Koperasi Desa Merah Putih, Pilar Baru Kemandirian Ekonomi Desa di Papua Barat

badge-check


					Koperasi Desa Merah Putih, Pilar Baru Kemandirian Ekonomi Desa di Papua Barat Perbesar

Manokwari – Pemerintah terus memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan di wilayah timur Indonesia melalui pembentukan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya. Langkah strategis ini dinilai mampu mendorong kemandirian ekonomi desa, memperkuat inklusi keuangan, serta mengurangi ketimpangan distribusi hasil pertanian dan kelautan.

Wakil Menteri Koperasi dan UKM, Ferry Juliantono mengungkapkan Kopdes Merah Putih merupakan manifestasi dari pendekatan kesejahteraan oleh negara. Ia menekankan pentingnya menjadikan masyarakat Papua sebagai subjek pembangunan ekonomi. Menurutnya, Kopdes Merah Putih didorong menjadi pusat layanan ekonomi rakyat yang dikelola secara profesional dan menjadi wadah kolaborasi produktif.

“Para petani, nelayan, dan pelaku ekonomi rakyat selama ini belum mendapatkan keadilan ekonomi. Komoditas mereka dijual murah karena mata rantai distribusi yang panjang dan dikuasai middleman,” kata Ferry.

Lebih lanjut, Ferry menyoroti kebutuhan bahan pokok di Papua Barat yang masih disuplai dari luar daerah, sehingga harga menjadi tinggi. Ia menilai, kondisi tersebut dapat diatasi bila produk-produk tersebut dihasilkan dan dikelola langsung oleh masyarakat setempat melalui koperasi desa.

Selain mendukung distribusi komoditas lokal, Kopdes Merah Putih juga diharapkan menjadi solusi terhadap minimnya lapangan kerja di desa. Ferry optimistis keberadaan koperasi desa mampu menyerap tenaga kerja, khususnya generasi muda terdidik, agar tidak terus melakukan urbanisasi ke kota besar.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Papua Barat, Piet Bukorsyom menyebutkan, Secara kelembagaan, program Kopdes Merah Putih menunjukkan perkembangan signifikan. Sebanyak 899 desa dan kelurahan di Papua Barat Daya juga telah menyelenggarakan musyawarah desa khusus sebagai syarat pembentukan koperasi.

“Hingga 15 Juli 2025, sebanyak 584 unit Kopdes di Papua Barat Daya telah memperoleh pengesahan badan hukum dari target total 1.014 koperasi. Kota Sorong tercatat sebagai daerah dengan capaian tertinggi, diikuti Kabupaten Maybrat, Sorong Selatan, Raja Ampat, Sorong, dan Tambrauw,” jelasnya.

Untuk diketahui, program Kopdes Merah Putih merupakan bagian dari agenda strategis pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas inklusi keuangan dan mewujudkan pemerataan ekonomi nasional berbasis desa.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pemerintah Kebut Pembangunan Sekolah Rakyat Jelang Tahun Ajaran Baru

30 May 2026 - 23:43

Sekolah Rakyat Dipercepat untuk Perluas Akses Pendidikan Berkualitas

30 May 2026 - 23:43

Danantara Sumberdaya Indonesia Perkuat Tata Kelola Ekspor Komoditas Strategis

30 May 2026 - 23:43

Danantara Sumberdaya Indonesia Diperkuat untuk Menutup Kebocoran Devisa Negara

30 May 2026 - 23:43

Sistem Interkoneksi Listrik Sumatra Kembali Normal Disertai Evaluasi dan Penguatan Jaringan Transmisi

30 May 2026 - 23:43

Trending on Berita