Menu

Dark Mode
Peresmian BBM B50 Menjadi Tonggak Penguatan Transisi Energi Nasional RAPBN 2027 Ekspansif, Terukur, dan Tetap Prudensial RAPBN 2027 dan Jalan Transformasi Struktural Ekonomi Indonesia Resmikan Biodiesel B50, Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Swasembada Energi Presiden Prabowo Resmikan Program B50, Indonesia Perkuat Kemandirian Energi Presiden Prabowo Dorong Kemandirian Energi melalui Peluncuran Biodiesel B50

Berita

Kopdes Merah Putih Hadirkan Klinik dan Gerai Obat, Akses Kesehatan Desa Diperluas

badge-check


					Kopdes Merah Putih Hadirkan Klinik dan Gerai Obat, Akses Kesehatan Desa Diperluas Perbesar

Jakarta – Pemerintah terus mendorong penguatan layanan dasar di desa melalui program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih. Salah satu terobosan yang disiapkan adalah menghadirkan klinik kesehatan dan gerai obat di setiap koperasi, guna memperluas akses layanan kesehatan masyarakat pedesaan yang selama ini masih terbatas.

“Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ini juga nanti akan dilengkapi dengan gerai obat dan klinik kesehatan di desa-desa supaya orang desa bisa mendapatkan jaminan pelayanan kesehatan,” ujar Menteri Koperasi Ferry Juliantono.

Langkah ini dilatarbelakangi oleh masih minimnya fasilitas kesehatan dan ketersediaan obat di banyak wilayah desa. Selain itu, sebagian masyarakat desa juga belum sepenuhnya terjangkau program jaminan kesehatan nasional, sehingga kehadiran layanan kesehatan berbasis koperasi diharapkan dapat menjadi solusi konkret di tingkat akar rumput.

“Harapannya kami Kementerian Koperasi bersama Kementerian Kesehatan dan BPJS Kesehatan akan melakukan penandatanganan surat keputusan bersama,” jelas Ferry.

Kopdes Merah Putih dirancang tidak hanya sebagai pusat ekonomi, tetapi juga sebagai pusat layanan terpadu di desa. Selain klinik dan apotek, koperasi ini akan memiliki berbagai unit usaha seperti gerai sembako, simpan pinjam, logistik, hingga fasilitas penyimpanan hasil produksi, yang disesuaikan dengan potensi daerah masing-masing.

Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi menegaskan bahwa konsep ini membuka peluang besar dalam memperluas jangkauan layanan kesehatan masyarakat desa secara masif.

“Jika seluruh wilayah memiliki koperasi dengan rata-rata 1.000 anggota, maka lebih dari 80 juta orang bisa dipastikan mendapatkan hak layanan kesehatan,” ujar Zabadi.

Ia menambahkan, ke depan koperasi tidak hanya berfungsi sebagai penggerak ekonomi, tetapi juga menjadi sentra pelayanan sosial, termasuk kesehatan. Dalam hal ini, Zabadi menyoroti pentingnya kolaborasi antara Kopdes Merah Putih dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Menurutnya, kedua entitas ini adalah “satu nyawa” yang bertujuan menyejahterakan masyarakat desa. “Koperasi masa depan tidak boleh hanya bicara soal ekonomi, tetapi juga menjadi sentra layanan kesehatan bagi anggotanya,” ungkapnya.

Melalui kolaborasi lintas sektor, pemerintah optimistis Kopdes Merah Putih mampu menjadi instrumen strategis dalam memperkecil kesenjangan akses layanan kesehatan antara desa dan kota, sekaligus memperkuat kemandirian masyarakat desa.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Resmikan Biodiesel B50, Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Swasembada Energi

10 July 2026 - 10:08

Presiden Prabowo Resmikan Program B50, Indonesia Perkuat Kemandirian Energi

10 July 2026 - 10:08

Skema Baru MBG Disiapkan Agar Program Lebih Efisien dan Tepat Sasaran

10 July 2026 - 10:08

RAPBN 2027, Pemerintah Dorong Pertumbuhan Ekonomi tanpa Abaikan Stabilitas Nasional

10 July 2026 - 10:08

Target Pertumbuhan Optimistis, RAPBN 2027 Perkuat Daya Tahan Ekonomi Nasional

10 July 2026 - 10:08

Trending on Berita