Menu ✖

Dark Mode
Evaluasi Sekolah Rakyat Menunjukkan Pemerintah Tidak Menutup Mata terhadap Kekurangan Sekolah Rakyat Perketat Pendampingan demi Lindungi Siswa di Asrama Perlindungan Anak Menjadi Fondasi Utama Pengembangan Sekolah Rakyat Pemerintah Pastikan Siswa Sekolah Rakyat Tetap Dapat Perlindungan dan Pendampingan Jangan Biarkan Manuver Politik Separatis Mengaburkan Percepatan Pembangunan Papua Manuver Politik Separatis Tak Boleh Mengganggu Percepatan Pembangunan Papua

Berita

Ketum MUI KH Anwar Iskandar Ajak Masyarakat Tahan Diri dan Tidak Terprovokasi Memecah Belah Persatuan

badge-check


					Ketum MUI KH Anwar Iskandar Ajak Masyarakat Tahan Diri dan Tidak Terprovokasi Memecah Belah Persatuan Perbesar

Jakarta – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Iskandar mengajak masyarakat menahan diri dan tidak terpancing informasi provokatif yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa. Ajakan Ulama Besar Indonesia ini menyikapi situasi nasional beberapa hari terakhir marak aksi unjuk rasa hingga menimbulkan korban jiwa.

Mari kita jaga diri, jangan mudah terprovokasi. Kita harus tetap menjaga persatuan dan tidak terjebak dalam isu yang bisa memecah belah bangsa,” ujar KH Anwar Iskandar kepada awak media di Jakarta.

Ia menilai persoalan nasional seperti polemik gaji DPR, upah buruh, dan isu-isu lainnya perlu disikapi dengan kepala dingin serta mengedepankan dialog. Bukan dengan tindakan yang menimbulkan kerugian atau korban jiwa.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan suasana kondusif agar pembangunan dan kehidupan sosial dapat berjalan dengan baik. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kedamaian.

“Perbedaan pendapat itu wajar, tapi jangan sampai mengorbankan nyawa atau merusak persaudaraan kita sebagai bangsa,” pungkasnya.

Hal senada juga diungkapkan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar. Ia meminta semua pihak, untuk senantiasa bersikap sabar, bijaksana, dan mengedepankan dialog dalam menangani aksi demonstrasi. Hal ini, katanya agar tidak terjadi benturan yang dapat merugikan semua pihak.

“Kami minta semua elemen masyarakat untuk senantiasa sabar dan menahan diri, agar tidak terjadi benturan yang dapat merugikan semua pihak,” tuturnya.

Rais Aam juga mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk tidak bertindak anarkis dan menghindari provokasi yang dapat memperkeruh keadaan. Menurutnya tragedi ini harus dijadikan pelajaran bersama agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Sekolah Rakyat Perketat Pendampingan demi Lindungi Siswa di Asrama

23 October 2026 - 10:22

Pemerintah Pastikan Siswa Sekolah Rakyat Tetap Dapat Perlindungan dan Pendampingan

23 October 2026 - 10:22

Manuver Politik Separatis Tak Boleh Mengganggu Percepatan Pembangunan Papua

23 October 2026 - 10:22

Kecam Kekerasan OPM, Tokoh Adat Papua Ajak Masyarakat Jaga Kedamaian

23 October 2026 - 10:22

Pelaku Pasar Diimbau Tenang, Fundamental Pasar Modal Tetap Dicermati

23 October 2026 - 10:22

Trending on Berita